LINGUISTIK PERUBAHAN FONEM DALAM PUISI
NAMA  : NUR MAULINDAH UMAR
KELAS   : PBSD (B) MAKASSAR

Pengertian Morfofonemik
Morfofonemik adalah proses perubahan-perubahan fonem yang timbul dalam pembentukan kata akibat pertemuan morfem dengan morfem lain. Misalnya kata membaca terdiri dari dua morfem, yaitu morfem meN- dan morfem baca. Akibat pertemuan kedua morfem itu, fonem nasal (N) pada morfem meN- berubah, sehingga meN- menjadi mem-. Perubahan fonem itu tergantung pada kondisi bentuk dasar (dasar kata) yang diikutinya.

PUISI
Karawang - Bekasi

Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi
tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu
Kenang, kenanglah kami 

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi ...................

A.   Pemunculan fonem
Pemunculan fonem adalah munculnya fonem (bunyi) dalam proses morfologi yang pada mulanya tidak ada.
1.    Teriak
Bentuk dasar teriak yang menjadi /teriyak/ di mana dapat konsonan /y/ yang awalnya tidak ada.
2.    Selesai
Bentuk dasar selesi yang menjadi /selesayi/ di mana muncul konsonan/y/ yang awalnya tidak ada.
3.    Kaulah
Bentuk dasar selesai yang menjadi /kauwlah/ di mana muncul konsonan /w/ yang semula tidak ada.
4.    Siapa
Bentuk dasar siapa yang menjadi /siyapa/ di mana muncul konsonan /y/ yang semula tidak ada.
5.    Atau
Bentuk dasar atau yang menjadi /atawu/ dimana muncul konsonan /w/ yang semula tidak ada
6.    Nilai
Bentuk dasar nilai yang menjadi/nilayi/ di mana terdapat pemunculan konsonan /y/ yang awalnya tidak ada.
7.    Impian
Bentuk dasar impin yang menjdi /impiyan/ di mana terdapat pemunculan fonem konsonan /y/ yang awalnya tidak ada.


B.  Penambahan fonem
1.    Terbaring
Penambahan pengimbuhan prefiks /ter/ dengan bentuk dasar baring dimana muncul konsonan /ter/.
2.     Mendengar
Penambahan pengimbuhan prefiks /men/ dengan bentuk dasar dengar yang menjadi mendengar,di mana munculnya konsonan /men/.
C.    Pergeseran
     Pergeseran fonem adalah  posisi sebuah fonem dari satu suku kata ke dalam suku kata yang lainnya.

1.kemerdekaan
ke. Merdeka + -an                    
2.diliputi
di. liput + i                        
3.serakan
se.rak +- an                 
4.memperhitungkan
mem.perhitung+-kan                          
5.tentukan
ten.tuk+-an                          
6.kemenangan
ke.menang+-an                  
7.pernyataan
per.nyata+-an                  


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ALAT UCAP PADA MANUSIA.

Modus, Aspek, Kala, Modalitas, Fokus beserta contohnya dalam bahasa Makassar

tugas ke 4 (Klasifikasi Bunyi)