Mirnawati (1955042027) tugas ke-6
Biarlah
Lembut sapamu menjama
Nohkta nuranimu menyentuh
Laksana sutera mengelus lena
Hingga buai hanyut di jiwa yang renyuh
Nohkta nuranimu menyentuh
Laksana sutera mengelus lena
Hingga buai hanyut di jiwa yang renyuh
Kini nohkta nurani memburam
Tercemar asa duga yg mencekam
Untai lisan tiada berdaya
Mengurai soal pun tercela
Tercemar asa duga yg mencekam
Untai lisan tiada berdaya
Mengurai soal pun tercela
Sutera lembutpun kini berlalu
Sirna serta cerita dahulu
Jiwa renyuh di hati yang pilu
Termakan asa jalan yang keliru
Sirna serta cerita dahulu
Jiwa renyuh di hati yang pilu
Termakan asa jalan yang keliru
Biarlah.......
1.
Proses perubahan fonem
·
Fonem / N / pada morfem meN-
dan peN berubah menjadi fonem / m / apabila bentuk dasar yang mengikutinya
berasal dengan / p, b, f /.
meN + buram = memburam
·
fonem / N / pada meN- dan peN- berubah
menjadi / n / apabila bentuk dasar yang mengikutinya berawal dengan / s, s, c,
j /
meN
+ sentuh = menyentuh
meN
+ cekam = mencekam
Kosa
kata Morfem bebas dan Morfem terikat
NO
|
KOSA KATA
|
MORFEM BEBAS
|
MORFEM TERIKAT
|
1
|
berdaya
|
daya
|
ber
|
2
|
tercela
|
cela
|
ter
|
3
|
berlalu
|
lalu
|
ber
|
4
|
berdaya
|
daya
|
ber
|
5
|
tercemar
|
cemar
|
ter
|
6
|
mengelus
|
elus
|
elus
|
Perubahan
Fonem
1. Asimilasi
Yang
dimaksud dengan asimilasi yaitu peristiwa perubahan bunyi menjadi bunyi yang
lain sebagai akibat dari bunyi yang ada di lingkungannya, sehingga bunyi
menjadi sama atau mempunyai ciri-ciri yang sama dengan bunyi yang
mempengaruhinnya.
Contoh
asimilasi:
Sabtu dalam
bahasa Indonesia lazim disebutkan [saptu], dimana terlihat [b] berubah
menjadi [p] karena pengaruh [t].
2. Disimilasi
Yang
dimaksuk disimilasi yaitu peristiwa perubahan bunyi yang menyababkan dua buah
fonem yang sama menjadi berbeda atau berlainan.
Contoh
disimilasi:
Citta yang
berubah menjadi kata cipta dan cinta, kita lihat
bunyi [tt] pada kata citta berubah
menjadi bunyi [pt] pada kata cipta dan
berubah menjadi bunyi [nt] pada kata cinta
3. Netralisasi
Yang
dimaksud dengan netralisasi yaitu pristiwa perubahan bunyi yang menyebabkan
batalnya fungsi fonemik sebagai pembeda makna.
Contoh
netralisasi :
Bunyi [lembab] dan
[lembap], pada hakekatnya bunyi ini memiliki makna yang sama. Kita lihat /b/
dan /p/ di sini kehilangan fungsinya sebagai pembeda makna.
4. Akrifonem
Yang
dimaksud dengan akrifonem yaitu satuan terkecil dalam kosakata yeng
menetralisasikan oposisi antara
ciri-ciri makna beberapa leksem.
Contoh
akrifonem :
Kata Jawab yang
diucapkan /jawap/ atau diucapkan /jawab/, tetapi bila diberi akhiran –an bentuknya
menjadi jawaban. Jadi, di sini ada /B/ yang realisasinya bisa
menjadi /p/ atau /b/.
5. Metatesis
Yang
dimaksud dengan metatesis yaitu mengubah urutan fonem yang berada dalam satu
kata dalam bentuk lain dari fonem yang sama.
Contoh metatesis
:
Pada kata batu, fonem
/b/, /a/, /t/, dan /u/ dapat berubah menjadi bentuk kata lain, seperti : buta,
tuba, dan tabu.
6. Epentesis
Yang
dimaksud dengan epentesis yaitu penambahan huruf dalam satu kata terutama kata
pinjaman tanpa mengubah arti untuk menyesuaikan pola fonologis bahasa peminjam.
Contoh
epentesis :
Kata kampak, kita
lihat bunyi [m] disisipkan ditengah kata kapak. Contoh
lainnya pada jumblah, bunyi [b] disisipkan
di tengah kata jumlah.
Komentar
Posting Komentar