Nama: Nur Atirah
Nim :1955041021
Prodi :PBSD B
TUGAS KE 6
- Perubahan fonem dalam puisi
- Contoh perubahan fonem dalam bahasa Makassar
1.puisi
Sepi
Tersebab,
Tak mungkin bisa bersama
Mauka aku selalu menukiskan syair hati
Dimana kehidupan dunia bisa diatur sesuai mauku
Lantas kau dan aku menjadi kita......
Hanya bisa memanggil ingatan untuk mengusir kesunyian
Tapi ia datang tak pernah sendirian
Selalu beserta kerinduan
Terbayang suatu hari tangan kita terkait
Terlelap bersama di bawah saku langit
Sepi ini selalu menghantarkanku padamu.
2.perubahan fonem yang terdapat dalam puisi sepi tersebut
Asal kata
|
Morfem terikat
|
Morfem bebas
|
Asimilasi dan asimilasi
|
Tersebab
|
Ter
|
Sebab
|
Bisa-busa
|
Bersama
|
Ber
|
Sama
|
Hati-pati
|
Menuliskan
|
Me
|
Nuliskan
|
Lantas-lintas
|
Dimana
|
Di
|
Mana
|
Sepi-tepi
|
Kehidupan
|
Ke
|
Hidupan
| |
Diatur
|
Di
|
Atur
| |
Memanggil
|
Me
|
Manggil
| |
Mengusir
|
Me
|
Ngusir
| |
Kesunyian
|
Ke
|
Sunyi
| |
Kerinduan
|
Ke
|
Rindu
| |
Terbayang
|
Ter
|
Bayang
| |
Terlelap
|
Ter
|
Lelap
| |
Bersama
|
Ber
|
Sama
| |
Menghantarkanku
|
Meng
|
Hantarkan
|
3. Perubahan Fonem
1. Asimilasi
Yang dimaksud dengan asimilasi yaitu pristiwa perubahan bunyi menjadi bunyi yang lain sebagai akibat dari bunyi yang ada di lingkungannya, sehingga bunyi menjadi sama atau mempunyai ciri-ciri yang sama dengan bunyi yang mempengaruhinnya.
Contoh asimilasi:
-Assalak menjadi asalak
Sabtu dalam bahasa Indonesia lazim disebutkan [saptu], dimana terlihat [b] berubah menjadi [p] karena pengaruh [t].
2. Disimilasi
Yang dimaksuk disimilasi yaitu peristiwa perubahan bunyi yang menyababkan dua buah fonem yang sama menjadi berbeda atau berlainan.
Citta yang berubah menjadi kata cipta dan cinta, kita lihat bunyi [tt] pada kata citta berubah menjadi bunyi [pt] pada kata cipta dan berubah menjadi bunyi [nt] pada kata cinta
Contoh;
-balao menjadi bayao
3. Netralisasi
Yang dimaksud dengan netralisasi yaitu pristiwa perubahan bunyi yang menyebabkan batalnya fungsi fonemik sebagai pembeda makna.
Bunyi [lembab] dan [lembap], pada hakekatnya bunyi ini memiliki makna yang sama. Kita lihat /b/ dan /p/ di sini kehilangan fungsinya sebagai pembeda makna.
Contoh; lakba menjadi lakbak
4. Akrifonem
Yang dimaksud dengan akrifonem yaitu satuan terkecil dalam kosakata yeng menetralisasikan oposisi antara ciri-ciri makna beberapa leksem.
Kata Jawab yang diucapkan /jawap/ atau diucapkan /jawab/, tetapi bila diberi akhiran –an bentuknya menjadi jawaban. Jadi, di sini ada /B/ yang realisasinya bisa menjadi /p/ atau /b/.
Contok;
-kelong menjadi akkelong
5. Metatesis
Yang dimaksud dengan metatesis yaitu mengubah urutan fonem yang berada dalam satu kata dalam bentuk lain dari fonem yang sama.Pada kata batu, fonem /b/, /a/, /t/, dan /u/ dapat berubah menjadi bentuk kata lain, seperti : buta, tuba, dan tabu.
Contoh; jurang-jarang
6. Epentesis
Yang dimaksud dengan epentesis yaitu penambahan huruf dalam satu kata terutama kata pinjaman tanpa mengubah arti untuk menyesuaikan pola fonologis bahasa peminjam.
Kata kampak, kita lihat bunyi [m] disisipkan ditengah kata kapak. Contoh lainnya pada jumblah, bunyi [b] disisipkan di tengah kata jumlah.
Contoh; Anne-Annhe
Komentar
Posting Komentar