Nama: Andi hariratul jannah
Nim. :1955042010
Tugas: linguistik 3
Judul : Menjaga Keamanan Lingkungan
Tema : Sosial
Pemeran : Adi, Elan, Budi, dan Efendi
Karakter : Adi (bijaksana), Elan (Kritis), Budi (ceria), Efendi (penyabar)
Sinopsi Drama :
Suatu ketika di sebuah pos ronda berkumpulah empat orang pemuda kompleks yang sedang membahas tentang keamanan lingkungan kampung. Keemapat orang tersebut adalah Adi, Elan, Budi, dan Efendi. Mereka berempat tengah mendapat giliran jaga untuk ronda di lingkungan RT di tempat mereka tinggali.
Dialog Drama :
Elan : Sepi sekali, Apa Cuma kita berempat yang dapat giliran ronda malam ini?
Budi : Harusnya ada tujuh orang. Tapi yang di sini cuma kita saja.
Efendi : kenapa semakin lama warga semakin enggan dan malas untuk ronda ya?
Adi : Ya…, mungkin saja yang tidak datang ke pos siskamling malam ini sedang kelehalahan karena aktivitasnya. Atau mungkin saja mereka sedang ada keperluan mendesak.
Elan : Keperluan mendesak juga tidak selalu pada saat giliran jaga kan?
Budi : ha..ha. bisa saja kam Lan.
Efendi : Minggu lalu masih ada lima orang termasuk kita. Sekarang berkurang satu orang lagi. Ada apa ya sebenarnya?
Elan : Ya apalagi kalau bukan kurangnya kesadaran untuk menjalankan program siskamling. Padahal kan kegiatan ini sangat kita perlukan demi menjaga keamanan lingkungan kita.
Budi : Siskamling juga asyik sih sebenarnya, bisa kumpul dengan kalian sambil minum kopi dan makan kacang rebus. Ha..ha.
Efendi : Dasar kamu ini Bud.
Adi : Yang jelas kegiatan siskamling ini sangat kita butuhkan. Demi kebaikan kita sendiri sebagai warga negara. Dengan adanya warga yang berjaga di malam hari, secara efektif akan mampu mencegah terjadinya tindak kriminalitas seperti pembegalan, penodongan, dan yang paling utamanya lagi adalah pencurian di rumah warga. Yang perlu kita lakukan adalah mengingatkan warga yang tidak ikut serta dalam kegiatan ronda!
Elan : Memang harus diingatkan itu mereka yang tidak pernah datang untuk berjaga! Enak betul mereka. Kita yang jaga, mereka enak-enakan tidur.
Budi : Sabar lan, sabar! He..he.
Efendi : Sudahlah, besok pagi kita laporkan siapa saja yang tidak pernah ikut ronda, termasuk yang jarang hadir juga. Ini demi keamaan serta ketentraman kampung kita.
Adi : Setuju. Kita juga perlu megingatkan yang bersangkutan. Tapi tetap dengan cara santun dan beretika.
Elan : Ya sudah, sekarang kita keliling kompleks dulu. Dari tadi kita cuma ngobrol saja. Terutama kamu Bud, makan saja kerjamu.
Budi : he…he. Maaf maaf. Ayo kita berkeliling!
Adi, Efendi : Baiklah, ayo kita berangkat!
Akhirnya mereka berempat berkeliling kompleks untuk memastikan keamanan kampung agar tetap terjaga dengan baik.
Setting : tempat: pos ronda
Waktu: malam hari
Suasana: sunyi
Participant : Adi, Elan, Budi, Efendi
End : memecahkan masalah untuk menumbuhkan kembali kesadaran rasa solidaritas masyarakat untuk melaksanakan pos ronda atau siskamling demi kenyamanan bersama.
Act sequences: orientasi : Suatu ketika di sebuah pos ronda berkumpulah empat orang pemuda kompleks yang sedang membahas tentang keamanan lingkungan kampung. Keemapat orang tersebut adalah Adi, Elan, Budi, dan Efendi. Mereka berempat tengah mendapat giliran jaga untuk ronda di lingkungan RT di tempat mereka tinggali.
Komplikasi: Adi dan kawan-kawan sedang membahas tentang kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pos ronda padahal ini adalah unutuk kemananan lingkungan
Klimaks: 4 orang yg menjaga pada malam itu sudah sangat jengkel dan akan berniat untuk melaporkan masyarakat yang sudah bermalas-malasan dan tidak ingin ikut serta melakukan pos ronda.
Resolution: solusi terbaik untuk masalah ini adalah harus melaporkan kepada pengurus dan memberikan peringatan kepada masyarakat untuk melakukan pos ronda karena ini untuk keamanan bersama.
Key: nada bicara yang digunakan sangat serius karena sedang membahas masalah yang cukup penting.
Instrument: jalur bahasa yang digunaka adalah lisan
Norma: aturan
Genre: narasi
Komentar
Posting Komentar