LINGUISTIK PERUBAHAN FONEM DALAM PUISI
NAMA : NUR
MAULINDAH UMAR
KELAS : PBSD (B)
MAKASSAR
PUISI
Karawang - Bekasi
Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi
tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu
Kenang, kenanglah kami
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu
Kenang, kenanglah kami
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi ...................
Perubahan
Fonem
1. Asimilasi
Yang
dimaksud dengan asimilasi yaitu peristiwa perubahan bunyi menjadi bunyi yang
lain sebagai akibat dari bunyi yang ada di lingkungannya, sehingga bunyi
menjadi sama atau mempunyai ciri-ciri yang sama dengan bunyi yang
mempengaruhinnya.
Contoh
asimilasi:
Sabtu dalam bahasa Indonesia lazim
disebutkan [saptu], dimana terlihat [b] berubah
menjadi [p] karena pengaruh [t].
2. Disimilasi
Yang
dimaksuk disimilasi yaitu peristiwa perubahan bunyi yang menyababkan dua buah
fonem yang sama menjadi berbeda atau berlainan.
Contoh
disimilasi:
Citta yang berubah menjadi
kata cipta dan cinta,
kita lihat bunyi [tt] pada kata citta berubah
menjadi bunyi [pt] pada kata cipta dan
berubah menjadi bunyi [nt] pada kata cinta
3. Netralisasi
Yang dimaksud dengan netralisasi yaitu
pristiwa perubahan bunyi yang menyebabkan batalnya fungsi fonemik sebagai
pembeda makna.
Contoh netralisasi :
Bunyi [lembab] dan [lembap], pada
hakekatnya bunyi ini memiliki makna yang sama. Kita lihat /b/ dan /p/ di sini
kehilangan fungsinya sebagai pembeda makna.
4. Akrifonem
Yang dimaksud dengan akrifonem yaitu
satuan terkecil dalam kosakata yeng menetralisasikan oposisi
antara ciri-ciri makna beberapa leksem.
Contoh akrifonem :
Kata Jawab yang
diucapkan /jawap/ atau diucapkan /jawab/, tetapi bila diberi akhiran –an bentuknya
menjadi jawaban. Jadi, di sini ada /B/ yang realisasinya
bisa menjadi /p/ atau /b/.
5. Metatesis
Yang dimaksud dengan metatesis yaitu
mengubah urutan fonem yang berada dalam satu kata dalam bentuk lain dari fonem
yang sama.
Contoh metatesis :
Pada kata batu, fonem
/b/, /a/, /t/, dan /u/ dapat berubah menjadi bentuk kata lain, seperti : buta,
tuba, dan tabu.
6. Epentesis
Yang dimaksud dengan epentesis yaitu
penambahan huruf dalam satu kata terutama kata pinjaman tanpa mengubah arti
untuk menyesuaikan pola fonologis bahasa peminjam.
Contoh epentesis :
Kata kampak, kita
lihat bunyi [m] disisipkan ditengah kata kapak. Contoh
lainnya pada jumblah, bunyi [b] disisipkan
di tengah kata jumlah.
PERUBAHAN
FONEM PUISI KERAWANG BEKASI
|
MORFEM
|
MORFEM TERIKAT
|
MORFEM BEBAS
|
PERUBAHAN FONEM
|
|
Terbaring
|
Ter-
|
Baring
|
Mendegap/mendegap
|
|
Mendengar
|
Men-
|
Dengar
|
Deru/keru
|
|
Terbayang
|
Ter-
|
Baying
|
Debu/deru
|
|
Mendegap
|
Men-
|
Dengar
|
Kenang/tenang
|
|
Berdetak
|
Ber-
|
Detak
|
Garis/baris
|
|
Diliputi
|
di-
|
Liputi
|
Kamu/kami
|
|
Memperhitungkan
|
Mem-
|
Perhitung-kan
|
Tulang/tilang
|
|
Berserakan
|
Ber-
|
Serakan
|
Mendegap/mendegab
|
|
Melayang
|
Me-
|
Layang
|
Kenang/kenanglah
|
|
Berkata
|
Ber-
|
Kata
|
|
|
Berjagalah
|
Ber-
|
Jaga-lah
|
|
|
Terbaring
|
Ter-
|
baring
|
|
lima
perubahan fonem dalam bahasa Makassar
1. Asimilasi dan Disimilasi
a. Angajarak
Ang+Ngajarak
b.Ammaca
Am+Maca
2.Netralisasi dan Arkifonem
a.Lembab menjadi Lembap
b.Sabtu menjadi Saptu
3.NETRALISASI
a)
Potolo-Botolo
b)
Balao-bajao
4.Kontraksi
a.Tena kuissengi bisa menjadi Tanre
kuissengi
b.Anjo mange bisa menjadi Anjoeng
5.Metatesis dan Epentesis
b) Sapi,isap,siap,pisa
Komentar
Posting Komentar