Tugas 4 Linguistik Bagan Vokal dan Konsonan NURFADILAH (1955041029) (Makassar)
PENGANTAR
LINGUISTIK
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
Nama : Nurfadilah
Nim : 1955041029
Prodi : PBSD (B)
Ø BAGAN VOKAL dan BAGAN KONSONAN
v BAGAN/ PETA VOKAL
hampar
|
bulat
|
hampar
|
bulat
|
|||||
tinggi
|
t
|
i
|
Ǖ
|
֗ǝ
|
і
|
u
|
||
k
|
i
|
U
|
||||||
tengah
|
t
|
e
|
ö
|
ǝ
|
ë
|
o
|
||
k
|
є
|
ɔ̈
|
ᶺ
|
ɔ
|
||||
rendah
|
ӕ
|
a
|
||||||
depan
|
pusat
|
belakang
|
||||||
Bunyi vokal biasanya di klasifikasikan dan diberi nama sesuai posisi lidah dan bentuk mulut. Posisi lidah tersebut bisa bersifat vertikal dan bisa bersifat horizontal. Secara vertikal dibedakan adanya vokal tinggi, misalnya bunyi (i) dan (u); vokal tengah misalnya bunyi (e) dan (∂); dan vokal rendah misalnya bunyi (a). Secara horizontal dibedakan adanya vokal depan, misalnya bunyi (i) dan (e); vokal pusat misalnya bunyi (∂); dan vokal belakang misalnya bunyi (u) dan (o). Kemudian menurut bentuk mulut dibedakan adanya vokal bundar dan vokal tak bundar. Disebut vokal bundar karena bentuk mulut membundar ketika mengucapkan vokal itu, misalnya vokal (o) dan vokal (u). disebut vokal tak bundar karena bentuk mulut tidak membundar, melainkan melebar, pada waktu mengucapkan vokal tersebut misalnya vokal (i) dan vokal (e).
Berdasarkan posisi lidah dan bentuk
mulut itulah kemudian kita memberi nama akan vokal-vokal itu, misalnya:
[i] adalah vokal depan tinggi tak
bundar
[e] adalah vokal
depan tengah tak bundar
[ǝ] adalah
vokal pusat tengah tak bundar
[o] adalah
vokal belakang tengah bundar
[a] adalah vokal
pusat rendah tak bundar
vBAGAN/ PETA KONSONAN
tempat artikulasi
cara
artikulasi
|
bilabial
|
labiodental
|
apikodental
|
laminoalveolar
|
laminopalatal
|
dorsovelar
|
faringal
|
glotal
|
hambat
|
p b
|
t d
|
k g
|
?
|
||||
geseran
|
f v
|
ꝋ ծ
|
s z
|
ꭍ Ȝ
|
x
|
h
|
||
paduan
|
c
j
|
|||||||
sengauan
|
m
|
n
|
ń
|
ꬼ
|
||||
getaran
|
r
|
|||||||
sampingan
|
l
|
|||||||
hampiran
|
w
|
y
|
Dari peta konsonan di atas, bunyi konsonan dibedakan berdasarkan 3 ktiteria, yaitu:
1).
Berdasarkan posisi pita suara
Dibedakan
menjadi bunyi bersuara dan bunyi tidak bersuara.
·
Bunyi bersuara terjadi apabila pita
suara hanya terbuka sedikit, sehingga terjadilah getaran pada pita suara itu.
Yang termasuk bunyi bersuara antara lain: bunyi [b], [d], [g],
dan [c].
·
Bunyi tidak bersuara terjadi apabila
pita suara terbuka agak lebar, sehingga tidak ada getaran pada pita suara itu.
Yang termasuk bunyi tidak bersuara antara lain: [s], [k], [p],
dan [t].
2).
Berdasarkan tempat artikulasinya
a. bilabial, yaitu
konsonan yang terjadi pada kedua belah bibir; bibir bawah merapat pada bibir
atas. Yang termasuk konsonan bilabial ini adalah bunyi [b], [p], dan [m]. Dalam hal ini perlu
diperhatikan, bunyi [p] dan [b] adalah bunyi oral,
yaitu yang dikeluarkan melalui rongga mulut, sedangkan [m] adalah bunyi nasal,
yaitu bunyi yang dikeluarkan melalui rongga hidung.
b. labiodental, yaitu
konsonan yang terjadi pada gigi bawah dan bibir atas; gigi bawah merapat pada
bibir atas. Yang termasuk konsonan labiodental adalah bunyi [f]
dan [v].
c. laminoalveolar,
yaitu konsonan yang terjadi pada daun lidah dan jusi; dalam hal ini, daun
lidah menempel pada jusi. Yang termasuk konsonan laminoalveolar adalah bunyi [t]
dan [d].
d. dorsovelar, yaitu konsonan yang terjadi
pada pangkal lidah dan velum atau langit-langit lunak. Yang termasuk
konsonan dorsovelar adalah bunyi [k] dan [g].
3).
Berdasarkan cara artikulasi
a. hambat (letupan, plosif, stop). Yaitu
artikulatornya menutup sepenuhnya aliran udara, sehingga udara mampat di belakang tempat
penutupan itu. Kemudian penutupan dibuka secara tiba-tiba
kemudian menyebabkan letupan. Yang termasuk konsonan letupan antara lain: bunyi
[p],
[b], [t], [d], [k], dan [g].
b. geseran
atau frikatif. Artikulator aktif
medekati artikulator pasif, membentuk celah sempit, sehingga udara yang lewat
mendapat gangguan di celah itu. Yang termasuk konsonan geseran antara lain:
bunyi [f],[s], dan [z].
c. paduan
atau frikatif. Artikulator aktif
menghambat semua aliran udara, lalu membentuk celah sempit dengan artikulator
pasif. Yang termasuk konsonan paduan adalah bunyi [c] dan [j].
d. sengauan
atau nasal. Artikulator menghambat
semua aliran udara melalui mulut. Tetapi membiarkannya keluar dengan bebas
melalui rongga hidung. Yang termasuk konsonan sengauan yaitu bunyi [m], [n], dan [ƞ].
e. getaran ( trill).
Artikulator aktif melakukan kontak beruntun dengan artikulator pasif, sehingga
getaran bunyi terjadi berulang-ulang. Yang termasuk konsonan getaran yaitu
bunyi [r].
f. sampingan (lateral).
Artikulator aktif menghambat aliran udara pada bagian tengah mulut, lalu
membiarkan udara keluar melalui samping lidah. Yang termasuk konsonan sampingan
yaitu bunyi [l].
g. hampiran (aproksiman).
Artikulator
aktif dan pasif membentuk ruang yang mendekati posisi terbuka (semi
vokal). Yang termasuk konsonan hampiran yaitu
bunyi [w ] dan [y].
Komentar
Posting Komentar