Tugas 4 linguistik Bagan Vokal dan Konsonan Nurcitrawati (1955041028) (Makassar)
PENGANTAR LINGUISTIK
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
Nama : NUR CITRAWATI
Nim :
1955041028
Prodi
: PBSD (B)
Ø BAGAN KONSONAN
dan BAGAN VOKAL
·
BAGAN KONSONAN
tempat artikulasi
cara
artikulasi
|
bilabial
|
labiodental
|
Apikodental
|
laminoalveolar
|
laminopalatal
|
Dorsovelar
|
faringal
|
glotal
|
hambat
|
p b
|
t d
|
k g
|
?
|
||||
geseran
|
f v
|
ꝋ ծ
|
s z
|
ꭍ Ȝ
|
X
|
H
|
||
paduan
|
c
j
|
|||||||
sengauan
|
m
|
n
|
Ń
|
ꬼ
|
||||
getaran
|
r
|
|||||||
sampingan
|
l
|
|||||||
hampiran
|
w
|
y
|
·
BAGAN/PETA VOKAL
hampar
|
bulat
|
hampar
|
bulat
|
|||||
tinggi
|
t
|
i
|
Ǖ
|
֗ǝ
|
і
|
u
|
||
k
|
i
|
U
|
||||||
tengah
|
t
|
e
|
ö
|
ǝ
|
ë
|
o
|
||
k
|
є
|
ɔ̈
|
ᶺ
|
ɔ
|
||||
rendah
|
ӕ
|
a
|
||||||
depan
|
pusat
|
belakang
|
||||||
·
BAGAN KONSONAN
Dari peta konsonan di atas, bunyi konsonan dibedakan
berdasarkan 3 ktiteria, yaitu:
1).
Berdasarkan tempat artikulasinya
a. bilabial,
yaitu konsonan yang terjadi pada kedua belah bibir; bibir bawah merapat pada
bibir atas. Yang termasuk konsonan bilabial ini adalah bunyi [b], [p], dan [m].
Dalam hal ini perlu diperhatikan, bunyi [p] dan [b] adalah bunyi oral, yaitu
yang dikeluarkan melalui rongga mulut, sedangkan [m] adalah bunyi nasal, yaitu
bunyi yang dikeluarkan melalui rongga hidung.
b.
labiodental, yaitu konsonan yang terjadi pada gigi bawah dan bibir atas; gigi
bawah merapat pada bibir atas. Yang termasuk konsonan labiodental adalah bunyi [f] dan
[v].
c.
laminoalveolar, yaitu konsonan yang terjadi pada daun lidah dan jusi; dalam hal
ini, daun lidah menempel pada jusi. Yang termasuk konsonan laminoalveolar
adalah bunyi [t] dan [d].
d. dorsovelar,
yaitu konsonan yang terjadi pada pangkal lidah dan velum atau langit-langit
lunak. Yang termasuk konsonan dorsovelar adalah bunyi [k] dan [g].
2).
Berdasarkan cara artikulasi
a. hambat (letupan, plosif, stop).
Yaitu artikulatornya menutup sepenuhnya aliran udara, sehingga udara mampat di
belakang tempat penutupan itu. Kemudian penutupan dibuka secara
tiba-tiba kemudian menyebabkan letupan. Yang termasuk konsonan letupan antara
lain: bunyi [p], [b], [t], [d], [k], dan [g].
b. geseran
atau frikatif. Artikulator aktif medekati artikulator pasif, membentuk celah
sempit, sehingga udara yang lewat mendapat gangguan di celah itu. Yang termasuk
konsonan geseran antara lain: bunyi [f],[s],
dan [z].
c. paduan atau
frikatif. Artikulator aktif menghambat semua aliran udara, lalu membentuk celah
sempit dengan artikulator pasif. Yang termasuk konsonan paduan adalah bunyi [c] dan
[j].
d. sengauan
atau nasal. Artikulator menghambat semua aliran udara melalui mulut. Tetapi
membiarkannya keluar dengan bebas melalui rongga hidung. Yang termasuk konsonan
sengauan yaitu bunyi [m], [n], dan [ƞ].
e.
getaran ( trill). Artikulator aktif melakukan kontak beruntun dengan
artikulator pasif, sehingga getaran bunyi terjadi berulang-ulang. Yang termasuk
konsonan getaran yaitu bunyi [r].
f. sampingan
(lateral). Artikulator aktif menghambat aliran udara pada bagian tengah
mulut, lalu membiarkan udara keluar melalui samping lidah. Yang termasuk
konsonan sampingan yaitu bunyi [l].
g.
hampiran (aproksiman). Artikulator aktif dan
pasif membentuk ruang yang mendekati posisi terbuka (semi vokal). Yang
termasuk konsonan hampiran yaitu bunyi [w
] dan [y].
3). Berdasarkan posisi pita suara
Dibedakan
menjadi bunyi bersuara dan bunyi tidak bersuara.
• Bunyi bersuara terjadi apabila pita
suara hanya terbuka sedikit, sehingga terjadilah getaran pada pita suara itu.
Yang termasuk bunyi bersuara antara lain: bunyi [b], [d], [g], dan [c].
• Bunyi tidak bersuara terjadi apabila
pita suara terbuka agak lebar, sehingga tidak ada getaran pada pita suara itu.
Yang termasuk bunyi tidak bersuara antara lain: [s], [k], [p], dan [t].
·
BAGAN VOKAL
Bunyi vokal
biasanya di klasifikasikan dan diberi nama sesuai posisi lidah dan bentuk
mulut. Posisi
lidah tersebut bisa bersifat vertikal dan bisa bersifat horizontal. Secara
vertikal dibedakan adanya vokal tinggi, misalnya bunyi (i) dan (u); vokal
tengah misalnya bunyi (e) dan (∂); dan vokal rendah misalnya bunyi (a). Secara
horizontal dibedakan adanya vokal depan, misalnya bunyi (i) dan (e); vokal
pusat misalnya bunyi (∂); dan vokal belakang misalnya bunyi (u) dan (o).
Kemudian menurut bentuk mulut dibedakan adanya vokal bundar dan vokal tak
bundar. Disebut vokal bundar karena bentuk mulut membundar ketika mengucapkan
vokal itu, misalnya vokal (o) dan vokal (u). disebut vokal tak bundar karena
bentuk mulut tidak membundar, melainkan melebar, pada waktu mengucapkan vokal
tersebut misalnya vokal (i) dan vokal (e).
Berdasarkan
posisi lidah dan bentuk mulut itulah kemudian kita memberi nama akan vokal-vokal
itu, misalnya:
[i] adalah vokal depan tinggi tak
bundar
[e] adalah
vokal depan tengah tak bundar
[ǝ] adalah
vokal pusat tengah tak bundar
[o] adalah
vokal belakang tengah bundar
[a] adalah
vokal pusat rendah tak bundar
Komentar
Posting Komentar