Jenis Jenis Modus
Nama : Andi Adil Makkulau
Kelas : Pbsd B Makassar
Nim : 1955041009
1. Sebutkan dan jelaskan macam-macam modus dan berikan masing-masing 2 contoh kalimatnya dalam bahasa Indonesia dan Makassar!
ð Modus adalah pengungkapan atau penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran si pembicara atau sikap si pembicara tentang apa yang diucapkannya.
Ø Terdapat 7 macam modus antara lain yaitu:
a. Modus indikatif atau modus deklaratif, yaitu modus yang menunjukkan sikap objektif atau netral.
Contoh:
1). B.J. Habibie adalah Presiden ketiga Indonesia.
ð Parasideng makatallu Indonesia iamintu B.J.Habibie.
2). Setiap hari senin anak sekolah melaksanakan upacara bendera.
ð Punna allo sanneng upacara banderai anak sikolaya.
b. Modus optatif, yaitu modus yang menunjukkan harapan atau keinginan
Contoh:
1). Semoga kelak nanti saya bisa menjadi orang sukses.
ð Barang ammuko membarak akkullea akjari tau akmatu-matu.
2). Mudah-mudahan saya bisa diberi rezeki agar bisa membantu orang lain.
ð Barang akkullea disare dallek naakkullei kubali tau maraengnga.
c. Modus imperatif, yaitu modus yang menyatakan perintah, larangan, atau tegahan.
Contoh:
1). Janganlah durhaka kepada orang tua Anda!
ð Teaki dorakai mange ri tau toata!
2). Marilah kita bersama-sama meminta doa kepada Allah Swt!
ð Maeki nakissama-sama appalak doangang mange ri karaeng Alla Taala!
d. Modus interogatif, yaitu modus yang menyatakan pertanyaan.
Contoh:
1). Mengapa kamu bisa jatuh?
ð Angngapa nakikkulle ammattung?
2). Siapa yang meninggal kemarin?
ð Inai ammoterang ri subangngi?
e. Modus obligatif, yaitu modus yang menyatakan keharusan.
Contoh:
1). Kamu harus mengumpulkan tugasmu besok.
ð Paknassa memangmi jama-jamangta ammuko.
2). Kita harus saling menghormati sesama manusia.
ð Katte parangtak tau paralluki sipakalakbirik ngaseng.
f. Modus desideratif, yaitu modus yang menyatakan keinginan atau kemauan.
Contoh:
1). Saya ingin menaikkan haji orang tua saya.
ð Eroka nakke ampanaiki ajji tau toaku.
2). Saya ingin bertemu dengan teman baik saya.
ð Eroka nakke assibuntuluk siagang agang bajikku.
g. Modus kondisional, yaitu modus yang menyatakan persyaratan.
Contoh:
1). Anda akan selamat dunia akhirat jika berbakti kepada orang tua.
ð Salamakki lino aherak punna bajikki mange ri tau toata.
2). Anda akan menjadi sukses jika Anda rajin belajar dengan bersungguh-sungguh.
ð Akkulleki akjari tau akmatu-matu punna rajengki appilajarak attojeng-tojeng.
2. Sebutkan dan jelaskan macam-macam aspek dan berikan masing-masing 2 contoh kalimatnya dalam bahasa Indonesia dan Makassar!
ð Aspek adalah cara untuk memandang pembentukan waktu secara internal di dalam suatu situasi, keadaan, kejadian, atau proses.
Ø Terdapat 7 macam aspek antara lain yaitu:
a. Aspek kontinuatif,yaitu aspek yang menyatakan perbuatan terus berlangsung.
Contoh:
1). Rini tetap semangat belajar meskipun ayahnya sudah meninggal.
ð Tetaki assumangak appilajarak i Rini manna ammoterangmi manggena.
2). Mila tetap iri kepada Dira.
ð Tetaki Mila kodi nyawana mange ri Dira.
b. Aspek inseptif, yaitu aspek yang menyatakan peristiwa atau kejadian baru mulai.
Contoh:
1). Fitri mulai berangkat ke sekolahnya.
ð Pakaramulami aklampa i Fitri mange ri sikolanna.
2). Mia mulai belajar fisika di kelasnya.
ð Pakaramulami appilajarak fisika i Mia ri kalasakna.
c. Aspek progresif, yaitu aspek yang menyatakan perbuatan sedang berlangsung.
Contoh:
1). Kami sekarang sedang menanam pohon mangga.
ð Kamma-kammaya anne aklamungki katte pokok taipa.
2). Ira sedang membersihkan di ruang kelasnya.
ð Annangkasi Ira ri kalasakna.
d. Aspek repetitif, yaitu aspek yang menyatakan perbuatan itu terjadi berulang-ulang.
Contoh:
1). Yuli terus memarahi Tiara hingga Tiara menangis.
ð Tarrusuki akmoro-moro i Yuli mange ri Tiara sanggena angngarruk i Tiara.
2). Andi bertengkar dengan Anto hingga mereka babak-belur.
ð Assibakji i Andi siagang i Anto sanggenna lokok ngaseng.
e. Aspek perfektif, yaitu aspek yang menyatakan perbuatan sudah selesai.
Contoh:
1). Kiki sudah membeli buku Linguistik.
ð Lekbakmi ammalli i Kiki bobbok Linguistik.
2). Rina sudah mengantar kue ke rumah neneknya.
ð Lekbakmi angngantarak kanrejawa i Rina mange ri ballakna datokna.
f. Aspek imperfektif,yaitu aspek yang menyatakan perbuatan berlangsung sebentar.
Contoh:
1). Risna melihat pemandangan indah di pantai.
ð Acciniki pamandangang kanang-kanang i Risna ri tamparanga.
2). Tika berada di sekolahnya mulai pukul 07:00 pagi hingga pukul 02:00 siang.
ð Niaki Tika ri sikolanna appakaramulai tette tuju ri barikbasaka sanggenna tette rua ri tangngallo alloa.
g. Aspek sesatif, yaitu aspek yang menyatakan perbuatan berakhir.
Contoh:
1). Tina telah memaafkan kesalahan temannya.
ð Napammopporammi i Tina kasalanna agangna.
2). Polisi telah menangkap penipu itu.
ð Nijakkalakmi ri polisi anjo patipua.
3. Sebutkan dan jelaskan macam-macam modalitas dan berikan masing-masing 2 contoh kalimatnya dalam bahasa Indonesia dan Makassar!
ð Modalitas adalah keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal yang dibicarakan, yaitu mengenai perbuatan, keadaan, dan peristiwa atau juga sikap terhadap lawan bicaranya.
Ø Terdapat 4 macam modalitas antara lain yaitu:
a. Modalitas intensional,yaitu modalitas yang menyatakan keinginan, harapan, permintaan, atau juga ajakan.
Contoh:
1). Saya ingin melihat keluarga saya terus diberi kesehatan.
ð Eroka nakke anciniki bijangku tarrusuk disare kagassingang.
2). Semoga kelak nanti saya bisa menjadi seorang guru.
ð Barang ammuko membarak akkullea nakke akjari guru.
b. Modalitas epistemik,yaitu modalitas yang menyatakan kemungkinan, kepastian, dan keharusan.
Contoh:
1). Kalau tidak sakit Silvi pasti pergi bersekolah.
ð Punna tena nagarring i Silvi tantumi mange assikola.
2). Kita harus membantu orang yang terkena bencana.
ð Kibali memangmi katte anjo tau natabaya bala.
c. Modalitas deontik,yaitu modalitas yang menyatakan keizinan atau keperkenaan.
Contoh:
1). Kamu bisa meminjam buku saya sampai hatimu puas.
ð Akkullejaki angnginrangi bobbokku sanggenna assau atingta.
2). Anda boleh memakai baju saya sampai besok.
ð Akkullejaki ampakei bajungku sanggenna ammuko.
d. Modalitas dinamik,yaitu modalitas yang menyatakan kemampuan.
Contoh:
1). Dia bisa pintar jika dia rajin belajar.
ð Akkulleji caradde punna rajengi appilajarak.
2). Dia bisa menyelesaikan tugas itu kalau diberi waktu.
ð Akkulleji napaklekbak jama-jamangna punna disare wattu.
4. Jelaskan yang dimaksud dengan fokus dan berikan 2 contoh kalimatnya dalam bahasa Indonesia dan Makassar!
ð Fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu.
Contoh:
1). Dia memberi uang kepada pengemis itu.
ð Assarei doek mange ri anjo papalak-palaka.
2). Apa pun permasalahan yang muncul, dia tetap dapat menyelesaikan masalah itu dengan baik.
ð Manna apa passalak anjo ammumbaya, tetakji akkulle napaklekbak anjo passalaka bajik-bajik.
Komentar
Posting Komentar