Pengantar linguinstik tentang puisi dan perubahan fonem
Pengantar linguinstik tentang puisi dan perubahan
fonem
Nama : Illang
Kelas : PBSD B
Nim : 1955042016
Dunia
Kini
Minggu pagi pun merebak,,,
Bagai daun kering berguguran,,
Tak henti-henti berguguran,,,
Saat semuanya
terlena,,,
Semuanya berubah,,
sekelompok
manusia berencana yang merubah,,,
Yang salah jadi seperti biasa,,
Yang aneh jadi seperti wajar,,
Hati-hatilah sayang,,
Itulah
dunia kini.
|
Morfem bebas
|
Morfem terikat
|
|
Rebak
|
Me
|
|
Gugur
|
Ber – An
|
|
Semua
|
Nya
|
|
Ubah
|
Ber
|
|
Kelompok
|
Se
|
|
Rencana
|
Ber
|
|
Ubah
|
Mer
|
|
Itu
|
Lah
|
Perubahan Fonem
1. Asimilasi
Yang dimaksud dengan
asimilasi yaitu peristiwa perubahan bunyi menjadi bunyi yang lain sebagai
akibat dari bunyi yang ada di lingkungannya, sehingga bunyi menjadi sama atau
mempunyai ciri-ciri yang sama dengan bunyi yang mempengaruhinnya.
Contoh asimilasi:
1. Angnganre= Ang+nganre
2. Angngajarak= ang+ngajarak
2. Disimilasi
Yang dimaksuk
disimilasi yaitu peristiwa perubahan bunyi yang menyababkan dua buah fonem yang
sama menjadi berbeda atau berlainan.
Contoh disimilasi:
1.
Lembab menjadi lembap
2.
Sabtu menjadi saptu
3. Netralisasi
Yang dimaksud dengan
netralisasi yaitu pristiwa perubahan bunyi yang menyebabkan batalnya fungsi
fonemik sebagai pembeda makna.
Contoh netralisasi :
1.
Bayao dan balao
2.
Potolo dan botolo
4. Akrifonem
Yang dimaksud dengan
akrifonem yaitu satuan terkecil dalam kosakata yeng menetralisasikan oposisi
antara ciri-ciri makna beberapa leksem.
Contoh akrifonem :
Tena menjadi tanre
5. Metatesis
Yang dimaksud dengan
metatesis yaitu mengubah urutan fonem yang berada dalam satu kata dalam bentuk
lain dari fonem yang sama.
Contoh metatesis
: ngalle, ngella, dan langnge
6. Epentesis
Yang dimaksud dengan
epentesis yaitu penambahan huruf dalam satu kata terutama kata pinjaman tanpa
mengubah arti untuk menyesuaikan pola fonologis bahasa peminjam.
Komentar
Posting Komentar