Tugas 6

Nama:Annisa Asywa Fahrani
Nim:1955041015

Kami yang kini terbaring antara
Karawang-Bekasi
tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ? 

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak 
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu
Kenang, kenanglah kami 

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu 
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan 

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata Kaulah sekarang yang berkata 

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak 

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian 

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi ...................

Perubahan Fonem
1.     Asimilasi
Yang dimaksud dengan asimilasi yaitu peristiwa perubahan bunyi menjadi bunyi yang lain sebagai akibat dari bunyi yang ada di lingkungannya, sehingga bunyi menjadi sama atau mempunyai ciri-ciri yang sama dengan bunyi yang mempengaruhinnya.
Contoh asimilasi:
Sabtu dalam bahasa Indonesia lazim disebutkan [saptu], dimana terlihat [bberubah menjadi [p] karena pengaruh [t].
2.     Disimilasi
Yang dimaksuk disimilasi yaitu peristiwa perubahan bunyi yang menyababkan dua buah fonem yang sama menjadi berbeda atau berlainan.
Contoh disimilasi:
Citta yang berubah menjadi kata cipta dan cinta, kita lihat bunyi [ttpada kata citta berubah menjadi bunyi [pt] pada kata cipta dan berubah menjadi bunyi [nt] pada kata cinta
3.     Netralisasi
Yang dimaksud dengan netralisasi yaitu pristiwa perubahan bunyi yang menyebabkan batalnya fungsi fonemik sebagai pembeda makna.
Contoh netralisasi :
Bunyi [lembab] dan [lembap], pada hakekatnya bunyi ini memiliki makna yang sama. Kita lihat /b/ dan /p/ di sini kehilangan fungsinya sebagai pembeda makna.
4.     Akrifonem
Yang dimaksud dengan akrifonem yaitu satuan terkecil dalam kosakata yeng menetralisasikan oposisi antara ciri-ciri makna beberapa leksem.
Contoh akrifonem :
Kata  Jawab yang diucapkan /jawap/ atau diucapkan /jawab/, tetapi bila diberi akhiran –an bentuknya menjadi jawaban. Jadi, di sini ada /B/ yang realisasinya bisa menjadi /p/ atau /b/.
5.     Metatesis
Yang dimaksud dengan metatesis yaitu mengubah urutan fonem yang berada dalam satu kata dalam bentuk lain dari fonem yang sama.
Contoh  metatesis :
Pada  kata batu, fonem /b/, /a/, /t/, dan /u/ dapat berubah menjadi bentuk kata lain, seperti : buta, tuba, dan tabu.
6.     Epentesis
Yang dimaksud dengan epentesis yaitu penambahan huruf dalam satu kata terutama kata pinjaman tanpa mengubah arti untuk menyesuaikan pola fonologis bahasa peminjam.
Contoh epentesis :
Kata kampak, kita lihat bunyi [m] disisipkan ditengah kata kapak. Contoh lainnya pada jumblah, bunyi [bdisisipkan di tengah kata jumlah.

PERUBAHAN FONEM PUISI KERAWANG BEKASI
MORFEM
MORFEM TERIKAT
MORFEM BEBAS
PERUBAHAN FONEM
Terbaring
Ter-
Baring
Mendegap/mendegap
Mendengar
Men-
Dengar
Deru/keru
Terbayang
Ter-
Baying
Debu/deru
Mendegap
Men-
Dengar
Kenang/tenang
Berdetak
Ber-
Detak
Garis/baris
Diliputi
di-
Liputi
Kamu/kami
Memperhitungkan
Mem-
Perhitung-kan
Tulang/tilang
Berserakan
Ber-
Serakan
Mendegap/mendegab
Melayang
Me-
Layang
Kenang/kenanglah
Berkata
Ber-
Kata

Berjagalah
Ber-
Jaga-lah

Terbaring
Ter-
baring


lima perubahan fonem dalam bahasa Makassar
     1. Asimilasi dan Disimilasi
           a. Angajarak
             Ang+Ngajarak
          b.Ammaca
               Am+Maca
     2.Netralisasi dan Arkifonem
          a.Lembab menjadi Lembap
          b.Sabtu menjadi Saptu
     3.NETRALISASI
a)     Potolo-Botolo
b)     Balao-bajao
     4.Kontraksi
         a.Tena kuissengi bisa menjadi Tanre kuissengi
          b.Anjo mange bisa menjadi Anjoeng
   5.Metatesis dan Epentesis
a)     Mate,tema,meta
b)     Sapi,isap,siap,pisa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ALAT UCAP PADA MANUSIA.

Modus, Aspek, Kala, Modalitas, Fokus beserta contohnya dalam bahasa Makassar

tugas ke 4 (Klasifikasi Bunyi)