Linguistik
Nama : Nur Maulindah Umar
Prodi : PBSD B
Linguistik jenis-jenis Makna
Modus
Modus adalah
pengungkapan atau penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran si
pembicara atau sikap si pembicara tentang apa yang diucapkannya.adapun
macam-macam modus yaitu:
1)
Modus indikatif adalah modus yang menegaskan aktualitas,
kepastian, atau realitas tindakan dari sudut pandang pembicara. Modus ini
terdiri dari pernyataan fakta, tetapi juga dapat digunakan dalam kalimat
pertanyaan ataupun negatif.
Contoh:
1.
Lina memakan pepaya
(anganrei tangang-tangang i Lina)
2.
Ibu saya sudah pulang dari Palu
(niakmi ammoterek ammakku battu ri Palu)
2)
Modus
optatif, yaitu modus yang menunjukkan harapan.Modus ini mengekspresikan keinginan
atau harapan agar suatu tindakan tercapai walaupun kepastiannya diragukan
Contoh:
1.
Semoga dia tidak mendapat kesulitan lagi.
(tena lalomo na anggappa kasukkarang)
2.Saya berharap kau
diberi yang terbaik.
(ku minasaiko ri sare
kabajikang)
3) Modus imperatif,
yaitu modus yang menunjukkan perintah.Modus imperatif dipakai untuk memberikan perintah atau permintaan, dan
mempertegas kemauan, serta menyatakan larangan. Modus ini menyatakan tindakan
yang akan terwujud melalui penggunaan kehendak seseorang untuk memengaruhi
kehendak orang lain.
Contoh:
1. Janganlah terus memegang aku.
(teako taggalak teruska)
2.
Janganlah membawa kami
ke sana.
(teako erangnga mange anjoreng)
4) Modus interogatif, Sesuai
dengan makna asal dari kata interogasi, yang berarti pertanyaan. Kalimat interogatif
memiliki perngertian sebagai kalimat yang di dalamnya mengandung pertanyaan.
Kalimat ini berfungsi untuk menanyakan suatu informasi kepada orang lain.
Contoh :
1. Apakah kamu yang membawa kambing itu?
(ikau angngerangi anjo bembea?)
2. Mengapa kamu pergi dari rumah?
(angngapa nuaklampa battu ri ballak?)
Contoh :
1. Apakah kamu yang membawa kambing itu?
(ikau angngerangi anjo bembea?)
2. Mengapa kamu pergi dari rumah?
(angngapa nuaklampa battu ri ballak?)
5) Modus obligatif, yaitu
modus yang menyatakan keharusan.
Contoh:
1.
Kamu harus datang ke
pestanya.
(paralluko battu ri pannyoriangna)
2.
Kamu harus lulus ujian
(nikulleiko lulusu ujiang)
6) Modus desideratif adalah modus yang menyatakan keinginan.
Contoh:
1.
Semoga nanti engkau
dapat mengabadikan pekerjaan ini.
(barang ikaupa angkullei ampakrannungangi anne jamaanga.)
2.
Mudah-mudahan kita
bisa ketemu lagi nanti.
(barang antekamma na kisibuntuluk inja ri allo ri boko.)
7) Modus kondisional yaitu modus yang menyatakan persyaratan.
Contoh:
1.
Acara akan dimulai
jika semua peserta telah berkumpul
(ripakarammulai acarayya punna niak ngasengmi anggotana)
2.
Mereka akan pergi naik
gunung kalau hari cerah
(naklampai naik ri buluka punna simbarak)
Aspek
Aspek yaitu cara memandang pembentukan waktu secara
internal di daam situasi, keadaan, kejadian, atau proses. Macam-macam aspek :
a) Aspek kontinuatif,
menyatakan perbuatan terus berlangsung.
Contoh:
1. Rina
sedang membaca buku
(ammacai
bobbok i Rina)
2. Budi
sedang menulis cerpen
(annulisikki
carita i Budi )
b) Aspek intensif,
menyatakan peristiwa atau kejadian baru mulai.
Conoh:
1. Kita
harus ke rumah nenek sekarang
(parallukik
mange riballakna datok kamma-kamma anne)
2. Baru
kali ini kita berjumpa semua
(nampa-nampanna
anne kisirapakang ngaseng)
c) Aspek progresif,
menyatakan perbuatan sedang berlangsung.
Contoh:
1. Kakek
sedang mandi saat telepon berdering
(akjekneki tettaku waktunna aksakra
talipongna)
2. Ibu
sedang ke pasar bersama adik
(mangei
ripasaraka ammakku siagang andikku)
d) Aspek repetitif,
menyatakan perbuatan itu terjadi berulang-ulang.
Contoh:
1. Ia
memukul-mukul anaknya
(na tunrung-tunrungngi anjo anakna)
2. Ibu
mengiris-iris bawang di dapur
(angngerek-ngerekki lasuna ammakku
ri pallua)
e) Aspek perfektif,
menyatakan perbuatan sudah selesai dilaksanakan.
Contoh:
1. Lia sudah selesai mengerjakan
pekerjaannya
(Lekbakmi
najama jama-jamangna i Lia)
2.Budi
sudah selesai membaca semua buku itu
(Lekbak ngasengmi nabaca anjo bokboka
Budi)
f) Aspek imperfektif,
menyatakan perbuatan berlangsung sebentar.
Contoh:
1. Segera ikuti dia sebelum jauh
(pinawang
memangmi ganting tenana nabella)
2. saya
akan pergi bersembahyang jumat sebentar
(la
mangeak akjumak sinampek)
g) Aspek
sesatif, menyatakan perbuatan berakhir berakhir.
Contoh:
1.
Polisi telah menangkap
pencuri itu.
(lebbakmi nijakkala
anjo palukka ka siagang polisia)
2.
Dia telah selesai
membagi harta.
(lebbakmi
akbage barang-barang)
Modalitas
Modalitas,
yaitu keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal
yang dibicarakan, yaitu mengenai perbuatan, keadaan, dan peristiwa.Jenis- jenis
modalitas yaitu:
1) Modalitas Intensional
Modalitas intensional merupakan modalitas yang menyatakan keinginan, harapan, permintaan, atau ajakan. Modalitas ini ditandai dengan unsur leksikal seperti ingin, mau, tolong, mari, ayo, dan silakan.
Modalitas intensional merupakan modalitas yang menyatakan keinginan, harapan, permintaan, atau ajakan. Modalitas ini ditandai dengan unsur leksikal seperti ingin, mau, tolong, mari, ayo, dan silakan.
Contoh:
1. Linda mau membeli baju baru.
(eroki ammalli baju beru i Linda)
1. Linda mau membeli baju baru.
(eroki ammalli baju beru i Linda)
2.Tolong
lap lemari itu
(
lukluk sai anjo lamaria)
2) Modalitas Epistemik
Modalitas epistemik adalah modalitas yang menyatakan
kemungkinan, kepastian, dan keharusan. Modalitas ini ditandai dengan unsur
leksikal seperti mungkin, bisa jadi, belum pasti, dan harus.
Contoh:
Contoh:
1. mungkin anak itu terlalu kenyang sehingga selalu berserdawa
(bassoroki kutaeng anjo anak-anakka nasarro akterak)\\
2. kita
harus mendekatkan diri kepada Tuhan
(paralluki
akpareppesek kale mange ri Alla taala)
3) Modalitas Deontik\
Modalitas deontik adalah modalitas yang menyatakan keizinan
atau keperkenanan. Unsur penandanya adalah unsur leksikan seperti izin dan
perkenan.
Contoh:
Contoh:
1. Saya mohon izin tidak
mengajar karena suami saya sakit.
(appalak isingnga tena
nakuntama angngajarak ka garringi buraknengku)
2. Jangan masuk ke rumah tetangga kalau kamu belum minta izin.
(teako antamai ri ballakna tetangganu punna tena nukpalak
paramisi rolong)
Fokus
Fokus, yaitu
unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca
tertuju pada bagian itu.fokus kalimat dapat dilakukan
dengan berbagai cara:
1.
Memberi tekanan pada
bagian kalimat yang difokuskan.
Contoh: Dia menangkap kucing saya.
(najakkalaki meongku)
2.
Memakai partikel: pun,
yang, tentang, adalah.
Contoh: menilispun aku belum bisa.
(manna angngukiri tenapa ku kulle)
Komentar
Posting Komentar