RISKA (1955040016) ALAT-ALAT UCAP
Alat-alat Ucap
Menurut Chaer (2009:48), "alat ucap adalah organ pada tubuh manusia yang berfungsi dalam pengucapan bunyi". Adapun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi V), menyebtukan bahwa alat ucap adalah "organ tubuh manusia yang berfungsi dalam pengujaran bunyi bahasa, se[erti paru-paru, laring, faring, rongga hidung, rongga mulut, bibir, gigi, lidah, alveolum, palatum, velum". Dari uraian tersebut, penulis berpendapat bahwa yang dimaksud dengan alat ucap ialah seperangkat organ manusia yang memiliki keterlibatan dalam proses terjadinya bunyi.
Telah kita ketahui bahwa fonetik
terbagi kedalam tiga bagian, yaitu fonetik auditoris, fonetik akustik dan
fonetik artikulatoris. Dalam fonetik artikulatoris hal pertama yang harus
dibicarakan adalah alat ucap manusia untuk menghasilkan bunyi bahasa.
Sebetulnya alat yang digunakan untuk menghasilkan mempunyai fungsi utama lain
yang bersifat biologis. Misalnya paru-paru untuk bernafas, lidah untuk mengecap
dan gigi untuk mengunyah.
Namun secara kebetulan alat-alat itu
juga digunakan untuk berbicara. Kita perlu mengenal nama-nama alat itu untuk
bisa memahami bagaimana bunyi bahasa itu diproduksi. Dan nama-nama bunyi itu
pun diambil dari alat ucap tersebut.
1.
paru-paru
2.
batang tenggorok
3.
pangkal tenggorok
4.
pita suara yang di dalamnya terdapat
glottis, yaitu celah antara dua bilah pita suara
5.
krikoid
6.
lekum atau tiroid
7.
aritenoid
8.
dinding rongga kerongkongan
9.
epiglotis
10.
akar lidah
11.
pangkal lidah
12.
tengah lidah
13.
daun lidah
14.
ujung lidah
15.
anak tekak
16.
langit-langit lunak
17.
langit-langit keras
18.
gusi, ceruk gigi
19.
gigi atas
20.
gigi bawah
21.
bibir atas
22.
bibir bawah
23.
mulut
24.
rongga mulut
25.
rongga hidung
Seperti yang sudah disebutkan, bahwa fonetik
(artikulatoris) mengkaji cara membentuk bunyi-bunyi bahasa. Adapun sumber
kakuatan utama untuk membentuk bunyi bahasa yaitu udara yang keluar dari
paru-paru. Udara tersebut dihisap ke dalam paru-paru, kemudian dikeluarkan
ketika bernafas. Ketika udara keluar dari paru-paru melalui tenggorokan, ada
yang mendapat hambatan ada yang tidak mendapat hambatan.
Proses membentuk dan mengucapkan bunyi berlangsung dalam
suatu kontinuum. Menurut analisis bunyi fungsional, arus bunyi yang
kontinuum tersebut bisa dikategorisasikan berdasarkan segmen tertentu. Walaupun
denikian, ada pula bunyi yang tidak dapat dikategorisasikan menjadi segmen-segmen
tertentu yang disebut bunyi suprasegmental. Oleh sebab itu, bunyi bahasa dapat
dibagi menjadi :
(1) Bunyi segmental dan
(2) Bunyi suprasegmental.
Proses terbentuknya bunyi bahasa secara garis besarnya terbagi
atas 4 macam, yakni:
(1) Proses keluarnya bunyi dari paru-paru,
(2) Proses fonasi, yaitu lewatnya bunyi dalam tenggorokan,
(3) Proses artikulasi yaitu proses terbentuknya bunyi oleh
artikulator dan,
(4) Proses oro-nasal, proses keluarnya bunyi melalui mulut atau
hidung (ladefoged, 1973: 2-3).
Terjadinya Bunyi:
1. Sumber
energi utama terjadinya bunyi bunyi bahasa adalah adanya udara dari paru-paru.
2. Udara
dihirup ke dalam paru-paru kemudian dihembuskan keluar bersama-sama waktu
sedang bernapas.
3. Udara
yang dihembuskan (atau dihirup untuk sebagaian kecil bunyi bahasa) mendapat
hambatan di berbagai tempat alat-alat bicara dengan berbagai cara sehingga
terjadi bunyi bahasa.
4. Tempat
atau alat bicara yang dilewati diantaranya batang tenggorok,
pangkal tenggorok, kerongkongan, rongga mulut, rongga hidung.
5. Pada
waktu udara mengalir keluar pita suara harus dalam keadaan terbuka.
6. Jika
udara tidak mengalami hambatan pada alat bicara, bunyi bahasa tidak akan
terjadi.
7. Syarat
terjadinya bunyi bahasa secara garis besar.
Komentar
Posting Komentar