TUGAS 5 LINGUISTIK (MORFEM BEBAS DAN MORFEM TERIKAT)


TUGAS 5 MORFEM BEBAS DAN MORFEM TERIKAT



NAMA    :   NURSINTA

NIM     :   1955042023

PRODI    :   PBSD (B)



Pengertian morfem

            Morfem (morpheme) dianggap sebagai gramatikal terpenting yang mendasari terjadinya proses pembentukan suatu kata morfem pada umumnya terbagi ata dua bagian yaitu, morfem bebas dan morfem terikat. Beberapa ahli morfologi mengusulkan  penambahan klasifikasi morfem menjadi: morfem segmental dan supra segmental, morfem bermakna leksikal dan tak brmakna leksikal, morfem utuh dan terbelah, morfem monofonemis dan polifonemis, morfem aditif, replasif,substraktif. Namun, pada dasarnya klasifikasi tersebutdi kembangkan dari dua jenis morfem pertama.

  1. Morfem bebas (free morpheme)
    Morfem bebas (free morpheme) yaitu morfem yang tidak terikat oleh satuan lain.
    Morfem ini mampu  berdiri sendiri dan memiliki arti yang lengkap dan utuh. Oleh karena itu mormem ini juga dikatakan sebagai kata asal atau dasar.
  2. Morfem terikat (bound morpheme)
    Morfem terikat (bound morpheme) yaitu morfem yang tidak mampu berdiri sendiri. Kehadirannya selalu melekat pada konstruksi lai yang lebih besar, misalnya kata dasar. Pola perekatan antara morfem terikat dengan kata dasar inilah yang dinamakan proses afiksasi.


NO.
ASAL KATA
MORFEM TERIKAT
MORFEM BEBAS
1.
angajarak
ang-
ajarak
2.
Akboya
ak-
boya
3.
Akbate
ak-
bate
4.
Akbaluk
ak-
baluk
5.
akbayarak
ak-
bayarak
6.
Accinik
ac-
cinik
7.
accarita
ac-
carita
8.
angngerang
ang-
erang
9.
Akkiok
ak-
kiok
10.
angokkok
ang-
kokkok
11.
Allappak
al-
lappak
12.
aklamung
ak-
lamung
13.
Ammalli
am-
malli
14.
ammolong
am-
molong
15.
Appalak
ap-
palak
16.
Akparek
ak-
Parek
17.
assassa
as-
sassa
18.
attunu
at-
tunu
19.
angngukirik
ang-
ukirik
20.
akparek
Ak-
parek

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ALAT UCAP PADA MANUSIA.

Modus, Aspek, Kala, Modalitas, Fokus beserta contohnya dalam bahasa Makassar

tugas ke 4 (Klasifikasi Bunyi)