Nama : Annisa Asywa Fahrani
Kelas: pbsd bModus
Modus adalah pengungkapan atau penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran si pembicara atau sikap si pembicara tentang apa yang diucapkannya.adapun macam-macam modus yaitu:
1)        Modus indikatif adalah modus yang menegaskan aktualitas, kepastian, atau realitas tindakan dari sudut pandang pembicara. Modus ini terdiri dari pernyataan fakta, tetapi juga dapat digunakan dalam kalimat pertanyaan ataupun negatif.
Contoh:
1.      Lina  memakan pepaya
(anganrei tangang-tangang i Lina)
2.      Ibu saya sudah pulang dari Palu
(niakmi ammoterek ammakku battu ri Palu)
2)        Modus optatif, yaitu modus yang menunjukkan harapan.Modus ini mengekspresikan      keinginan atau harapan agar suatu tindakan tercapai walaupun kepastiannya diragukan
Contoh:
1.     Semoga dia tidak mendapat kesulitan lagi.
(tena lalomo na anggappa kasukkarang)
2.Saya berharap kau diberi yang terbaik.
(ku minasaiko ri sare kabajikang)
3) Modus imperatif, yaitu modus yang menunjukkan perintah.Modus imperatif dipakai untuk   memberikan perintah atau permintaan, dan mempertegas kemauan, serta menyatakan larangan. Modus ini menyatakan tindakan yang akan terwujud melalui penggunaan kehendak seseorang untuk memengaruhi kehendak orang lain.
Contoh:
1.      Janganlah terus memegang aku.
(teako taggalak teruska)
2.      Janganlah membawa kami ke sana.
(teako erangnga mange anjoreng)
4)      Modus interogatif, Sesuai dengan makna asal dari kata interogasi, yang berarti pertanyaan. Kalimat interogatif memiliki perngertian sebagai kalimat yang di dalamnya mengandung pertanyaan. Kalimat ini berfungsi untuk menanyakan suatu informasi kepada orang lain.
Contoh :
     1.  Apakah kamu yang membawa kambing itu?
           (ikau angngerangi anjo bembea?)
    2. Mengapa kamu pergi dari rumah?
            (angngapa nuaklampa battu ri ballak?)                                                                                                               
5)      Modus obligatif, yaitu modus yang menyatakan keharusan.
Contoh:
1.    Kamu harus datang ke pestanya.
(paralluko battu ri pannyoriangna)
2.    Kamu harus lulus ujian
(nikulleiko lulusu ujiang)
6)      Modus desideratif adalah modus yang menyatakan keinginan.
Contoh:
1.    Semoga nanti engkau dapat mengabadikan pekerjaan ini.
(barang ikaupa angkullei ampakrannungangi anne jamaanga.)
2.    Mudah-mudahan kita bisa ketemu lagi nanti.
(barang antekamma na kisibuntuluk inja ri allo ri boko.)
7)      Modus kondisional yaitu modus yang menyatakan persyaratan.
Contoh:
1.    Acara akan dimulai jika semua peserta telah berkumpul
(ripakarammulai acarayya punna niak ngasengmi anggotana)
2.    Mereka akan pergi naik gunung kalau hari cerah
(naklampai naik ri buluka punna simbarak)
Aspek
Aspek  yaitu cara memandang pembentukan waktu secara internal di daam situasi, keadaan, kejadian, atau proses. Macam-macam  aspek :
a)    Aspek kontinuatif, menyatakan perbuatan terus berlangsung.
Contoh:
1.      Rina sedang membaca buku
(ammacai bobbok i Rina)
2.      Budi sedang  menulis cerpen
(annulisikki carita i Budi  )
b)   Aspek intensif, menyatakan peristiwa atau kejadian baru mulai.
Conoh:
1.    Kita harus ke rumah nenek sekarang
(parallukik mange riballakna datok kamma-kamma anne)
2.    Baru kali ini kita berjumpa semua
(nampa-nampanna anne kisirapakang ngaseng)
c)    Aspek progresif, menyatakan perbuatan sedang berlangsung.
Contoh:
1.    Kakek sedang mandi saat telepon berdering
(akjekneki tettaku waktunna aksakra talipongna)
2.    Ibu sedang ke pasar bersama adik
(mangei ripasaraka ammakku siagang andikku)
d)   Aspek repetitif, menyatakan perbuatan itu terjadi berulang-ulang.
Contoh:
1.    Ia memukul-mukul anaknya
(na tunrung-tunrungngi anjo anakna)
2.    Ibu mengiris-iris bawang di dapur
(angngerek-ngerekki lasuna ammakku ri pallua)

e)    Aspek perfektif, menyatakan perbuatan sudah selesai dilaksanakan.
Contoh:
     1. Lia sudah selesai mengerjakan pekerjaannya
          (Lekbakmi najama jama-jamangna i Lia)
2.Budi sudah selesai membaca semua buku itu
          (Lekbak ngasengmi nabaca anjo bokboka Budi)
f)     Aspek imperfektif, menyatakan perbuatan berlangsung sebentar.
Contoh:
1.     Segera ikuti dia sebelum jauh
(pinawang memangmi ganting tenana nabella)
2.    saya akan pergi bersembahyang jumat sebentar
(la mangeak akjumak sinampek)
g)    Aspek sesatif, menyatakan perbuatan berakhir berakhir.
Contoh:
1.                       Polisi telah menangkap pencuri itu.
(lebbakmi nijakkala anjo palukka ka siagang polisia)
2.                       Dia telah selesai membagi harta.
(lebbakmi akbage barang-barang)

Modalitas
            Modalitas, yaitu keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal yang dibicarakan, yaitu mengenai perbuatan, keadaan, dan peristiwa.Jenis- jenis modalitas yaitu:
1)      Modalitas Intensional
            Modalitas intensional merupakan modalitas yang menyatakan keinginan, harapan, permintaan, atau ajakan. Modalitas ini ditandai dengan unsur leksikal seperti ingin, mau, tolong, mari, ayo, dan silakan.
Contoh:

1. Linda mau membeli baju baru.
     (eroki ammalli baju beru i Linda)
2.Tolong lap lemari itu
( lukluk sai anjo lamaria)
2)      Modalitas Epistemik
Modalitas epistemik adalah modalitas yang menyatakan kemungkinan, kepastian, dan keharusan. Modalitas ini ditandai dengan unsur leksikal seperti mungkin, bisa jadi, belum pasti, dan harus.
Contoh:
1.      mungkin anak itu terlalu kenyang sehingga selalu berserdawa
(bassoroki kutaeng anjo anak-anakka nasarro akterak)\\
2.      kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan
(paralluki akpareppesek kale mange ri Alla taala)
3)      Modalitas Deontik\
Modalitas deontik adalah modalitas yang menyatakan keizinan atau keperkenanan. Unsur penandanya adalah unsur leksikan seperti izin dan perkenan.
Contoh:
1.       Saya mohon izin tidak mengajar karena suami saya sakit.
 (appalak isingnga tena nakuntama angngajarak ka garringi buraknengku)
2.      Jangan masuk ke rumah tetangga kalau kamu belum minta izin.
(teako antamai ri ballakna tetangganu punna tena nukpalak paramisi rolong)

Fokus
Fokus, yaitu unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu.fokus kalimat dapat dilakukan dengan berbagai cara:
1.      Memberi tekanan pada bagian kalimat yang difokuskan.
Contoh: Dia menangkap kucing saya.
 (najakkalaki meongku)
2.      Memakai partikel: pun, yang, tentang, adalah.
Contoh: menilispun aku belum bisa.
  (manna angngukiri tenapa ku kulle)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ALAT UCAP PADA MANUSIA.

Modus, Aspek, Kala, Modalitas, Fokus beserta contohnya dalam bahasa Makassar

tugas ke 4 (Klasifikasi Bunyi)