Tugas 7 Sintaksis (Modus, Aspek, Modalitas, Fokus) (NURFADILAH) (1955041029) (MAKASSAR)
PENGANTAR
LINGUISTIK
UNIVERSITAS
NEGERI MAKASSAR
NAMA : NURFADILAH
NIM
: 1955041029
PRODI: PBSD (B)
1.
Sebutkan
dan jelaskan macam-macam modus dan berikan masing-masing 2 contoh kalimatnya dalam bahasa Indonesia dan
Makassar!
ð
Modus adalah pengungkapan atau penggambaran suasana psikologis perbuatan
menurut tafsiran si pembicara atau sikap si pembicara tentang apa yang
diucapkannya.
Ø
Terdapat 7 macam modus antara lain yaitu:
a.
Modus indikatif atau modus deklaratif, yaitu modus yang menunjukkan sikap objektif atau
netral.
Contoh:
1). B.J. Habibie adalah Presiden ketiga Indonesia.
ð
Parasideng
makatallu Indonesia iamintu B.J.Habibie.
2). Setiap hari senin
anak sekolah melaksanakan upacara bendera.
ð
Punna
allo sanneng upacara banderai anak sikolaya.
b.
Modus optatif, yaitu modus yang menunjukkan harapan atau keinginan
Contoh:
1). Semoga kelak nanti saya bisa menjadi orang sukses.
ð
Barang
ammuko membarak akkullea akjari tau akmatu-matu.
2). Mudah-mudahan saya bisa diberi rezeki agar bisa membantu orang lain.
ð
Barang
akkullea disare dallek naakkullei kubali tau maraengnga.
c. Modus imperatif, yaitu modus yang menyatakan perintah, larangan, atau
tegahan.
Contoh:
1). Janganlah durhaka kepada orang tua Anda!
ð
Teaki
dorakai mange ri tau toata!
2). Marilah kita bersama-sama meminta doa kepada Allah Swt!
ð
Maeki
nakissama-sama appalak doangang mange ri karaeng Alla Taala!
d.
Modus interogatif, yaitu modus yang menyatakan pertanyaan.
Contoh:
1). Mengapa kamu bisa jatuh?
ð
Angngapa
nakikkulle ammattung?
2). Siapa yang meninggal kemarin?
ð
Inai
ammoterang ri subangngi?
e.
Modus obligatif, yaitu modus yang menyatakan keharusan.
Contoh:
1). Kamu harus mengumpulkan tugasmu besok.
ð
Paknassa
memangmi jama-jamangta ammuko.
2). Kita harus saling menghormati sesama manusia.
ð Katte
parangtak tau paralluki sipakalakbirik ngaseng.
f.
Modus desideratif, yaitu modus yang menyatakan keinginan atau kemauan.
Contoh:
1). Saya ingin
menaikkan haji orang tua saya.
ð Eroka
nakke ampanaiki ajji tau toaku.
2). Saya ingin bertemu
dengan teman baik saya.
ð Eroka
nakke assibuntuluk siagang agang bajikku.
g.
Modus kondisional, yaitu modus yang menyatakan persyaratan.
Contoh:
1). Anda akan selamat
dunia akhirat jika berbakti kepada orang tua.
ð
Salamakki
lino aherak punna bajikki mange ri tau toata.
2). Anda akan menjadi sukses jika Anda rajin belajar dengan
bersungguh-sungguh.
ð
Akkulleki
akjari tau akmatu-matu punna rajengki appilajarak attojeng-tojeng.
2.
Sebutkan
dan jelaskan macam-macam aspek dan
berikan masing-masing 2 contoh
kalimatnya dalam bahasa Indonesia dan Makassar!
ð Aspek adalah cara untuk memandang pembentukan waktu secara
internal di dalam suatu situasi, keadaan, kejadian, atau proses.
Ø Terdapat 7 macam aspek antara lain
yaitu:
a. Aspek
kontinuatif, yaitu aspek yang menyatakan perbuatan
terus berlangsung.
Contoh:
1). Rini tetap semangat belajar meskipun ayahnya sudah meninggal.
ð Tetaki
assumangak appilajarak i Rini manna ammoterangmi manggena.
2). Mila tetap iri kepada Dira.
ð
Tetaki
Mila kodi nyawana mange ri Dira.
b. Aspek inseptif,
yaitu aspek yang menyatakan peristiwa atau kejadian baru mulai.
Contoh:
1). Fitri mulai
berangkat ke sekolahnya.
ð Pakaramulami
aklampa i Fitri mange ri sikolanna.
2). Mia mulai belajar fisika di kelasnya.
ð
Pakaramulami
appilajarak fisika i Mia ri kalasakna.
c. Aspek progresif,
yaitu aspek yang menyatakan perbuatan sedang berlangsung.
Contoh:
1). Kami sekarang sedang
menanam pohon mangga.
ð Kamma-kammaya
anne aklamungki katte pokok taipa.
2). Ira sedang
membersihkan di ruang kelasnya.
ð Annangkasi
Ira ri kalasakna.
d. Aspek repetitif,
yaitu aspek yang menyatakan perbuatan itu terjadi berulang-ulang.
Contoh:
1). Yuli terus memarahi Tiara hingga Tiara menangis.
ð
Tarrusuki
akmoro-moro i Yuli mange ri Tiara sanggena angngarruk i Tiara.
2). Andi bertengkar dengan Anto hingga mereka babak-belur.
ð Assibakji
i Andi siagang i Anto sanggenna lokok ngaseng.
e. Aspek perfektif,
yaitu aspek yang menyatakan perbuatan sudah selesai.
Contoh:
1). Kiki sudah membeli buku Linguistik.
ð Lekbakmi
ammalli i Kiki bobbok Linguistik.
2). Rina sudah
mengantar kue ke rumah neneknya.
ð Lekbakmi
angngantarak kanrejawa i Rina mange ri ballakna datokna.
f.
Aspek
imperfektif, yaitu aspek yang menyatakan perbuatan
berlangsung sebentar.
Contoh:
1). Risna melihat
pemandangan indah di pantai.
ð Acciniki
pamandangang kanang-kanang i Risna ri tamparanga.
2). Tika berada di
sekolahnya mulai pukul 07:00 pagi hingga pukul 02:00 siang.
ð Niaki
Tika ri sikolanna appakaramulai tette tuju ri barikbasaka sanggenna tette rua
ri tangngallo alloa.
g. Aspek sesatif,
yaitu aspek yang menyatakan perbuatan berakhir.
Contoh:
1). Tina telah memaafkan kesalahan temannya.
ð Napammopporammi
i Tina kasalanna agangna.
2). Polisi telah menangkap penipu itu.
ð
Nijakkalakmi
ri polisi anjo patipua.
3.
Sebutkan
dan jelaskan macam-macam modalitas dan berikan masing-masing 2 contoh kalimatnya dalam bahasa Indonesia dan
Makassar!
ð
Modalitas adalah keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara
terhadap hal yang dibicarakan, yaitu mengenai perbuatan, keadaan, dan peristiwa
atau juga sikap terhadap lawan bicaranya.
Ø Terdapat 4 macam modalitas antara
lain yaitu:
a. Modalitas intensional, yaitu modalitas yang menyatakan keinginan, harapan,
permintaan, atau juga ajakan.
Contoh:
1). Saya ingin melihat keluarga saya terus diberi kesehatan.
ð
Eroka
nakke anciniki bijangku tarrusuk disare kagassingang.
2). Semoga kelak nanti saya bisa menjadi seorang guru.
ð
Barang
ammuko membarak akkullea nakke akjari guru.
b. Modalitas epistemik, yaitu modalitas yang menyatakan kemungkinan,
kepastian, dan keharusan.
Contoh:
1). Kalau tidak sakit Silvi
pasti pergi bersekolah.
ð Punna
tena nagarring i Silvi tantumi mange assikola.
2). Kita harus membantu
orang yang terkena bencana.
ð Kibali
memangmi katte anjo tau natabaya bala.
c. Modalitas deontik,
yaitu modalitas yang menyatakan keizinan atau keperkenaan.
Contoh:
1). Kamu bisa meminjam buku saya sampai hatimu puas.
ð Akkullejaki
angnginrangi bobbokku sanggenna assau atingta.
2). Anda boleh memakai
baju saya sampai besok.
ð Akkullejaki
ampakei bajungku sanggenna ammuko.
d. Modalitas dinamik, yaitu modalitas yang menyatakan kemampuan.
Contoh:
1). Dia bisa pintar jika dia rajin belajar.
ð
Akkulleji
caradde punna rajengi appilajarak.
2). Dia bisa menyelesaikan tugas itu kalau diberi waktu.
ð
Akkulleji
napaklekbak jama-jamangna punna disare wattu.
4.
Jelaskan yang dimaksud dengan fokus dan
berikan 2 contoh kalimatnya dalam bahasa
Indonesia dan Makassar!
ð Fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga
perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu.
Contoh:
1). Dia memberi uang kepada pengemis itu.
ð
Assarei doek mange ri anjo
papalak-palaka.
2). Apa pun permasalahan yang muncul, dia tetap dapat
menyelesaikan masalah itu dengan baik.
ð Manna apa passalak anjo ammumbaya, tetakji akkulle
napaklekbak anjo passalaka bajik-bajik.
Komentar
Posting Komentar