Tugas 6 Puisi dan Perubahan Fonem Secara Morfofonemik (NURFADILAH) (1955041029) (MAKASSAR)



PENGANTAR LINGUISTIK
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

NAMA  : NURFADILAH
NIM       :1955041029
PRODI   : PBSD (B)

Puisi dan perubahan fonem

1.     Puisi
Buku Perpustakaan

                                                                   Usang namun bermakna
Penuh debu namun memberi pelajaran
Jarang disentuh, hanya sebagai pajangan
Penuhi lemari dalam kebisuan

Hanya mereka yang membaca
Yang dapat mengenal
Sumber inspirasi tak digemari
Sumber referensi justru dijauhi

Tak mungkin pintar tanpa membaca
Tak mungkin luas tanpa menganalisa
Dangkal dalam pengetahuan
Larut dalam pesona hiburan

Walaupun diam namun berjasa
            Memberikan cahaya pengetahuan
Bagi mereka yang penasaran
            Terima kasih telah menulis buku…
Yang sudah menjadi bagian dari pendidikan

2.     Perubahan fonem yang terdapat pada puisi tersebut adalah:

a.      Penambahan Fonem
·      me + beri => memberi
Ø  Pemunculan fonem dapat dilihat dalam proses pengimbuhan prefiks me- dengan bentuk dasar beri yang menjadi memberi.
·      me + baca => membaca
Ø  Pemunculan fonem dapat dilihat dalam proses pengimbuhan prefiks me- dengan bentuk dasar beri yang menjadi membaca.
b.      Peluluhan Fonem
·      me + tulis => menulis
Ø  Peluluhan fonem tersebut dapat dilihat dalam proses pengimbuhan dengan prefiks me- pada kata tulis di mana fonem /t/ pada kata tulis itu diluluhkan.
·      meng + kenal => mengenal
Ø  Peluluhan fonem di atas dapat dilihat dalam proses pengimbuhan dengan prefiks meng- pada kata kenal di mana fonem /k/ pada kata kenal itu diluluhkan.
c.       Perubahan Fonem
·      pel + ajar => belajar
Ø  Perubahan fonem di atas dapat dilihat pada proses pengimbuhan prefiks pel- pada kata ajar di mana fonem /p/ dari prefiks itu berubah menjadi fonem /b/.
d.      Pergeseran Fonem
·      di.gemar+i => di.ge.ma+ri
Ø  Pergeseran fonem di atas dapat dilihat pada proses pengimbuhan sufiks /i/ pada kata digemar di mana fonem /r/ yang semula berada pada silabel /gemar/ pindah ke silabel berikutnya /ri/.
·      di.jauh+i  => di.jau+hi
Ø  Pergeseran fonem di atas dapat dilihat pada proses pengimbuhan sufiks /i/ pada kata dijauh di mana fonem /h/ yang semula berada pada silabel /jauh/ pindah ke silabel berikutnya /hi/.

3.      Proses perubahan fonem secara morfofonemik
                   
a.     Proses Penambahan Fonem
     Terjadi jika suatu morfem berhubungan dengan morfem lain. Dapat dikatakan bahwa suatu bunyi tambahan muncul setelah adanya proses morfologi.
Contoh:
·         me + beli    = membeli
·         me + bantu = membantu
b.    Proses Pengurangan Fonem
     Terjadi jika morfem dasar atau afiks melepas pada saat terjadi penggabungan morfem.
Contoh:
·         ber + ragam   = beragam
·         ber + rencana = berencana
c.      Proses Peluluhan Fonem
     Terjadi saat sebuah fonem digantikan dengan fonem lain karena fonem sebelumnya telah luluh setelah proses pengimbuhan prefiks me- atau pe- pada kata dasar yang diawali dengan huruf /s/. Peluluhan fonem juga diartikan sebagai luluhnya sebuah fonem serta disenyawakan dengan fonem lain dalam suatu proses morfologi.
Contoh:
·         me + setrika = menyetrika
·         me + sapu    = menyapu
d.      Proses Perubahan Fonem
     Yaitu berubahnya sebuah fonem atau sebuah bunyi, sebagai akibat terjadinya proses morfologi. Perubahan fonem juga dapat terjadi karena proses penggabungan morfem dasar dengan afiks  membentuk fonem baru.
Contoh:
·         men + tulis  = menulis
·         men + tatap = menatap
e.       Proses Pergeseran Fonem
     Yaitu berubahnya posisi sebuah fonem dari satu suku kata ke dalam suku kata yang lainnya.
Contoh:
·         ma.kan menjadi ma.ka.nan.
·         di.gemar+i menjadi di.ge.ma+ri






Komentar

Postingan populer dari blog ini

ALAT UCAP PADA MANUSIA.

Modus, Aspek, Kala, Modalitas, Fokus beserta contohnya dalam bahasa Makassar

tugas ke 4 (Klasifikasi Bunyi)