Tugas 7 (Modus, Aspek, Modalitas, Fokus) (NURSINTA) (1955042023) (MAKASSAR)
Tugas Linguistik 7
Nama : Nursinta
Nim : 1955042023
Prodi : PBSD (B)
1.
Modus
Yang
dimaksud dengan modus adalah pengungkapan atas penggambaran suasana psikologis
perbuatan menurut tafsiran si pembaca. Ada beberapa macam modus antara lain:
a.
Modus
indikatif atau modus deklaratif, yaitu sikap yang menunjukkan sikap objektif
atau netral.
Contoh
: - Tangal 17 Agustus adalah hari
kemerdekaan Republik Indonesia.
- Tanggala 17 Agustus
iyamiantu allo maradekana Republik Indonesia.
-
Setiap
hari senin siswa siswi SMA melaksanakan upacara.
- Assalak allo
sanneng anjo anak-anak SMAya akupacarai.
b.
Modus
optatif, yaitu modus yang menunjukkan harapan atau keinginan.
Contoh : - Mudah-mudahan saya bisa menyelesaikan
kuliah saya dengan baik
supaya dapat Membahagiakan kedua orang tua.
- Barang akkulea ampaklekbki anne kuliaku na
kulle todong ku
pakasannang nyawana
tau toaku.
-
Saya
ingin menjadi orang yang lebih baik kedepannya.
- Erokka anjari tau
pilak bajikkanganga ri wattu na battua.
c.
Modus
imperative, yaitu modus yang menyatakan perintah, larangan,atau tegahan.
Contoh : - Lebih baik kamu mengerjakan tugas mulai
dari sekarang.
- Pilak bajikangangi
punna ki jama memang jama-jamangta ri kamma-
kammaya anne.
-
Lebih
baik kamu tetap disini
- Bajikangangi punna
tetakki anrinni
d.
Modus
interogatif, yaitu modus yang menyatakan pertanyaan.
Contoh : -
Apakah kamu sudah sholat?
- Lekbak maki aksambayang?
-
Apakah kamu sudah mengerjakan pekerjaanmu?
- Lekbak ngasengmi ki jama anjo jama-jamangta?
e.
Modus
obligatif, yaitu modus yang menyatakan keharusan.
Contoh : - Kita harus perlu bersih-bersih setiap hari
jum’at
- Ikatte paralluki annangkasi assalak allo jumak
-
Kita
harus datang kekampus besok
- Paralluki mange ri
kampuska ammuko
f.
Modus
desideratif, yaitu modus yang menyatakaan keinginanatau memauan.
Contoh
:- Saya mau mandi sebelum jam tujuh
pagi
- Erokka akjeknek sabalunna tettek tuju
barikbasak.
-
Saya ingin menyelesaikan tugas saya sebelu
hari senin.
- Erokki ku paklekbak anjo jama-jamangku
sebelunna allo sanneng.
g.
Modu
kondisional, yaitu modus yang menyatakan persyaratan .
Contoh : - Dia akan pindah rumah jika dia tidak
terlalu sibuk lagi.
- Nalessok ballakki punna taenamo na sibuk
poeng.
-
Dia tidak akan di tangkap polisi jika dia
mematuhi rambu lalu lintas.
- Taena ni jakkalaki ri polisia
punna na pinawangja anjo paraturanga.
2.
ASPEK
Yang
dimaksud dengan aspek adalah cara untuk memnadang pembentukan waktu secara
internaldi dalam satu situasi, keadaan, kejadian, atau proses. Dari bebagai
bahasa dikenal adanya beberapa macam aspek, antara lain :
a.
Aspek
kontinuatif, yaitu yang menyatakan perbuatan yang terus berlangsung.
Contoh : - Ibu tetap mengerjakan pekerjaanya
meskipun dia sudah capek.
- Tetakki najama jama-jamanna ammakku
manna dodongmo.
- Andi tetap rajin belajas
meskipun dia mempunyai nilai yang sangat
bagus.
- Tetakki I andi rajeng appilajarak manna
ia paling baji nilaina.
b.
Aspek
inseptif, yaitu aspek yang menyatakan kejadian atau peristiwa baru mulai.
Contoh : - Rima memulai mengerjakan tugas
sekolah.
- Akpakaramulai I Rima najama jama-jamang
sikolanna.
-
Adam mulai rajin ke sekolah.
Akpakaramulai rajing I Adam mange assikola.
c.
Aspek
progresif, yaitu aspek yang menyatakan perbuatan yang sedang berlangsung.
Contoh : - Kasni membersihkan rungan keluarga.
Natangkasi ruangang bijanna I Kasni.
-
Ani pergi nontong di rumah tetangga.
- Mangei accink-cinik I Ani ri smpik
ballakna.
d.
Aspek
repetitif, yaitu yang menyatakan perbuatan itu terjadi berulang-ulang.
Contoh : - Riska tetap pergi meskipun dia
dilrang terus menerus.
- Tetakki aklampa I Riska manna taena
nani pakbiangi.
-
Anti terus menangis meskipun dia sudah di
bujuk.
- Tetakki angarruk I Ani manna lekbakmo ni
nyonyok.
e.
Aspek
perfektif, yaitu yang menyatakan perbuatan yag sudah selesai.
Contoh : -
Adam sudah menyelesaika tugasnya.
- Lekbakmi napaklekbak jama-jamanna I
Adam.
-
Saya sudah mengatar buku kerumah Alam.
- Battumi ku erang ajo bokbokka mange ri
ballakna I Alam.
f.
Aspek
imperfektif, yaitu yang menyatakan perbuatan berlangsung sebentar.
Contoh : - Lina berangkat kesekolah pukul 7.00 dan
di perjalanan dia istirahat
sejenak.
- Mangei assikola I Lina tettek tujuh
nampa amantangi amati-mari ri
agadanga sinampek dudu.
-
Sindi melihat bunga yang sangat indah di
taman.
- Aciniki bunga-bunga sannak gakgana I
Sindi anjoeng ri tamanga.
g.
Aspek
sesatif, yaitu menyatakan perbuatan berakhir.
Contoh : - tiara menyelesaikan tugas
linguistiknya.
- Napaklekbaki I Tiara anjo jaman
linguistikna.
-
Pak guru sudah mengetahui muridnya yang suka
bolos.
- Naissengmi bapak guru anjo anak-anakna
nangaia taena na tamak
akpilajarak..
3.
MODALITAS
Yang
dimaksud dengan modalitas adalah keterangan dalam kalimat yang menyataka sikap
pembicara terhadap hal yang dibicarakan, yaitu mengenai perbuatan, keadaan, dan
peristiwa; atau juga sikap terhadap lawan bicaranya. Dalam kepustakaan
linuistik dikenal adanya beberapa jenis modalitas; antara lain:
a.
Modalitas
intensonal, yaitu modalitas yang menyatakan keinginan, harapn, permintaan, atau
juga ajakan.
Contoh : - Mari kita bersama-sama mengerjakan tugas.
- Maekik naki sasa-sama najamai anjo jamangnga.
-
Saya
ingin membahagiakan keluarga saya.
- Eroka ampaka
sabnnangi nyawana anjo bijangku.
b.
Modalitas
epistemik, yaitu modalitas yang menyatakan kemungkinan, kepastian, dan
keharusan .
Contoh : - Arya pasti sudah tidak bekerja lagi.
- Taenamo na anjama I arya poeng.
-
Ajif
pasti sangat rajin kemesjid untuk melaksanakan shalat berjamaah.
- Sanna rajenna I
Ajif mange aksambayang barajamak anjoeng ri
masigikka.
c.
Modalitas
deontik, yaitu modalitas menyatakaan keizinan atau keperkenaan.
Contoh
: - Kamu bisa meminjam pulpen saya
sampai kamu selesai menulis.
- Akkulei ki inrang pulupengku sakgenta
lekbak angukirik.
-
Bolehka
saya izin pulang lebih cepat
-
Akullea amoterek tippak
d.
Modalitas
dinamik, yaitu modalitas yang menyatakan kemampuan.
Contoh
: - Dia bisa menghabiskan makanannya
kalau dia diberi waktu.
- Akkulei na pilakbusi kanrena punna nisarei
wattu .
-
Dia
bisa tidur kalau di tidak digaggu
-
Akkulei aktinro tippak punna taena nani ganggui.
4.
FOKUS
Yang
dimaksud dengan fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga
perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu. Ada bahasa yang
mengungkapkan fokus ini secara morfemis, dengan menggunakan afiks tertentu;
tetapi ada pula yang menggunakan cara lain.
Contoh : - Rintangan apapun yang dia hadapi dia tetap
bisa melewatinya.
- Manna apa nadallekang akkulaji
nalaloi.
-
Dia
memberi uang kepada anak yatim.
-
Aksarei doek mange ri anak yatinga.
Komentar
Posting Komentar