TUGAS 3 SPEAKING
NAMA:Syarifa santiani
NIM
:1955042012
PRODI PBSD.B
SPEAKING
Dendam
Menghancurkan Persahabatan
Siang itu saat
jam istirahat, empat orang siswa dan siswi yang sudah bersahabat sejak lama
yaitu Melia, Rara, Florina, Fira dan Salsa sedang duduk santai di kantin.
Meisya : “Eh,
kalian mau pesan minuman apa ?”
Rara : “Aku es jeruk dong.”
Salsa : “Aku juga es jeruk.”
Meisya : “Yaudah, semuanya es jeruk aja
ya, biar sama.”
Florina : “Iya gitu aja biar nggak kelamaan
buatnya.”
Meisya : “Oke deh.” (sambil bangkit dan
memesan minuman)
Fira :
“Minumnya biar aku aja ya yang bayar. Udah lama banget nggak nraktir kalian nih.”
Rara dkk : “Makasih ya Hen.” (terlihat sangat
senang)
Bel tanda masuk
berbunyi.
Florina : “Eh udah bel tuh. Ke kelas yuk !”
(sambil berdiri)
Meisya dkk : “Yuk !” (seraya bangkit dan mengajak
teman yang lain)
Di kelas,
pelajaran sudah di mulai. Ibu guru telah berada di depan kelas untuk
melanjutkan pelajaran minggu lalu.
Guru :
“Anak-anak, seperti yang sudah Ibu tugaskan minggu lalu, kita akan belajar
membuat telur asin. Silahkan kumpul dengan anggota kelompok masing-masing.
Kemudian keluarkan barang-barang yang sudah ibu suruh bawa dan letakkan di atas
meja.”
Florina :
“Kalian bawa barang yang udah dibagi kemarin kan ?”
Fira dkk :
“Bawa dong.” (mengeluarkan barang-barang dan menaruhnya di atas meja)
Salsa :
“Kok abu gosoknya banyak banget sih. Kita kan Cuma butuh dikit.”
Meisya :
“Emang segitu kok abu gosoknya.”
Fira :
“Tapi setauku enggak sebanyak ini. Ini sih berlebihan.”
Rara :
“Emang segitu kok Hen.”
Florina :
“Kok kalian nggak percaya sih ? Bener kata Meisya dan Rara, abu gosoknya emang
segitu.” (sedikit kesal)
Salsa :
“Tapi nggak sebanyak itu Flor. Iya kan Hen ?”
Fira :
“Iya, nggak sebanyak itu. Sini biar aku aja yang ngerjain !” (mengambil abu
gosok)
Meisya :
“Biar aku aja! Kalian itu nggak tau.” (mengambil abu gosok dari tangan Fira)
Melia, Rara,
Florina, Fira dan Salsa saling berebut abu gosok dan akhirnya semua abu
gosoknya tumpah dan mereka terjatuh.
Guru : “Apa-apaan ini ? Kenapa abu
gosoknya tumpah dan berantakan seperti ini ? Sekarang kalian bersihkan sampai
bersih dan nilai kalian Ibu kurangi.” (terlihat marah)
Fira :
“Gara-gara kalian sih, nilai kita jadi dikurangin !” (bicara pada Florina,
Meisya dan Rara)
Rara : “Kok jadi kita sih yang
disalahin ? Itu semua kan gara-gara kamu!”
Salsa : “Ini gara-gara kamu!”
Florina : “Kalian sih ngrebut abu gosoknya
! Jadi kita yang kena impasnya.”
Mereka saling
menyalahkan satu sama lain tanpa ada satupun yang mau mengalah dan minta maaf.
Persahabatan mereka terpecah. Fira dan Salsa menjauh dari Florina, Meisya dan
Rara. Mereka saling berencana untuk membalas dendam.
Saat itu
pelajaran Bahasa Indonesia, mereka sedang belajar di perpustakaan.
Florina :
“Eh eh eh, kalian kasih buku ini ke Salsa sama Fira. Biar mereka dimarahin sama
Bu Guru. Biar tau rasa.” (berbisik-bisik dengan Meisya dan Rara sambil menyobek
buku perpustakaan)
Meisya :
“Nih ada buku. Bu Guru nyuruh kalian baca.” (memberikannya dengan malas-malas)
Rara :
“Ibu Guru! Lihat deh, Salsa sama Fira ngrobek buku perpustakaan !” (setengah
berteriak sambil menunjuk Salsa dan Fira)
Guru :
“Apa yang kalian lakukan sama buku itu ? Dasar anak nakal, selalu saja berulah.
Sekarang kalian ibu hukum untuk merapikan buku di perpustakaan ini!” (sangat
marah)
Fira :
“Tapi bukan kita Bu pelakunya. Kita Cuma dijebak.”
Guru :
“Tidak usah banyak alasan ! Jalani saja hukuman yang Ibu berikan!”
Salsa :
“Baik Bu.”
Saat di kelas,
Ibu Guru sedang menjelaskan pelajaran, namun Florina, Meisya dan Rara justru
ramai sendiri dan mengobrol di kelas. Ibu Guru yang melihatnya menjadi jengkel
dan marah karena merasa tidak dihargai.
Guru : “Rara, Florina, Meisya ! Apa
yang sedang kalian lakukan ? Ibu sedang menerangkan tapi kalian justru ramai sendiri.
Sudah merasa pintar ?”
Meisya : “Engenggak Bu. Maafkan kami.”
Guru : “Kalian Ibu hukum karena
terlalu sering berbuat onar. Sepulang sekolah, kalian bertiga bersihkan kelas
sampai bersih.”
Florina : “Ta tapi Bu”
Guru : “Tidak ada tapi-tapian. Lakukan
saha tugas kalian.”
Sepulang
sekolah, Florina, Meisya, dan Rara melaksanakan hukuman yang diberikan Ibu
Guru. Setelah selesai, Salsa dan Fira menghampiri mereka bertiga.
Florina : “Mau apa kalian ? Mau mengejek
kami ?”
Fira :
“Kita capek musuhan terus terus sama kalian. Lebih baik kita baikan dan
bersahabat lagi.”
Rara :
“Benar kata Fira. Kita jadi sering dihukum karena saling mecoba balas dendam.”
Meisya :
“Aku juga setuju dengan mereka.”
Salsa :
“Aku juga.”
Florina :
“Sebenernya, aku juga ngerasa kaya gitu. Kalo gitu, maafin kami ya.”
Fira dan Salsa: “Iya, maafin kita juga ya. Kita sahabatan
lagi kan ?”
Rara :
“Tentu. Jangan pernah marahan lagi kaya kemarin ya.”
Mereka berlima
akhirnya saling bermaafan dan kembali bersahabat seperti dahulu. Tidak ada
permusuhan lagi diantara mereka.
UNSUR-UNSUR YANG TERDAPAT
PADA SPEKING DIATAS YAITU SEBAGAI BERIKUT
1.setting and
scense,yaitu
-tempat:kantin,ruang kelas,perpustakaan
-waktu
:siasng hari,saat istirahat,saat pelajaran,saat pulang sekolah
2.Participants,yaitu
- florina
-Meisya
-Rara
-Fira
- Salsa
-Guru
3.Ends
Maksud dari percakapan di
atas adalah persahabatan mereka terpecah menjadi duasalsa dengan fira sedangkan
meisya dan rara dua kubu yang dulunya bersahabat iti saling mencoba untuk balas
dendam.
4.Act sequences,yaitu
1.Kalian
bawa barang yang udah dibagi kemarin kan
2.kok
kalian ngak percaya sih
3.Tapi
ngak sebanyak itu kan han?
4.iya
ngak sebanyak itu shi
5.Key,yaitu
Mereka
bersemangat untuk menyelesaikan permasalahannya karena mereka sadar bahwa
permusuhan mereka hanya disebabkan oleh
hal yang sangat kecil.
6.Intrumentalis,yaitu
Yaitu secara lisan
7.Norms
Menjaga persahabatan di
antara teman merupakan hal pentin
8.Genres
Bahasa yang digunakan
mudah di pahami dan menggunakan bahasa sehari-hari
Komentar
Posting Komentar