Modus dalam Linguistik

Nama :  Nur Elsha Arsyad
Nim :  1955041006
Kelas :  B (PBSD)


Modus yaitu pengungkapan atau penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran si pembicara atau sikap si pembicara tentang apa yang diucapkannya.
Ø Terdapat 7 macam modus antara lain yaitu:
a.       Modus indikatif atau modus deklaratif, yaitu modus yang menunjukkan sikap objektif atau netral.
Contoh:
1). Ir. Soekarno adalah Presiden pertama Indonesia.
=  Parasideng makasekre Indonesia iami antu Ir. Soekarno.
2). Setiap hari senin anak sekolah melaksanakan upacara bendera.
=  Punna allo-allona sanneng anak sikolaya upacara banderai.
b.      Modus optatif, yaitu modus yang menunjukkan harapan atau keinginan
Contoh:
1). Semoga kelak nanti saya bisa menjadi orang sukses.
=  Barang ammuko membarak akkullea akjari tau akmatu-matu.
2). Mudah-mudahan saya bisa diberi rezeki agar bisa membantu orang lain.
=  Barang akkullea disare dallek naakkullei kubali tau maraengnga.

c.     Modus imperatif, yaitu modus yang menyatakan perintah, larangan, atau tegahan.
Contoh:
1). Janganlah durhaka kepada orang tua Anda!
=  Teaki dorakai mange ri tau toata!
2). Marilah kita bersama-sama meminta doa kepada Allah Swt!
=  Maeki nakissama-sama appalak doangang mange ri karaeng Alla Taala!
d.      Modus interogatif, yaitu modus yang menyatakan pertanyaan.
Contoh:
1). Mengapa kamu bisa jatuh?
=  Angngapa nakikkulle ammattung?
2). Siapa yang meninggal kemarin?
=  Inai ammoterang ri subangngi?
e.       Modus obligatif, yaitu modus yang menyatakan keharusan.
Contoh:
1). Kamu harus mengumpulkan tugasmu besok.
 =  Paknassa memangmi jama-jamangta ammuko.
2). Kita harus saling menghormati sesama manusia.
 = Katte parangtak tau paralluki sipakalakbirik ngaseng.
f.        Modus desideratif, yaitu modus yang menyatakan keinginan atau kemauan.
Contoh:
1). Saya ingin menaikkan haji orang tua saya.
=  Eroka nakke ampanaiki ajji tau toaku.
2). Saya ingin bertemu dengan teman baik saya di Jakarta
=  Eroka nakke assibuntuluk siagang agang bajikku ri Jakarta
g.       Modus kondisional, yaitu modus yang menyatakan persyaratan.
Contoh:
1). Anda akan selamat dunia akhirat jika berbakti kepada orang tua.
= Salamakki lino aherak punna bajikki mange ri tau toata.
2). Anda akan menjadi sukses jika Anda rajin belajar dengan bersungguh-sungguh.
= Akkulleki akjari tau akmatu-matu punna rajengki appilajarak attojeng-tojeng.

Aspek yaitu cara untuk memandang pembentukan waktu secara internal di dalam suatu situasi, keadaan, kejadian, atau proses.
Ø Terdapat 7 macam aspek antara lain yaitu:
a.    Aspek kontinuatif,yaitu aspek yang menyatakan perbuatan terus berlangsung.
Contoh:
1). Rini tetap semangat belajar meskipun ayahnya sudah meninggal.
= Tetaki assumangak appilajarak i Rini manna ammoterangmi manggena.
2). Mila tetap iri kepada Dira.
=  Tetaki Mila kodi nyawana mange ri Dira.
b.      Aspek inseptif, yaitu aspek yang menyatakan peristiwa atau kejadian baru mulai.
Contoh:
1). Fijar mulai berangkat ke sekolahnya.
 = Pakaramulami aklampa i Fijar mange ri sikolanna.
2). Ratna mulai belajar matematika di kelasnya.
 = Pakaramulami appilajarak matematika i Ratna ri kalasakna.
c.      Aspek progresif, yaitu aspek yang menyatakan perbuatan sedang berlangsung.
Contoh:
1). Kami sekarang sedang menanam pohon mangga.
 = Kamma-kammaya anne aklamungki katte pokok taipa.
2). Herika sedang menyapu di ruang kelasnya.
 = Akbarrasaki Herika ri kalasakna.
d.      Aspek repetitif, yaitu aspek yang menyatakan perbuatan itu terjadi berulang-ulang.
Contoh:
1). Yuli terus memarahi Tiara hingga Tiara menangis.
 = Tarrusuki akmoro-moro i Yuli mange ri Tiara sanggena angngarruk i Tiara.
2). Andi bertengkar dengan Anto hingga mereka babak-belur.
 =Assibakji i Andi siagang i Anto sanggenna lokok ngaseng.
e.       Aspek perfektif, yaitu aspek yang menyatakan perbuatan sudah selesai.
Contoh:
1). Imha sudah membeli baju dan celana jeans.
 = Imha lekbami ammalli baju siagang saluara jeans.
2). Shasa sudah mengantar kue ke rumah neneknya.
 = Shasa lekbami angngantarak kanrejawa  mange ri ballakna datokna.
f.        Aspek imperfektif,yaitu aspek yang menyatakan perbuatan berlangsung sebentar.
Contoh:
1). Risna melihat pemandangan indah di pantai.
 =  i Risna acciniki pamandangan gakgaya ri tamparanga.
2). Ikshan berada di sekolahnya mulai pukul 07:00 pagi hingga pukul 02:00 siang.
 = Niaki Ikshan ri sikolanna appakaramulai tette tuju ri barikbasaka sanggenna tette rua ri tangngallo alloa.
g.       Aspek sesatif, yaitu aspek yang menyatakan perbuatan berakhir.
Contoh:
1). Risma telah memaafkan kesalahan temannya.
 = Napammopporammi i Risma kasalanna agangna.
2). Polisi telah menangkap pencuri itu.
 = Nijakkalakmi ri polisi anjo palukka ka.

 Modalitas yaitu keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal yang dibicarakan, yaitu mengenai perbuatan, keadaan, dan peristiwa atau juga sikap terhadap lawan bicaranya.
Ø Terdapat 4 macam modalitas antara lain yaitu:
a.    Modalitas intensional,yaitu modalitas yang menyatakan keinginan, harapan, permintaan, atau juga ajakan.
Contoh:
1). Saya ingin melihat nenek saya terus diberi kesehatan.
 =  Eroka nakke anciniki tautoaku tarrusuk disare kagassingang.
2). Semoga kelak nanti saya bisa menjadi seorang PNS.
 = Barang ammuko membarak akkullea nakke akjari PNS.
b. Modalitas epistemik,yaitu modalitas yang menyatakan kemungkinan, kepastian, dan keharusan.
Contoh:
1). Kalau tidak sakit I Noval pasti pergi bersekolah.
 = Punna tena nagarring i Noval tantumi mange assikola.
2). Kita harus membantu orang yang terkena bencana.
 = Kibali memangmi katte anjo tau natabaya bala.
c. Modalitas deontik,yaitu modalitas yang menyatakan keizinan atau keperkenaan.
Contoh:
1). Kamu bisa meminjam buku saya sampai hatimu puas.
 =  Akkullejaki angnginrangi bobbokku sanggenna assau atingta.
2). Anda boleh memakai tas saya sampai besok.
 = Akkullejaki ampakei tasi’ku sanggenna ammuko.
d.     Modalitas dinamik,yaitu modalitas yang menyatakan kemampuan.
Contoh:
1). Dia bisa pintar jika dia rajin belajar.
 = Akkulleji caradde punna rajengi appilajarak.
2). Dia bisa menyelesaikan tugas itu kalau diberi waktu.
 = Akkulleji napaklekbak jama-jamangna punna disare wattu

 Fokus yaitu unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu.
Contoh:
1). Dia mengambil uang dan dompet saya di dalam tas.
 = Na allaei doekku sigang dompetku ri lalang tasika.
2). Kerja ikan pun, saya belum bisa.
 =  Manna anjamang-jamanga jukuk tenapa ku ngisseng.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ALAT UCAP PADA MANUSIA.

Modus, Aspek, Kala, Modalitas, Fokus beserta contohnya dalam bahasa Makassar

tugas ke 4 (Klasifikasi Bunyi)