Tugas linguistik (Modus, modalitas, aspek dan fokus)
Nama: Risnawati
Nim: 1955040007
Kelas: PBSD.B 19 (Yang belajar di kls bugis)
Modus
Modus adalah pengungkapan atau penggambaran suasana psikologis perbuatana menurut tafsiran si pembicara atau sikap si pembicara tentang apa yang diucapkannya.
Macam-macam modus
1. Modus indikatif, yaitu modus yang menunjukkan sikap objektif atau netral.
Contohnya:
Budi memakan apel = (budi anngrei apele).
Tino sedang sarapan pagi = (tino annganre barikbasa)
2. Modus optatif, yaitu modus yang menunjukkan harapan atau keinginan.
Contohnya:
Kiranya hal itu tidak terjadi= (punna nia kulleanna anjo mange tena anjari).
Siapa kiranya diantara mereka yang akan berbuat demikian= (i nai anjo mange eroka appare anu takamma-kamma).
3. Modus imperatif, yaitu modus yang menyatakan perintah, larangan, atau tegahan.
Contohnya:
Jangan tidur terlalu malam! =(teaki lantang dudu bangngia nampa tinro!)
Tolong ambilkan buku itu! = (ki alle sai anjo bukua!)
4. Modus interogatif, yaitu modus yang menyatakan pertanyaan.
Contohnya:
Dimana kamu letakkan pisau tadi?= (kimae anjo kiboli ladinnga risumpaeng?)
Mengapa dahimu terluka? = (angngapa na kulle bokka abangmu?)
5. Modus obligatif, yaitu modus yang menyatakan keharusan.
Contohnya:
Nenek ingin menunaikan ibadah haji= (i nenek eroki naik ri butta makka).
Harga buku itu murah sekali = (ballingna anjo bokboka sanna lammorokna).
6. Modus desideratif, yaitu modus yang menyatakan keinginan atau kemauan.
Contohnya:
Semoga ia berhasil =(semoga akkullei barhasil)
Semoga kamu bisa menjadi orang yang amanah =(semoga akkulleko ajjari tau kullei disare amanah)
7. Modus kondisional, yaitu modus yang menyatakan persyaratan.
Contohnya:
Dia akan pindah rumah jika dia tidak terlalu sibuk= (nalessok ballaki punna tenamo na sibuk).
Dia tidak akan ditangkap polisi jika dia mematuhi rambu lalu lintas= (taena ni jakkalaki ri polisi punna nanipinawang anjo peraturannga).
Modalitas
Adalah keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal yang dibicarakan, yaitu mengenai perbuatan, keadaan, dan peristiwa atau juga sikap terhadap lawan bicaranya.
Jenis-jenis modalitas
1. Modalitas intensional, yaitu modalitas yang menyatakan keinginan, harapan, permintaan,, atau juga ajakan.
Contohnya:
Ibu mau menggantikan mesin cuci yang lama dengan mesin cuci yang memiliki satu tabung. =(ammakku erok na sambei mesin cuci anjo salloa mange ri mesin cuci anjo ammakea sekre tabung)
Tolong untuk tidak memakirkan kendaraan diujung jalan ini. =(teaki ammoliki kendaraan ricappakna agadanga).
2. Modalitas epistemik, yaitu modalitas yang menerangkan perasaan kepastian, kemungkinan, keharusan.
Contohnya:
Saya pasti akan menuntut tanggungjawabmu, jika kau berbohong. =(nakke kulleki kutuntu tanggung jawabta punna balle-ballei).
Apa mungkin ia memiliki saudara kembar yang tidak diketahuinya. =(ammakei sakribantang kambara nampa tena na issengi).
3. Modalitas deontik, yaitu modalitas yang berisi suatu permintaan izin atau diperkenangkan. Kata bantu yang dipakai untuk modalitas ini, izinkan, harap, mohon.
Contohnya:
Saudara-saudara, mohon tenang sebentar! =( sakribattangku ngaseng, sannangki rong sinampe!)
Tolong izinkan kami berteduh sebentar disini =(pala tolonnga erokka rong ak laklang sampe dudu an rinni).
4. Modalitas dinamik, yaitu modalitas yang menjelaskan kecakapan, kesanggupan, kamampuan, tanda hubung dalam modalitas ini berupa dapat, mampu bisa.
Contohnya:
Saya tetap bisa membagi waktu meski jadwal kegiatannya begitu padat. =(nakke kulle kubage waktua manna sanna jaina jama-jamanku).
Walaupun ia orang tua tunggal, nyatanya ia mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga kejenjang perguruan tinggi.= (manna mamo tau toa attuggaleng, akkulleji napasikola anakna sampaina akkulliah tinggi).
5. Modalitas aletis, yaitu modalitas yang berhubungan dengan kepentingan, keperluan dan ditandai dengan kata bantu harus, wajib.
Contohnya:
Sebagai anak, kita wajib menghormati kedua orang tua kita =( katte ni kanaya anak, akkulleki angpakataui tau toaya).
Saya harus membayar tagihan listrik dan air, sebelum jatuh tempo = (nakke kulleki akbayara’ tagihanna sitorong siagang jeknek sebelum waktuna pakbayaranga).
Aspek
Adalah cara untuk memandang pembentukan waktu secara internal didalam suatu situasi, keadaan, kejadian, atau proses.
Macam-macam aspek
1. Aspek kontinuatif, yaitu yang menyatakan perbuatan terus berlangsung.
Contohnya:
Dia tetap kasar kepada bawahannya = (ni cini kasaraki ri anak buana).
Seorang pemerintah yang kasar kepada rakyatnya = (anjo pammarentaya ri cini kasaraki ri rakyatna).
2. Aspek inseptif, yaitu yang menyatakan peristiwa atau kejadian baru mulai.
Contohnya:
Saya pun berangkatlah =(nakke poeng na lampama).
Mereka pun akan segera pergi kepasar = (para tawwa na’ lampai mange ri pasaraka).
3. Aspek progresif, yaitu aspek yang menyatakan perbuatan sedang berlangsung.
Contohnya:
Saya membersihkan tempat tidur= (kutangkasi katinroanga).
Ani pergi nonton dirumah tetangga =(mange acinik-cinik ani ri ampik ballakna).
4. Aspek repetitif, yaitu yang menyatakan perbuatan itu yang terjadi berulang-ulang.
Contohnya:
Mereka memukuli pencuri itu hingga babak belur =(anjo mange na bakji pa lukkaka sampena sittannga mate).
Sedang tidak siapa-siapa dirumah saat pengantar paket itu datang = (tena tau riballak nampa niak tau mange ngantarak pake’).
5. Aspek perfektif, yaitu yang menyatakan perbuatan sudah selesai.
Contohnya:
Mereka sudah mengantar pesanan = (lekba’mi na antara pesanna tawwa).
Adi sudah mahir mengendari mobil = (adi angngissengmi pa jappa oto).
6. Aspek imperfektif, yaitu yang menyatakan perbuatan berlangsung sebentar.
Contohnya:
Kami melihat kelaut = (katte accini mangeki ri tamparanng).
Sepertinya mau hujan lebat sebentar = (sinampe na bosi sarroi)
7. Aspek sesatif, yaitu yang menyatakan perbuatan berakhir.
Contohnya:
Polisi telah menangkap pencuri itu= (anjo polisia lekba’mi na tangka palukkaka).
Guru itu telah selesai mengajar = (anjo gurua lekba’mi anngajara).
Fokus
Adalah unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu.
Contohnya:
Dia menangkap penculik itu = (ni gappami anjo palukkaka)
Dia mencuri mangga saya = (nia lukkaki taipanku).
Nim: 1955040007
Kelas: PBSD.B 19 (Yang belajar di kls bugis)
Modus
Modus adalah pengungkapan atau penggambaran suasana psikologis perbuatana menurut tafsiran si pembicara atau sikap si pembicara tentang apa yang diucapkannya.
Macam-macam modus
1. Modus indikatif, yaitu modus yang menunjukkan sikap objektif atau netral.
Contohnya:
Budi memakan apel = (budi anngrei apele).
Tino sedang sarapan pagi = (tino annganre barikbasa)
2. Modus optatif, yaitu modus yang menunjukkan harapan atau keinginan.
Contohnya:
Kiranya hal itu tidak terjadi= (punna nia kulleanna anjo mange tena anjari).
Siapa kiranya diantara mereka yang akan berbuat demikian= (i nai anjo mange eroka appare anu takamma-kamma).
3. Modus imperatif, yaitu modus yang menyatakan perintah, larangan, atau tegahan.
Contohnya:
Jangan tidur terlalu malam! =(teaki lantang dudu bangngia nampa tinro!)
Tolong ambilkan buku itu! = (ki alle sai anjo bukua!)
4. Modus interogatif, yaitu modus yang menyatakan pertanyaan.
Contohnya:
Dimana kamu letakkan pisau tadi?= (kimae anjo kiboli ladinnga risumpaeng?)
Mengapa dahimu terluka? = (angngapa na kulle bokka abangmu?)
5. Modus obligatif, yaitu modus yang menyatakan keharusan.
Contohnya:
Nenek ingin menunaikan ibadah haji= (i nenek eroki naik ri butta makka).
Harga buku itu murah sekali = (ballingna anjo bokboka sanna lammorokna).
6. Modus desideratif, yaitu modus yang menyatakan keinginan atau kemauan.
Contohnya:
Semoga ia berhasil =(semoga akkullei barhasil)
Semoga kamu bisa menjadi orang yang amanah =(semoga akkulleko ajjari tau kullei disare amanah)
7. Modus kondisional, yaitu modus yang menyatakan persyaratan.
Contohnya:
Dia akan pindah rumah jika dia tidak terlalu sibuk= (nalessok ballaki punna tenamo na sibuk).
Dia tidak akan ditangkap polisi jika dia mematuhi rambu lalu lintas= (taena ni jakkalaki ri polisi punna nanipinawang anjo peraturannga).
Modalitas
Adalah keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal yang dibicarakan, yaitu mengenai perbuatan, keadaan, dan peristiwa atau juga sikap terhadap lawan bicaranya.
Jenis-jenis modalitas
1. Modalitas intensional, yaitu modalitas yang menyatakan keinginan, harapan, permintaan,, atau juga ajakan.
Contohnya:
Ibu mau menggantikan mesin cuci yang lama dengan mesin cuci yang memiliki satu tabung. =(ammakku erok na sambei mesin cuci anjo salloa mange ri mesin cuci anjo ammakea sekre tabung)
Tolong untuk tidak memakirkan kendaraan diujung jalan ini. =(teaki ammoliki kendaraan ricappakna agadanga).
2. Modalitas epistemik, yaitu modalitas yang menerangkan perasaan kepastian, kemungkinan, keharusan.
Contohnya:
Saya pasti akan menuntut tanggungjawabmu, jika kau berbohong. =(nakke kulleki kutuntu tanggung jawabta punna balle-ballei).
Apa mungkin ia memiliki saudara kembar yang tidak diketahuinya. =(ammakei sakribantang kambara nampa tena na issengi).
3. Modalitas deontik, yaitu modalitas yang berisi suatu permintaan izin atau diperkenangkan. Kata bantu yang dipakai untuk modalitas ini, izinkan, harap, mohon.
Contohnya:
Saudara-saudara, mohon tenang sebentar! =( sakribattangku ngaseng, sannangki rong sinampe!)
Tolong izinkan kami berteduh sebentar disini =(pala tolonnga erokka rong ak laklang sampe dudu an rinni).
4. Modalitas dinamik, yaitu modalitas yang menjelaskan kecakapan, kesanggupan, kamampuan, tanda hubung dalam modalitas ini berupa dapat, mampu bisa.
Contohnya:
Saya tetap bisa membagi waktu meski jadwal kegiatannya begitu padat. =(nakke kulle kubage waktua manna sanna jaina jama-jamanku).
Walaupun ia orang tua tunggal, nyatanya ia mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga kejenjang perguruan tinggi.= (manna mamo tau toa attuggaleng, akkulleji napasikola anakna sampaina akkulliah tinggi).
5. Modalitas aletis, yaitu modalitas yang berhubungan dengan kepentingan, keperluan dan ditandai dengan kata bantu harus, wajib.
Contohnya:
Sebagai anak, kita wajib menghormati kedua orang tua kita =( katte ni kanaya anak, akkulleki angpakataui tau toaya).
Saya harus membayar tagihan listrik dan air, sebelum jatuh tempo = (nakke kulleki akbayara’ tagihanna sitorong siagang jeknek sebelum waktuna pakbayaranga).
Aspek
Adalah cara untuk memandang pembentukan waktu secara internal didalam suatu situasi, keadaan, kejadian, atau proses.
Macam-macam aspek
1. Aspek kontinuatif, yaitu yang menyatakan perbuatan terus berlangsung.
Contohnya:
Dia tetap kasar kepada bawahannya = (ni cini kasaraki ri anak buana).
Seorang pemerintah yang kasar kepada rakyatnya = (anjo pammarentaya ri cini kasaraki ri rakyatna).
2. Aspek inseptif, yaitu yang menyatakan peristiwa atau kejadian baru mulai.
Contohnya:
Saya pun berangkatlah =(nakke poeng na lampama).
Mereka pun akan segera pergi kepasar = (para tawwa na’ lampai mange ri pasaraka).
3. Aspek progresif, yaitu aspek yang menyatakan perbuatan sedang berlangsung.
Contohnya:
Saya membersihkan tempat tidur= (kutangkasi katinroanga).
Ani pergi nonton dirumah tetangga =(mange acinik-cinik ani ri ampik ballakna).
4. Aspek repetitif, yaitu yang menyatakan perbuatan itu yang terjadi berulang-ulang.
Contohnya:
Mereka memukuli pencuri itu hingga babak belur =(anjo mange na bakji pa lukkaka sampena sittannga mate).
Sedang tidak siapa-siapa dirumah saat pengantar paket itu datang = (tena tau riballak nampa niak tau mange ngantarak pake’).
5. Aspek perfektif, yaitu yang menyatakan perbuatan sudah selesai.
Contohnya:
Mereka sudah mengantar pesanan = (lekba’mi na antara pesanna tawwa).
Adi sudah mahir mengendari mobil = (adi angngissengmi pa jappa oto).
6. Aspek imperfektif, yaitu yang menyatakan perbuatan berlangsung sebentar.
Contohnya:
Kami melihat kelaut = (katte accini mangeki ri tamparanng).
Sepertinya mau hujan lebat sebentar = (sinampe na bosi sarroi)
7. Aspek sesatif, yaitu yang menyatakan perbuatan berakhir.
Contohnya:
Polisi telah menangkap pencuri itu= (anjo polisia lekba’mi na tangka palukkaka).
Guru itu telah selesai mengajar = (anjo gurua lekba’mi anngajara).
Fokus
Adalah unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu.
Contohnya:
Dia menangkap penculik itu = (ni gappami anjo palukkaka)
Dia mencuri mangga saya = (nia lukkaki taipanku).
Komentar
Posting Komentar