Nama:Irma Nirwana
Nim:1955040014
Kelas:PBSD B Makassar
1.puisi
Menyerah

Maaf,aku harus menyerah
                                    Telah lama kucoba untuk bertahan namun aku
                                                              Semakin terluka

Maaf,aku harus menyerah
                                                         Kuat inginku untuk bertahan namun hati tak                 
                                                              Bisa lagi menerima

Maaf,aku harus menyerah
                                 Luka ini sudah terlalu dalam hingga membuat
         Hatiku pecah bergemilang darah

Maaf,aku harus menyerah
                                      Menghentikan langkah menutup semua lembar
                             Kisah mimpi indah sepasang anak manusia
                                                             Yang bercinta tentang cinta

Maaf,aku menyerah….
2.Perubahan fonem yang terdapat pada puisi Menyerah di atas tersebut
    
Asal kata
Morfem terikat
Morfem bebas
Asimilasi dan Disimilasi
Kucoba
Ku
Coba
Cinta/Cipta
Bertahan
Ber
Tahan
Membuat/Pembuat
Semakin
Se
Makin
Darah/Parah
Terluka
Ter
Luka
Menutup/Penutup
Terlalu
Ter
Lalu

Membuat
Mem
Buat

Bergemilang
Ber
Gemilang

Menghentikan           
Meng
Hentikan

Sepasang
Se
Pasang

Bercinta
Ber
Cinta


3.Contoh fonem dalam bahasa Makassar
    1.Asimilasi dan Disimilasi
    Keterangan:
       a.Angngerang
           Ang+Ngerang=Angngerang
     b.Angnganre
          Ang+Nganre=Angnganre
2.Netralisasi dan Arkifonem
Keterangan:
     a.Sabtu  na Saptu
          Kedua bunyi itu tidak membedakan makna.
     b.Paru na Beru
          Kedua bunyi itu tidak membedakan makna.

3.Umlaut,Ablaut,dan Harmoni Vokal
Keterangan:
     a.Sing
     b.Sang
          Kata Sing menjadi sang dan sung.
4.Kontraksi
Bentuk asli
Penghilangan yang terjadi
Bentuk hasil kontraks
Contoh kalimat
Angngura
Hilang suku kata{ Ang}
Ngura
Ngura tena nu mange sikola?
Sampekpa
Hilang kata {Pa}
Sampek
Mangeki angnganre juku sampe ri balla

5.Metatesis dan Epentetis
     a.Jalur na Lajur
     b.Kolar na Koral
         Pada kata di atas bukan mengubah bentuk fonem menjadi fonem yang lain,melainkan mengubah urutan fonem yang terdapat dalam suatu kata.


4.pengertian lima perubahan fonem
1.Asimilasi dan Desimilasi
1.Asimilasi
Asimilasi merupakan perubahan morfofonemik tempat sebuah fonem yang cenderung lebih banyak menyerupai fonem lingkungannya. Asimilasi adalah peristiwa berubahnya sebuah bunyi menjadi bunyi yang lain sebagai akibat dari bunyi yang ada di lingkungannya, sehingga bunyi itu menjadi sama atau mempunyai ciri-ciri yang sama dengan bunyi yang mempengaruhinya.  Misalnya, kata sabtu dalam bahasa indonesia sering diucapkan /saptu/, dimana terlihat bunyi /b/ berubah menjadi /p/ sebagai akibat pengaruh /t/, bunyi /b/ adalah bunyi hambat bersuara sedangkan bunyi /t/ adalah bunyi hambat tak bersuara. Oleh karena itu bunyi /b/ yang bersuara iru, karena pengaruh bunyi /t/ yang tak bersuara, berubah menjadi bunyi /p/ yang juga tidak bersuara.

     Desimilasi adalah  kalau dalam asimilasi fonem mengalami perubahan mendekati fonem lingkungannya, maka dalam disimilasi fonem tersebut seakan-akan menjauhi persamaan dengan fonem lingkungannya. Dengan kata lain terjadi pelainan bunyi demi kepentingan kelancaran ucapan.
Misalnya, dalam bahasa Sansekerta kata cipta dan cinta yang berasal dari bahasa Sansekerta citta. Kita lihat bunyi /tt/ pada kata citta berubah menjadi bunyi /pt/ pada kata cipta dan bunyi /nt/ pada kata cinta.
Contoh lainnya:
                                    in + noble                      ignoble
                                    saj + jana (skt)               sarjana
                                    sayur + sayur               sayur mayur
2..Netralisasi dan arkifonem
Netralisasi ialah hilangnya kontras antara dua buah fonem yang berbeda. Misalnya, bunyi [b] pada kata jawab bisa dilafalkan sebagai bunyi [p] dan juga sebagai [b], sehingga kata jawab itu bisa dilafalkan sebagai [jawab] dan [jawap]. Hal seperti ini di dalam kajian fonemik disebut arkifonem, yakni dua buah fonem yang kehilangan kontrasnya. Sebagai arkifonem kedua fonem itu dilambangkan sebagai fonem B ditulis huruf capital. Kenapa fonem B bukan p? karena apabila diberi proses afiksasi dengan sufiks {-an}, fonem bnya itu akan muncul kembali jadi {jawab} + {-an} [ja.wa.ban].

3.Umlaut, Ablaut, dan Harmoni Vokal
Kata umlaut berasal dari bahasa Jerman. Dalam studi fonologi kata ini mempunyai pengertian: perubahan vokal sedemikian rupa sehingga vokal itu diubah menjadi vokal yang lebih tinggi sebagai akibat dari vokal yang berikutnya yang tinggi.
Ablaut adalah perubahan vokal yang kita temukan dalam bahasa-bahasa Indo Jerman untuk menandai berbagai fungsi gramatikal.
4.Kontraksi
Dalam percakapan yang cepat atau dalam situasi yang informal seringkali penutur menyingkat atau memperpendek ujarannya. Dalam pemendekan seperti ini, yang dapat berupa hilangnya sebuah fonem atau lebih, ada yang berupa kontraksi. Dalam kontraksi, pemendekan itu menjadi satu segmen dengan pelafalannya sendiri-sendiri.
5.Metatesis dan Epetetis
     Proses metatesis buka mengubah bentuk fonem menjadi fonem yang lain, melainkan mengubah urutan fonem yang terdapat dalam suatu kata. Lazimnya, bentuk asli dan bentuk metatesisnya sama-sama terdapat dalam bahasa tersebut variasi. Perubahan bunyi atau fonem yang dibicarakn di atas hanya terjadi pada bahas-bahasa tertentu, yang tidak harus terjadi pad bahasa lain.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

ALAT UCAP PADA MANUSIA.

Modus, Aspek, Kala, Modalitas, Fokus beserta contohnya dalam bahasa Makassar

tugas ke 4 (Klasifikasi Bunyi)