Jenis-jenis Makna

NAMA : Cahaya Putri
NIM : 1955040009
KELAS : PBSD (B)

Jenis-jenis Makna
1)       Leksikal, Gramatikal, dan Kontekstual
Makna leksikal adalah makna yang dimiliki atau ada pada leksem meski tanpa konteks apa pun. . Dengan contoh ini dapat juga dikatakan bahwa makna leksikal adalah makna yang sebenarnya, makna yang sesuai dengan hasil observasi indra kita, atau makna apa adanya.contoh:
a)      Perut Linda kekenyangan karena terlalu banyakmakan.
(bassoroki battangna i Linda ka jai dudu nakanre)
(makan : kegiatan memasukkan makanan ke dalam mulut,yang kemudian di kunyah dan setelah itu ditelan)
b)      Ayah  sudah tiba dikantor pada pukul delapan pagi.
(manggeku anrapiki ri kantoroka waktungna tette sagantuju baribbasak)
(pagi :waktu setelah matahari terbit)
Makna gramatikal adalah makna yang muncul sebagai akibat berfungsinya kata dalam kalimat. contoh:
c)      Limda dan teman-temannya sedang bermainrumah-rumahan.
(Linda siagang agangna akkarena ballak-ballaki )
(kata rumah-rumahan pada kalimat di atas bermakna menyerupai rumah.kata rumah-rumahan sendiri merupakan hasil gramatikalisasi dengan cara reduplikasi berimbuhan atau pengulangan kata yang dilakukan sembari memberi imbuhan pada kata yang telah diulang)
d)     Tadi sore,kakaku melihatnya tengahberjalan di taman sendirian.
(rikaruengnga, Daengku naciniki akjappa ri tangngana tamangnga kale-kalenna)
(kata berjalan pada kalimat diatas bermakna bergerak dari satu titk ke titik lainnya.kata berjalan sendiri merupakan hasil gramatikalisasi dari kata jalan yang digramatikalisasi dengan cara afiksasi atau pemberian imbuhan ber-.
Makna kontekstual adalah makna sebuah leksem atau kata yang berada di dalam satu konteks. Misalnya pada konteks situasi memaksa pembicara mencari kata yang maknaya berkaitan dengan situasi. contoh:
e)      Badan perahu itu kini telah dicat dengan menggunakan cat berwarna putih.
(kalenna anjo biseangnga lekbakmi ri cek ammake cek kebo)
(pada kalimat ini,kata badan dimaknai sebagai bagian dari suatu benda)
f)       Pompa yang baru dibeli Kakak itu digerakkan olehmotor listrik.
(kompa berua na balli daengku ri pagioki ammakke motorok listrik)
(kata motor pada kalimat diatas adalah mesin penggerak suatu mesin)
2)      Makna Referensial
Makna referensial adalah makna yang langsung berhubungan dengan acuan yang ditunjuk oleh kata. contoh:
a)      Budi dibawa ke rumah sakit menggunakanambulans.
(ri erangi Wana mange ri ballak garringnga ammake ambulans)
(kata ambulans termasuk dalam kata bermakna referensial.arti kara ambulans berarti kendaraan yang digunakan untuk mengangkut orang sakit atau korban kecelakaan)
g)      Pemerintah telah memutuskan akan membangun huniansementara untuk para korban kebakaran .
(lekbakmi nakpaknassa pammarentaya na ambangungi kema lanri akkanrei ballakna)
(kata hunian termasuk ke dalam kata bermakna referensial.arti dari kata hunian adalah tempat tinggal atau kediaman yang dihuni.)

3)      Makna Denotasi dan Makna Konotasi
Makna denotasi adalah makna kata atau kelompok kata yang didasarkan atas hubungan lugas antara satuan bahasa dan wujud di luar bahasa yang diterapi satuan bahasa itu secara tepat. Makna denotasi adalah makna polos, makna apa adanya. contoh:
a)      Saya lebih suka kambing putih dibanding kambing hitam.
(kungaianging bembe keboka na bembe leklenga)
b)      buah jeruk harganya mahal di jakarta.
(kakjallangi anggakna lemoa ri jakarta)
Makna konotasi muncul sebagai akibat asosiasi perasaan pemakai bahasa terhadap kata yang didengar atau kata yang dibaca.contoh:
a)      dia dituduh sebagai kambing hitam masalah proyek tersebut.(kambing hitam yaitu orang yang disalahkan)
(ia ri sallang  ilalang niakna masalah proyekka anne)
b)      kalau ke jakarta jangan lupa bawa buah tangan.(buah tangan yaitu oleh-oleh)
(punna mange ri jakarta teako kaluppai anggerang ole-ole)

4)      Makna Konseptual dan Makna Asosiatif
Makna konseptual adalah makna yang dimiliki oleh sebuah leksem terlepas dari konteks atau asosiasi apa pun. Makna konseptual dianggap sebagai faktor utama di dalam setiap komunikasi. contoh:
a)      Kursi itu rusak.
(panraki anjo bangkoa)
Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah leksem atau kata berkenaan dengan adanya hubungan kata itu dengan sesuatu yang berada di luar bahasa.
c)      Pak andi gulung tikar karena pegawainya melakukan korupsi.( maksud dari gulung tikar merupakan kiasan dari keadaan bangkrut)
(pusui pak andi ka pagawaina jai akcaribubbu)

5)      Makna Kata dan Makna Istilah
Setiap kata atau leksem memiliki makna. Pada awalnya, makna yang dimiliki sebuah kata adalah makna leksikal, makna denotatif, atau makna konseptual. Namun, dalam penggunannya makna kata itu baru menjadi jelas kalau kata itu sudah berada di dalam konteks kalimatnya atau konteks situasinya. Kata ledo dan lima sebagai kata, maknanya lazim dianggap sama seperti pada contoh kalimat berikut:
a)      Pergelangan tangan mina dijatuhi cicak.
(Natujui caccak ledona I Mina.)
b)      Tangan mina dijatuhi cicak
( Natuju caccak limanna I Mina.)
Jadi, kata ledo dan lima pada kedua kalimat di atas adalah bersinonim atau bermakna sama.Berbeda dengan kata, maka yang disebut dengan istilah mempunyai makna yang pasti, yang jelas, yang tidak meragukan, meskipun tanpa konteks kalimat. Oleh karena itu, sering dikatakan bahwa istilah itu bebas konteks, sedangkan kata tidak bebas konteks.
6)      Makna Idiomatikal dan Peribahasa
Makna idiomatikal adalah makna sebuah satuan bahasa (entah kata, frase, atau kalimat) yang menyimpang dari makna leksikal atau makna gramatikal unsur-unsur pembentuknya. Untuk mengetahui makna idiom sebuah kata (frase atau kalimat) tidak ada jalan lain selain mencarinya di dalam kamus.contoh:
a)      Meskipun jauh di mata,tetapi aku dapat merasakan penderitaan penduduk desa.
(jauh di mata= terpisah jauh)
(manna bella sissalakta, ingka akkullei ku inji kukasia susahna tau desaya)
b)      Kampung kedung seperti desa mati karena gelap gulita dan sunyi.(gelap gulita=gelap sekali)
(kampong kedung assingkamma desa mate ka sanna sassangna  )
Makna peribahasa masih dapat diramalkan karena adanya asosiasi atau tautan antara makna leksikal dan gramatikal unsur-unsur pembentuk peribahasa itu dengan makna lain yang menjadi tautannya. contoh:
a)      Berat sama dipikul,ringan sama dijinjing.(artinya:bersama-sama dalam suka dan duka,baik buruk sama-sama ditanggung)
(battala singkamma ri pisang,ringang singkamma ritenteng)
b)      Belum beranak sudah ditimang.(artinya:belum berhasil,tetapi sudah bersenang-senang lebih dahulu)
(tenapa nalassu na timangmi)




RELASI MAKNA
   Dalam setiap bahasa,termasuk bahasa indonesia,makna kata saling berhubungan, hubungan kata itu disebut relasi makna. Relasi makna dapat berwujud bermacam- macam antara lain : sinonimi, antonimi dan oposisi, homonimi, homofoni,homografi, Hiponimi dan hipernimi, Polisemi, Ambiguitas, Redundansi.
1.      Sinonimi
 Sinonim sering disebut dengan persamaan kata, maksudnya kata yang mempunyai makna sama atau hampir sama dengan kata lain.
Contoh :
buruk    =  jelek (kodi)
pintar   = pandai (caraddek)
tampan   = ganteng (gammarak)
2.      Aantonimi dan oposisi
Antonimi sering disebut dengan lawan kata, maksudnya maknanya kebalikan dari makna ungkapan lain.
Contoh :
Tipis    = tebal (tipisi = kapala)
Rajin   = malas (siga = kuttu)
Kaya   = miskin (kalumannyang = kasiasi)
3.      Homonimi, Homofoni, Homografi
Homonimi adalah suatu kata yang memiliki makna berbeda, tetapi memiliki ejaan atau lafal yang sama. Misalnya kata bulan yang berarti waktu dalam 30 hari, dengan kata bulan yang berarti nama satelit bumi. Contoh lain kata salak yang berarti buah, dengan kata salak yang berarti gonggongan anjing. Contoh lain kata genting yang berarti gawat, dengan kata genting yang berarti benda penutup rumah.
4.       Hiponimi dan Hipernimi
Hiponimi merupakan bagian dari makna suatu ungkapan lain. misalnya kata mawar berhiponim terhadap kata bunga, sebab makna kata mawar termasuk makna kata bunga. Mawar memang bunga tapi bunga tidak hanya mawar melainkan juga termasuk melati, tulip,anggrek,lidah buaya dan sebagainya.
5.       Polisemi
Polisemi adalah kata yang mempunyai makna lebih dari satu. Misalnya kata darah dalam bahasa indonesia memiliki makna (1) hubungan darah persaudaraan, (2) yang ada pada tubuh manusia. Jadi, darah pada kalimat di atas memiliki makna lebih dari satu.contoh lain kata mampu dalam bahasa indonesia memiliki makna (1) kuasa (bisa , sanggup), melakukan sesuatu, (2) kaya mempunyai harta yang berlebihan.
6.       Ambiguitas
Ambiguitas artinya kata yang bermakna ganda atau mendua arti. Umpamanya anak pejabat yang gemuk itu berasal dari surabaya. (1) yang gemuk adalah pejabat, (2) yang gemuk adalah anak pejabat. Contoh lain ; kucing makan tikus mati. (1) kucing memakan tikus yang mati, (2) kucing memakan tikus yang masih hidup lalu tikus itu mati.
7.       Redundansi
Redudansi artinya sebagai berlebih- lebihan pemakaian unsur segmental dalam suatu bentuk ujaran. Umpamanya ibu membuat kue, maknanya tidak akan berubah bila dikatakan kue dibuat oleh ibu. Pemakaian kata oleh pada kalimat yang kedua dianggap sebagai sesuatu yang redundansi, yang sebenarnya tidak perlu. Contoh lain ; petani mencangkul kebunnya, maknanya tidak akan berubah bila dikatakan  petani sedang mencangkul kebunnya. Pemakaian kata sedang pada kalimat yang kedua dianggap sebagai sesuatu yang redundansi, yang sebenarnya tidak perlu. Makna adalah sesuatu yang fononema dalam ujaran , sedangkan informasiadalah sesuatu yang diluar ujaran. Jadi yang sama antara kalimat pertama dan kalimat kedua di atas bukan maknanya melainkan informasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ALAT UCAP PADA MANUSIA.

Modus, Aspek, Kala, Modalitas, Fokus beserta contohnya dalam bahasa Makassar

tugas ke 4 (Klasifikasi Bunyi)