Tugas Modus
Tugas Linguistik 7
Nama : Sinarwati
Nim : 1955041024
Prodi : PBSD (B)
A. Modus
Yang dimaksud dengan modus adalah pengungkapan atas penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran si pembaca. Ada beberapa macam modus antara lain:
1. Modus indikatif atau modus deklaratif, yaitu sikap yang menunjukkan sikap objektif atau netral.
Contoh : - Tangal 25 November adalah hari guru
- Tanggala 17 Agustus iyamiantu allo guru.
Setiap hari senin siswa siswi SMA melaksanakan upacara.
- Assalak allo sanneng anjo anak-anak SMAya akupacarai.
2. Modus optatif, yaitu modus yang menunjukkan harapan atau keinginan.
Contoh : - saya ingin membelikan ibu saya baju baru
- erokka amballiangi ammakku baju beru
Saya ingin menjadi orang yang lebih baik kedepannya.
- Erokka anjari tau pilak bajikkanganga ri wattu na battua.
3. Modus imperative, yaitu modus yang menyatakan perintah, larangan,atau tegahan.
Contoh : - Lebih baik kamu mengerjakan tugas mulai dari sekarang.
- Pilak bajikangangi punna ki jama memang jama-jamangta ri kamma-
kammaya anne.
Ambilkan saya buku itu!!
-alleanga anjo bukua
4. Modus interogatif, yaitu modus yang menyatakan pertanyaan.
Contoh : - Apakah kamu sudah makan
- Lekbak maki angnganre??
Apakah kamu sudah mengerjakan pekerjaanmu?
- Lekbak ngasengmi ki jama anjo jama-jamangta?
5. Modus obligatif, yaitu modus yang menyatakan keharusan.
Contoh : - Kita harus berbuat baik kepada orang lain
- I katte paralluki akgauk bajik mange ri taua
Kita harus datang kekampus besok
- Paralluki mange ri kampuska ammuko
6. Modus desideratif, yaitu modus yang menyatakaan keinginanatau memauan.
Contoh :- Saya mau membeli sebuah buku
- nakke eroka ammalli buku
Saya ingin menyelesaikan tugas saya sebelum hari senin.
- Erokki ku paklekbak anjo jama-jamangku sebelunna allo sanneng.
7. Modus kondisional, yaitu modus yang menyatakan persyaratan .
Contoh : - Dia akan pindah rumah jika dia tidak terlalu sibuk lagi.
- Nalessok ballakki punna taenamo na sibuk poeng.
Dia tidak akan di tangkap polisi jika dia mematuhi rambu lalu lintas.
- Taena ni jakkalaki ri polisia punna na pinawangja anjo paraturanga.
ASPEK
Yang dimaksud dengan aspek adalah cara untuk memnadang pembentukan waktu secara internaldi dalam satu situasi, keadaan, kejadian, atau proses. Dari bebagai bahasa dikenal adanya beberapa macam aspek, antara lain :
1. Aspek kontinuatif, yaitu yang menyatakan perbuatan yang terus berlangsung.
Contoh : - Ibu tetap mengerjakan pekerjaanya meskipun dia sudah capek.
- Tetakki najama jama-jamanna ammakku manna dodongmo.
- Andi tetap rajin belajas meskipun dia mempunyai nilai yang sangat
bagus.
- Tetakki I andi rajeng appilajarak manna ia paling baji nilaina.
2. Aspek inseptif, yaitu aspek yang menyatakan kejadian atau peristiwa baru mulai.
Contoh : - Rima memulai mengerjakan tugas sekolah.
- Akpakaramulai I Rima najama jama-jamang sikolanna.
Adam baru saja berangkat sekolah
berupi aklampa adam mae assikola
Aspek progresif, yaitu aspek yang menyatakan perbuatan yang sedang berlangsung.
Contoh : - Kasni sedang mencuci piring
akbissai panne i kasni
Ani pergi nontong di rumah tetangga.
- Mangei accink-cinik I Ani ri smpik ballakna.
3. Aspek repetitif, yaitu yang menyatakan perbuatan itu terjadi berulang-ulang.
Contoh : - Riska tetap pergi meskipun dia dilrang terus menerus.
- Tetakki aklampa I Riska manna taena nani pakbiangi.
Anti terus menangis meskipun dia sudah di bujuk.
- Tetakki angarruk I Ani manna lekbakmo ni nyonyok.
4. Aspek perfektif, yaitu yang menyatakan perbuatan yag sudah selesai.
Contoh : - Adam sudah menyelesaikan prnya
- Lekbakmi napaklekba tugas sikolanna
Saya sudah mengatar buku kerumah Alam.
- Battumi ku erang ajo bokbokka mange ri ballakna I Alam.
5. Aspek imperfektif, yaitu yang menyatakan perbuatan berlangsung sebentar.
Contoh : - Lina berangkat kesekolah pukul 7.00 dan di perjalanan dia istirahat
sejenak.
- Mangei assikola I Lina tettek tujuh nampa amantangi amati-mari ri
agadanga sinampek dudu.
Sindi melihat bunga yang sangat indah di taman.
- Aciniki bunga-bunga sannak gakgana I Sindi anjoeng ri tamanga.
Aspek sesatif, yaitu menyatakan perbuatan berakhir.
Contoh : - tiara menyelesaikan tugas linguistiknya.
- Napaklekbaki I Tiara anjo jaman linguistikna.
Ibu saya sudah mengetahui kalau saya suka bolos.
- Naissengmi ammakku kana tena ku antamak appilajarak
MODALITAS
Yang dimaksud dengan modalitas adalah keterangan dalam kalimat yang menyataka sikap pembicara terhadap hal yang dibicarakan, yaitu mengenai perbuatan, keadaan, dan peristiwa; atau juga sikap terhadap lawan bicaranya. Dalam kepustakaan linuistik dikenal adanya beberapa jenis modalitas; antara lain:
1. Modalitas intensonal, yaitu modalitas yang menyatakan keinginan, harapn, permintaan, atau juga ajakan.
Contoh : - Mari kita makan bersama- sama
- Maekik naki sasa-sama angnganre.
Saya ingin membahagiakan keluarga saya.
- Eroka ampaka sabnnangi nyawana anjo bijangku.
2. Modalitas epistemik, yaitu modalitas yang menyatakan kemungkinan, kepastian, dan keharusan .
Contoh : - Arya pasti sudah tidak sekolah lagi
- Taenamo na assikola I arya poeng
Ajif pasti sangat rajin kemesjid untuk melaksanakan shalat berjamaah.
- Sanna rajenna I Ajif mange aksambayang barajamak anjoeng ri masigikka.
3. Modalitas deontik, yaitu modalitas menyatakaan keizinan atau keperkenaan.
Contoh : - Kamu bisa meminjam pulpen saya sampai kamu selesai menulis.
- Akkulei ki inrang pulupengku sakgenta lekbak angukirik.
Bolehka saya izin ke wc
- Akullea izing mae ri wc
4. Modalitas dinamik, yaitu modalitas yang menyatakan kemampuan.
Contoh : - Dia bisa menghabiskan makanannya kalau dia diberi waktu.
- Akkulei na pilakbusi kanrena punna nisarei wattu .
Dia bisa tidur kalau di tidak digaggu
- Akkulei aktinro tippak punna taena nani ganggui.
FOKUS
Yang dimaksud dengan fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu. Ada bahasa yang mengungkapkan fokus ini secara morfemis, dengan menggunakan afiks tertentu; tetapi ada pula yang menggunakan cara lain.
Contoh : - Rintangan apapun yang dia hadapi dia tetap bisa melewatinya.
- Manna apa nadallekang akkulaji nalaloi.
Dia memberi uang kepada anak yatim.
- Aksarei doek mange ri anak yatinga.
Nama : Sinarwati
Nim : 1955041024
Prodi : PBSD (B)
A. Modus
Yang dimaksud dengan modus adalah pengungkapan atas penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran si pembaca. Ada beberapa macam modus antara lain:
1. Modus indikatif atau modus deklaratif, yaitu sikap yang menunjukkan sikap objektif atau netral.
Contoh : - Tangal 25 November adalah hari guru
- Tanggala 17 Agustus iyamiantu allo guru.
Setiap hari senin siswa siswi SMA melaksanakan upacara.
- Assalak allo sanneng anjo anak-anak SMAya akupacarai.
2. Modus optatif, yaitu modus yang menunjukkan harapan atau keinginan.
Contoh : - saya ingin membelikan ibu saya baju baru
- erokka amballiangi ammakku baju beru
Saya ingin menjadi orang yang lebih baik kedepannya.
- Erokka anjari tau pilak bajikkanganga ri wattu na battua.
3. Modus imperative, yaitu modus yang menyatakan perintah, larangan,atau tegahan.
Contoh : - Lebih baik kamu mengerjakan tugas mulai dari sekarang.
- Pilak bajikangangi punna ki jama memang jama-jamangta ri kamma-
kammaya anne.
Ambilkan saya buku itu!!
-alleanga anjo bukua
4. Modus interogatif, yaitu modus yang menyatakan pertanyaan.
Contoh : - Apakah kamu sudah makan
- Lekbak maki angnganre??
Apakah kamu sudah mengerjakan pekerjaanmu?
- Lekbak ngasengmi ki jama anjo jama-jamangta?
5. Modus obligatif, yaitu modus yang menyatakan keharusan.
Contoh : - Kita harus berbuat baik kepada orang lain
- I katte paralluki akgauk bajik mange ri taua
Kita harus datang kekampus besok
- Paralluki mange ri kampuska ammuko
6. Modus desideratif, yaitu modus yang menyatakaan keinginanatau memauan.
Contoh :- Saya mau membeli sebuah buku
- nakke eroka ammalli buku
Saya ingin menyelesaikan tugas saya sebelum hari senin.
- Erokki ku paklekbak anjo jama-jamangku sebelunna allo sanneng.
7. Modus kondisional, yaitu modus yang menyatakan persyaratan .
Contoh : - Dia akan pindah rumah jika dia tidak terlalu sibuk lagi.
- Nalessok ballakki punna taenamo na sibuk poeng.
Dia tidak akan di tangkap polisi jika dia mematuhi rambu lalu lintas.
- Taena ni jakkalaki ri polisia punna na pinawangja anjo paraturanga.
ASPEK
Yang dimaksud dengan aspek adalah cara untuk memnadang pembentukan waktu secara internaldi dalam satu situasi, keadaan, kejadian, atau proses. Dari bebagai bahasa dikenal adanya beberapa macam aspek, antara lain :
1. Aspek kontinuatif, yaitu yang menyatakan perbuatan yang terus berlangsung.
Contoh : - Ibu tetap mengerjakan pekerjaanya meskipun dia sudah capek.
- Tetakki najama jama-jamanna ammakku manna dodongmo.
- Andi tetap rajin belajas meskipun dia mempunyai nilai yang sangat
bagus.
- Tetakki I andi rajeng appilajarak manna ia paling baji nilaina.
2. Aspek inseptif, yaitu aspek yang menyatakan kejadian atau peristiwa baru mulai.
Contoh : - Rima memulai mengerjakan tugas sekolah.
- Akpakaramulai I Rima najama jama-jamang sikolanna.
Adam baru saja berangkat sekolah
berupi aklampa adam mae assikola
Aspek progresif, yaitu aspek yang menyatakan perbuatan yang sedang berlangsung.
Contoh : - Kasni sedang mencuci piring
akbissai panne i kasni
Ani pergi nontong di rumah tetangga.
- Mangei accink-cinik I Ani ri smpik ballakna.
3. Aspek repetitif, yaitu yang menyatakan perbuatan itu terjadi berulang-ulang.
Contoh : - Riska tetap pergi meskipun dia dilrang terus menerus.
- Tetakki aklampa I Riska manna taena nani pakbiangi.
Anti terus menangis meskipun dia sudah di bujuk.
- Tetakki angarruk I Ani manna lekbakmo ni nyonyok.
4. Aspek perfektif, yaitu yang menyatakan perbuatan yag sudah selesai.
Contoh : - Adam sudah menyelesaikan prnya
- Lekbakmi napaklekba tugas sikolanna
Saya sudah mengatar buku kerumah Alam.
- Battumi ku erang ajo bokbokka mange ri ballakna I Alam.
5. Aspek imperfektif, yaitu yang menyatakan perbuatan berlangsung sebentar.
Contoh : - Lina berangkat kesekolah pukul 7.00 dan di perjalanan dia istirahat
sejenak.
- Mangei assikola I Lina tettek tujuh nampa amantangi amati-mari ri
agadanga sinampek dudu.
Sindi melihat bunga yang sangat indah di taman.
- Aciniki bunga-bunga sannak gakgana I Sindi anjoeng ri tamanga.
Aspek sesatif, yaitu menyatakan perbuatan berakhir.
Contoh : - tiara menyelesaikan tugas linguistiknya.
- Napaklekbaki I Tiara anjo jaman linguistikna.
Ibu saya sudah mengetahui kalau saya suka bolos.
- Naissengmi ammakku kana tena ku antamak appilajarak
MODALITAS
Yang dimaksud dengan modalitas adalah keterangan dalam kalimat yang menyataka sikap pembicara terhadap hal yang dibicarakan, yaitu mengenai perbuatan, keadaan, dan peristiwa; atau juga sikap terhadap lawan bicaranya. Dalam kepustakaan linuistik dikenal adanya beberapa jenis modalitas; antara lain:
1. Modalitas intensonal, yaitu modalitas yang menyatakan keinginan, harapn, permintaan, atau juga ajakan.
Contoh : - Mari kita makan bersama- sama
- Maekik naki sasa-sama angnganre.
Saya ingin membahagiakan keluarga saya.
- Eroka ampaka sabnnangi nyawana anjo bijangku.
2. Modalitas epistemik, yaitu modalitas yang menyatakan kemungkinan, kepastian, dan keharusan .
Contoh : - Arya pasti sudah tidak sekolah lagi
- Taenamo na assikola I arya poeng
Ajif pasti sangat rajin kemesjid untuk melaksanakan shalat berjamaah.
- Sanna rajenna I Ajif mange aksambayang barajamak anjoeng ri masigikka.
3. Modalitas deontik, yaitu modalitas menyatakaan keizinan atau keperkenaan.
Contoh : - Kamu bisa meminjam pulpen saya sampai kamu selesai menulis.
- Akkulei ki inrang pulupengku sakgenta lekbak angukirik.
Bolehka saya izin ke wc
- Akullea izing mae ri wc
4. Modalitas dinamik, yaitu modalitas yang menyatakan kemampuan.
Contoh : - Dia bisa menghabiskan makanannya kalau dia diberi waktu.
- Akkulei na pilakbusi kanrena punna nisarei wattu .
Dia bisa tidur kalau di tidak digaggu
- Akkulei aktinro tippak punna taena nani ganggui.
FOKUS
Yang dimaksud dengan fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu. Ada bahasa yang mengungkapkan fokus ini secara morfemis, dengan menggunakan afiks tertentu; tetapi ada pula yang menggunakan cara lain.
Contoh : - Rintangan apapun yang dia hadapi dia tetap bisa melewatinya.
- Manna apa nadallekang akkulaji nalaloi.
Dia memberi uang kepada anak yatim.
- Aksarei doek mange ri anak yatinga.
Komentar
Posting Komentar