Tugas Pengantar Linguistik Puisi dan Perubahan Fonem
NAMA : PUTRI NURUL AMALIA
NIM : 1955041014
KELAS : PBSD B
Bayang di Balik Tirai
Khusyuk melebur dzikir
Menunduk penuh harap
Memecah batu di dada
Menguping kisah bayang
Di balik tirai
Para pecinta mabuk kepayang
Pada bait bait penghambaan
Hingga sirnah rasa ingin segala yang nampak di mata
Mempertemukan wajah hamba
Dengan Sang Kekasih
Cahaya di atas Cahaya
PERUBAHAN FONEM PUISI BAYANG di BALIK TIRAI
MORFEM TERIKAT MORFEM BEBAS
Me Lebur
Peng, an Hamba
Pe Cinta
Mem, per, an. Temu
PERUBAHAN FONEM
Kepayang/kebayang
Hampa/hamba
Wajah/wadah
Harap/harab
Memecah/mengecap
Khusyuk/khusus
Menguping/mengepang
Batu/bata
Memecah/memecat
Menunduk/menunjuk
Me+tunduk = menunduk
Me+pecah = memecah
Me+ kuping
Perubahan Fonem
1. Asimilasi
Yang dimaksud dengan asimilasi yaitu peristiwa perubahan bunyi menjadi bunyi yang lain sebagai akibat dari bunyi yang ada di lingkungannya, sehingga bunyi menjadi sama atau mempunyai ciri-ciri yang sama dengan bunyi yang mempengaruhinnya.
Contoh asimilasi:
Sabtu dalam bahasa Indonesia lazim disebutkan [saptu], dimana terlihat [b] berubah menjadi [p] karena pengaruh [t].
2. Disimilasi
Yang dimaksuk disimilasi yaitu peristiwa perubahan bunyi yang menyababkan dua buah fonem yang sama menjadi berbeda atau berlainan.
Contoh disimilasi:
Citta yang berubah menjadi kata cipta dan cinta, kita lihat bunyi [tt] pada kata citta berubah menjadi bunyi [pt] pada kata cipta dan berubah menjadi bunyi [nt] pada kata cinta
3. Netralisasi
Yang dimaksud dengan netralisasi yaitu pristiwa perubahan bunyi yang menyebabkan batalnya fungsi fonemik sebagai pembeda makna.
Contoh netralisasi :
Bunyi [lembab] dan [lembap], pada hakekatnya bunyi ini memiliki makna yang sama. Kita lihat /b/ dan /p/ di sini kehilangan fungsinya sebagai pembeda makna.
4. Akrifonem
Yang dimaksud dengan akrifonem yaitu satuan terkecil dalam kosakata yeng menetralisasikan oposisi antara ciri-ciri makna beberapa leksem.
Contoh akrifonem :
Kata Jawab yang diucapkan /jawap/ atau diucapkan /jawab/, tetapi bila diberi akhiran –an bentuknya menjadi jawaban. Jadi, di sini ada /B/ yang realisasinya bisa menjadi /p/ atau /b/.
5. Metatesis
Yang dimaksud dengan metatesis yaitu mengubah urutan fonem yang berada dalam satu kata dalam bentuk lain dari fonem yang sama.
Contoh metatesis :
Pada kata batu, fonem /b/, /a/, /t/, dan /u/ dapat berubah menjadi bentuk kata lain, seperti : buta, tuba, dan tabu.
6. Epentesis
Yang dimaksud dengan epentesis yaitu penambahan huruf dalam satu kata terutama kata pinjaman tanpa mengubah arti untuk menyesuaikan pola fonologis bahasa peminjam.
Contoh epentesis :
Kata kampak, kita lihat bunyi [m] disisipkan ditengah kata kapak. Contoh lainnya pada jumblah, bunyi [b] disisipkan di tengah kata jumlah.
NIM : 1955041014
KELAS : PBSD B
Bayang di Balik Tirai
Khusyuk melebur dzikir
Menunduk penuh harap
Memecah batu di dada
Menguping kisah bayang
Di balik tirai
Para pecinta mabuk kepayang
Pada bait bait penghambaan
Hingga sirnah rasa ingin segala yang nampak di mata
Mempertemukan wajah hamba
Dengan Sang Kekasih
Cahaya di atas Cahaya
PERUBAHAN FONEM PUISI BAYANG di BALIK TIRAI
MORFEM TERIKAT MORFEM BEBAS
Me Lebur
Peng, an Hamba
Pe Cinta
Mem, per, an. Temu
PERUBAHAN FONEM
Kepayang/kebayang
Hampa/hamba
Wajah/wadah
Harap/harab
Memecah/mengecap
Khusyuk/khusus
Menguping/mengepang
Batu/bata
Memecah/memecat
Menunduk/menunjuk
Me+tunduk = menunduk
Me+pecah = memecah
Me+ kuping
Perubahan Fonem
1. Asimilasi
Yang dimaksud dengan asimilasi yaitu peristiwa perubahan bunyi menjadi bunyi yang lain sebagai akibat dari bunyi yang ada di lingkungannya, sehingga bunyi menjadi sama atau mempunyai ciri-ciri yang sama dengan bunyi yang mempengaruhinnya.
Contoh asimilasi:
Sabtu dalam bahasa Indonesia lazim disebutkan [saptu], dimana terlihat [b] berubah menjadi [p] karena pengaruh [t].
2. Disimilasi
Yang dimaksuk disimilasi yaitu peristiwa perubahan bunyi yang menyababkan dua buah fonem yang sama menjadi berbeda atau berlainan.
Contoh disimilasi:
Citta yang berubah menjadi kata cipta dan cinta, kita lihat bunyi [tt] pada kata citta berubah menjadi bunyi [pt] pada kata cipta dan berubah menjadi bunyi [nt] pada kata cinta
3. Netralisasi
Yang dimaksud dengan netralisasi yaitu pristiwa perubahan bunyi yang menyebabkan batalnya fungsi fonemik sebagai pembeda makna.
Contoh netralisasi :
Bunyi [lembab] dan [lembap], pada hakekatnya bunyi ini memiliki makna yang sama. Kita lihat /b/ dan /p/ di sini kehilangan fungsinya sebagai pembeda makna.
4. Akrifonem
Yang dimaksud dengan akrifonem yaitu satuan terkecil dalam kosakata yeng menetralisasikan oposisi antara ciri-ciri makna beberapa leksem.
Contoh akrifonem :
Kata Jawab yang diucapkan /jawap/ atau diucapkan /jawab/, tetapi bila diberi akhiran –an bentuknya menjadi jawaban. Jadi, di sini ada /B/ yang realisasinya bisa menjadi /p/ atau /b/.
5. Metatesis
Yang dimaksud dengan metatesis yaitu mengubah urutan fonem yang berada dalam satu kata dalam bentuk lain dari fonem yang sama.
Contoh metatesis :
Pada kata batu, fonem /b/, /a/, /t/, dan /u/ dapat berubah menjadi bentuk kata lain, seperti : buta, tuba, dan tabu.
6. Epentesis
Yang dimaksud dengan epentesis yaitu penambahan huruf dalam satu kata terutama kata pinjaman tanpa mengubah arti untuk menyesuaikan pola fonologis bahasa peminjam.
Contoh epentesis :
Kata kampak, kita lihat bunyi [m] disisipkan ditengah kata kapak. Contoh lainnya pada jumblah, bunyi [b] disisipkan di tengah kata jumlah.
Komentar
Posting Komentar