Tugas Dell Hymes (SPEAKING) Dalam Drama, Cerpen, Dan Novel.

Nama :Sinarwati
Nim:1955041024
Tugas 3 :Pengantar  linguistik
MENGANALISIS SEBUAH CERPEN, DRAMA, NOVEL MENURUT TEORI DELL HYMES (SPEAKING) 

Menurut Dell Hymes, sebuah percakapan dapat dikatakan sebagai peristiwa tutur jika sudah memenuhi delapan komponen, yang jika diakronimkan akan membentuk kata (SPEAKING) sebagai berikut:
S : Setting and Scene
Waktu dan tempat dimana peristiwa tutur itu terjadi, dan bagaimana situasi pada saat peristiwa tutur itu terjadi. Hal ini akan berpengaruh terhadap penggunaan bahasa pada saat peristiwa tutur terjadi.
P : Participant
Pihak yang terlibat dalam peristiwa tutur. Peristiwa tutur dapat berlangsung dua arah melibatkan dua orang yang bercakap secara bergantian, tetapi dapat juga berlangsung satu arah misal pada saat khutbah jumat.
E : End
Tujuan Pertuturan. Semua peristiwa tutur haruslah memiliki tujuan pembicaraan. 
A : Act Sequence
Bentuk atau isi ujaran. Berkenaan dengan diksi (pilihan kata) yang digunakan serta hubungannya dengan topik pembicaraan.
K : Key
Mengacu pada nada, cara dan semangat pada saat menyampaikan sesuatu. Apakah disampaikan dengan serius, senang, sombong, secara singkat, dsb.
I : Instrumentalities
Jalur bahasa yang digunakan. Lisan atau tertulis, misal melalui telegram atau telepon.
N : Norms
Norma atau aturan dalam berinteraksi. Misal aturan ketika menyanggah lawan bicara, cara bertanya, dsb.
G : Genre
Jenis bentuk penyampaian. Misal dalam bentuk puisi, narasi, pepatah, doa, dsb.

Berikut contoh cerpen singkat

Indahnya Sebuah Persahabatan

Betapa menyenangkannya menjadi orang kaya. Hidup serba berkecukupan. Apapun yang diinginkan akan terpenuhi. Karena semua sudah tersedia. Seperti halnya Tyas. Seorang anak orang kaya yang menjadi banyak sorotan, Berangkat dan pulang selalu diantar oleh supir pribadi dan mobil mewahnya.

Meskipun bergelimang harta tiyas tidaklah menyombongkan diri. Tidak kalah dengan Tiyas, Orang tua Tiyas juga merupakan orang yang baik dan ramah, Tidak berpatokan pada harta dalam bergaul dan tidak membeda-bedakan orang disekelilingnya. Kawan-kawan Tiyas sangat suka dan betah berlama-lama di rumah Tiyas karena mereka selalu disambut ramah dan diperlakukan seperti keluarga sendiri oleh keluarga Tiyas.

Tiyas memiliki seorang sahabat yang sangat setia menemaninya dalam menghadapi lika liku kehidupan. Tidak jauh dari rumahnya Dwi sahabat tiyas tinggal di kampung dekat rumah Tiyas, hanya saja dipisahkan oleh RT saja. Namun sudah hampir dua minggu Dwi tidak mengunjungi Tiyas di rumahnya. “Hmmm Dwi kemana ya mah, Biasanya hampir setiap hari Dwi main kesini. Tapi ini sudah hampir lewat dua minggu Dwi tidak datang lagi.” Ujar Tiyas. “Mungkin Dwi sedang sakit!” jawab Mama Tiyas. “Ih, iya juga ya mah, siapa tahu memang Dwi lagi sakit. Kalau begitu nanti sore Tiyas mau menjenguknya” katanya  dengan penuh semangat. 

Sudah lima kali Tiyas mengetuk pintu rumah Dwi. Karena menunggu lama tidak kunjung dibuka akhirnya Tyas memberanikan diri untuk bertanya kepada tetangga tentang menghilangnya Dwi. Benar saja, Ternyata sudah dua minggu Dwi ikut orang tuanya pulang ke desa. Sebab ayahnya habis kena PHK. Akhirnya keluarga Dwi memutuskan untuk kembali ke desa dan memilih menjadi petani.
“Oh, kasihan sekali Dwi,” ujarnya didalam hati,
Di rumahnya, Tyas tampak melamun sambil memikirkan nasib sahabat setianya itu.
“Ada apa Yas? Kok kamu nggak seperti biasanya, malah tampak lesu dan kurang semangat.” Papa bertanya sambil menegur.
“Dwi, Pa.” Jawab Tyas
“Memangnya ada apa dengan Dwi sehingga membuatmu muram, Apa dia sedang sakit?” Tyas menggeleng kepada ayah.
“Lantas kenapa?” Papa menjadi penasaran.
“Sekarang Dwi sudah pindah rumah. Kata tetangga sebelah rumahnya Dwi ikut orang tuanya pulang ke desa. Kabarnya bapaknya habis di PHK dan memilih untuk menjadi petani”.
Sambil menatap Tyas papa termenung memikirkan ucapan tyas dengan rasa setengah tidak percaya.
“Kalau Papa tidak langsung percaya, Coba tanya deh, sama Pak RT atau ke tetangga lain” ujarnya.
“Lalu apa rencana kamu?”
“Aku harap Papa bisa menolong Dwi!”
“Maksudmu?”
“Aku pengen Dwi bisa disini lagi” Tyas  memohon dengan agak mendesak.
“Baik kalau itu bisa bikin kamu seneng. Tapi, kamu harus bisa mencari alamat rumah Dwi yang di desa” kata Papa.

Berkat bantuan pemilik kontrakan bekas rumah Dwi akhirnya tiga hari kemudian Tiyas berhasil memperoleh alamat rumah Dwi yang berada di desa. Ia merasa sangat senang. Kemudian Papa bersama dengan Tiyas datang ke rumah Dwi di sebuah desa terpencil dan lokasi rumahnya masih masuk ke dalam lagi. Bisa ditempuh dengan jalan kaki dua kilometer. Kedatangan kami disambut orang tua Dwi dan Dwi sendiri. Betapa gembira hati Dwi ketika bertemu dengan Tiyas. Mereka berpelukan cukup lama untuk melepas rasa rindu. pada awalnya Dwi sangat kaget dengan kedatangan Tiyas secara tiba-tiba.
“Maaf ya Yas. Aku tak sempat memberi kabar ke kamu kalo aku mau pindah”
“Ah, tidak apa-apa. Yang penting aku sudah ketemu kamu dan merasa senang.”
Setelah berbincang cukup lama, Papa menjelaskan tujuan kedatangan mereka kepada orang tua Dwi. Ternyata orang tua Dwi tidak keberatan, mereka menyerahkan segala keputusan kepada Dwi sendiri.
“Begini, Wik, kedatangan kami kemari, ingin mengajak kamu untuk ikut kami ke Surabaya. Kami menganggap kamu itu sudah seperti keluarga kami sendiri. Gimana Wi, apakah kamu bersedia ikut?” Tanya Papa.
“Soal sekolahmu,” lanjut Papa, “kamu nggak usah khawatir. Seluruh biaya pendidikanmu biar papa yang menanggung.”
“Baiklah kalau memang Bapak dan Tiyas menghendaki saya ikut, saya mau pak. Saya juga mengucapkan banyak terima kasih atas kebaikan Bapak yang mau membantu saya dan keluarga saya.”
Kemudian Tiyas bangkit dari tempat duduk lalu mendekat memeluk Dwi. Tampak mata Tyas berkaca kaca tidak kuat menahan kebahagiaan. Kini Dwi tinggal di rumah Tiyas. Sementara orang tuanya tetap tinggal di desa. Selain untuk mengerjakan sawah, mereka juga merawat nenek Dwi yang sudah semakin tua.

Dari contoh cerpen singkat tentang persahabatan di atas kita dapat menganalisis cerpen tersebut menurut teori dell hymes (SPEAKING) sebagai berikut:
  1. Setting/scene:Dalam cerpen "indahnya sebuah persahabatan" mempunyai setting atau tempat:di rumah Tyas,dan rumah Dwi. Situasi pembicaraan Tyas terlihat bahwa ia sangat sedih memikirkan nasib sahabatnya yang sudah tak lagi bersamanya dan tinggal di kampung. 
  2. Participants :pihak yang terlibat dalam cerpen :"indahnya sebuah persahabatan" yaitu Tyas suka menolong, Dwi tidak suka membebani orang lain, Papa Tyas baik hati dan ramah, Mama Tyas peduli. 
  3. Ends:Tujuan pembicaraan cerpen  tersebut untuk mengajak para pembaca untuk saling tolong menolong dan saling memberi antar sesama. 
  4. Act sequence:Dalam cerpen "indahnya sebuah persahabatan "menggunakan bentuk kalimat yang imperatif yaitu kalimat yang membujuk atau meminta tolong contohnya:"Aku harap papa bisa menolong Dwi!
  5. Key:Dalam cerpen  "indahnya sebuah persahabatan " cara penyampaiannya dengan nada yang naik turun, mendesak saat berbicara dengan orang tua dan agak memaksa
  6. Instrument: Bahasa yang digunakan dalam cerpen "indahnya sebuah persahabatan " yaitu bahasa lisan dan bahasa non baku
  7. Norm:Norma yang terlihat pada cerpen "indahnya sebuah persahabatan" yaitu norma sosial bahwa setiap manusia harus saling tolong menolong antar  sesama dan saling memberi
  8. Genre:Jenis wacana yang disampaikan pengarang dalam cerpen "indahnya sebuah persahabatan" adalah jenis cerpen.

SEKIAN DAN TERIMAH KASIH

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ALAT UCAP PADA MANUSIA.

Modus, Aspek, Kala, Modalitas, Fokus beserta contohnya dalam bahasa Makassar

tugas ke 4 (Klasifikasi Bunyi)