TUGAS 3 SPEAKING NURFADILAH (1955041029) ( MAKASSAR)




PENGANTAR LINGUISTIK
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
NAMA : NURFADILAH
NIM     : 1955041029
PRODI : PBSD (B)

Dendam Menghancurkan Persahabatan

Siang itu saat jam istirahat, empat siswi yang sudah bersahabat sejak lama yaitu Rika, Nopi, Tasya, Hajrah dan Mila sedang duduk santai di kantin.

Caca : “Eh, kalian mau pesan minuman apa ?”
Nopi :  “Aku jus melon dong.”
Mila :  “Aku juga jus melon.”
Caca :  “Yaudah, semuanya jus melón aja ya, biar sama.”
Tasya: “Iya gitu aja biar nggak kelamaan buatnya.”
Caca  : “Oke deh.” (sambil bangkit dan memesan minuman)
Hajrah : “Minumnya biar aku aja ya yang bayar. Udah lama banget nggak nraktir  kalian nih.”
Nopi dkk  : “Makasih ya Hen.” (terlihat sangat senang)

Bel tanda masuk berbunyi.

Tasya : “Eh udah bel tuh. Ke kelas yuk !” (sambil berdiri)
Caca dkk      : “Yuk !” (seraya bangkit dan mengajak teman yang lain)

Di kelas, pelajaran sudah di mulai. Ibu guru telah berada di depan kelas untuk melanjutkan pelajaran minggu lalu.

Guru  : “Anak-anak, seperti yang sudah Ibu tugaskan minggu lalu, kita akan belajar   membuat telur asin. Silahkan kumpul dengan anggota kelompok masing-masing. Kemudian keluarkan barang-barang yang sudah ibu suruh bawa dan letakkan di atas meja.”
Tasya :  “Kalian bawa barang yang udah dibagi kemarin kan ?”
Hajrah dkk   : “Bawa dong.” (mengeluarkan barang-barang dan menaruhnya di atas meja)
Mila :    “Kok abu gosoknya banyak banget sih. Kita kan cuma butuh dikit.”
Caca    : “Emang segitu kok abu gosoknya.”
Hajrah : “Tapi setauku enggak sebanyak ini. Ini sih berlebihan.”
Nopi     : “Emang segitu kok Haj.”
Tasya  : “Kok kalian nggak percaya sih ? Bener kata Caca dan Nopi, abu gosoknya emang   segitu.” (sedikit kesal)
Salsa     : “Tapi nggak sebanyak itu Tasya. Iya kan Haj ?”
Hajrah   : “Iya, nggak sebanyak itu. Sini biar aku aja yang ngerjain !” (mengambil abu gosok)
Caca      : “Biar aku aja! Kalian itu nggak tau.” (mengambil abu gosok dari tangan Hajrah)

Rika, Nopi, Tasya, Hajrah dan Mila saling berebut abu gosok dan akhirnya semua abu gosoknya tumpah dan mereka terjatuh.

Guru       : “Apa-apaan ini ? Kenapa abu gosoknya tumpah dan berantakan seperti ini ? Sekarang kalian bersihkan sampai bersih dan nilai kalian ibu kurangi.” (terlihat marah)
Hajrah     : “Gara-gara kalian sih, nilai kita jadi dikurangin !” (bicara pada Tasya, Caca dan Nopi)
Nopi        : “Kok jadi kita sih yang disalahin ? Itu semua kan gara-gara kamu!”
Mila         : “Ini gara-gara kamu!”
Tasya        : “Kalian sih ngrebut abu gosoknya ! Jadi kita yang kena impasnya.”

Mereka saling menyalahkan satu sama lain tanpa ada satupun yang mau mengalah dan minta maaf. Persahabatan mereka terpecah. Hajrah dan Mila menjauh dari Tasya, Caca dan Nopi. Mereka saling berencana untuk membalas dendam.

Saat itu pelajaran Bahasa Indonesia, mereka sedang belajar di perpustakaan.
Tasya     : “Eh eh eh, kalian kasih buku ini ke Mila dengan Hajrah. Biar mereka dimarahin sama Bu Guru. Biar tau rasa.” (berbisik-bisik dengan Caca dan Nopi sambil menyobek buku perpustakaan)
Caca       : “Nih ada buku. Bu Guru nyuruh kalian baca.” (memberikannya dengan malas-malas)
Nopi    : “Ibu Guru! Lihat deh, Mila dengan Hajrah ngerobek buku perpustakaan !” (setengah berteriak sambil menunjuk Mila dan Hajrah)
Guru      : “Apa yang kalian lakukan sama buku itu ? Dasar anak nakal, selalu saja berulah. Sekarang kalian ibu hukum untuk merapikan buku di perpustakaan ini!” (sangat marah)
Hajrah    : “Tapi bukan kita Bu pelakunya. Kita cuma dijebak.”
Guru       : “Tidak usah banyak alasan ! Jalani saja hukuman yang ibu berikan!”
Mila        : “Baik Bu.”

Saat di kelas, Ibu Guru sedang menjelaskan pelajaran, namun Tasya, Caca, dan Nopi justru ramai sendiri dan mengobrol di kelas. Ibu Guru yang melihatnya menjadi jengkel dan marah karena merasa tidak dihargai.

Guru        : “Nopi, Tasya, Caca! Apa yang sedang kalian lakukan ? Ibu sedang menerangkan tapi kalian justru ramai sendiri. Sudah merasa pintar ?”
Caca          : “Enggak Bu. Maafkan kami.”
Guru       :  “Kalian Ibu hukum karena terlalu sering berbuat onar. Sepulang sekolah, kalian bertiga bersihkan kelas sampai bersih.”
Tasya           : “Ta tapi Bu”
Guru             : “Tidak ada tapi-tapian. Lakukan tugas kalian.”

Sepulang sekolah, Tasya, Caca, dan Nopi melaksanakan hukuman yang diberikan Ibu Guru. Setelah selesai, Mila dan Hajrah menghampiri mereka bertiga.

Tasya        : “Mau apa kalian ? Mau mengejek kami ?”
Hajrah      :  “Kita capek musuhan terus sama kalian. Lebih baik kita baikan dan bersahabat lagi.”
Nopi         : “Benar kata Hajrah. Kita jadi sering dihukum karena saling mecoba balas dendam.”
Caca         : “Aku juga setuju dengan mereka.”
Mila          : “Aku juga.”
Tasya         : “Sebenarnya, aku juga ngerasa kaya gitu. Kalo gitu, maafin kami ya.”
Hajrah dan Mila: “Iya, maafin kita juga ya. Kita sahabatan lagi kan ?”
Nopi            : “Tentu. Jangan pernah marahan lagi kaya kemarin ya.”

Mereka berlima akhirnya saling bermaafan dan kembali bersahabat seperti dahulu. Tidak ada permusuhan lagi diantara mereka.


SPEAKING
  1. Setting (S), meliputi:
Tempat : ruang kelas, kantin, perpustakaan
Waktu  : siang hari, saat istirahat, saat pelajaran, saat pulang sekolah
Suasana: bahagia, haru, marah, kesal
  1. Partisipan (P), yaitu: Tasya, Caca, Nopi, Mila, Hajrah, dan Guru
  2. End (E) : Tujuannya yaitu untuk mengingatkan kepada kita agar dapat menjaga persahabatan di antara sesama teman dan mengingatkan kepada kita untuk tidak saling menyimpan dendam kepada teman maupun kepada orang lain.
  3. Act (A), yaitu:
Permulaan               : Tasya, Caca, Nopi, Mila dan Hajrah mereka dalah lima orang siswi di salah satu sekolah yang sudah bersahabat sejak lama.
Pengenalan masalah: Mila dan Tasya saling berargumen mengenai jumlah abu gosok yang akan mereka gunakan, Hajrah membela Mila sedangkan Caca dan Nopi membela Tasya.
Puncak masalah       : Persahabatan mereka menjadi terpecah menjadi dua. Mila dan Hajrah sedangkan Tasya dengan Caca dan Nopi. Dua kubu yang dulunya sahabat itu saling mencoba untuk membalas dendam.
Penyelesaian            : Akhirnya mereka sadar bahwa permusuhan mereka hanya disebabkan oleh hal yang sangat kecil, mereka lalu saling minta maaf dan mereka berlima pun kembali menjadi sahabat yang baik.
5.      Key (K) : Nada suara yang digunakan yaitu dengan nada tinggi, yaitu tokoh antagonis (Caca dan Mila) dengan senang hati dan dengan serius melakukan kejahatan terhadap tokoh protagonis (Nopi dan Hajrah), yaitu dengan menuduh Nopi dan Hajrah melakukan suatu kesalahan. Sedangkan, tokoh protagonis (Nopi dan Hajrah) menggunakan nada lembut yaitu dengan memaafkan tokoh antagonis (Caca dan Mila).
6.      Instrument (I) : Yaitu menyampaikan pendapat secara lisan dalam suatu percakapan yang sedang berlangsung di ruang kelas, kantin, dan perpustakaan.
7.      Norma (N) : Norma yang digunakan yaitu norma sosial. Karena dalam percakapan tersebut terdapat seorang siswi (Caca dan Mila) yang menuduh sahabatnya tanpa menghargai perasaan temannya (Nopi dan Hajrah) sendiri. Karena Caca dan Mila lebih mementingkan dirinya sendiri tanpa memikirkan perasaan Nopi dan Hajrah.
8.      Genre (G) : Genre atau bentuk penyampaian yang digunakan yaitu dalam bentuk narasi, yaitu dengan mengisahkan suatu cerita atau kejadian.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

ALAT UCAP PADA MANUSIA.

Modus, Aspek, Kala, Modalitas, Fokus beserta contohnya dalam bahasa Makassar

tugas ke 4 (Klasifikasi Bunyi)