Tugas linguistik, jenis makna,relasi makna,dan perubahan makna

Nama : Nurul amaliah
Prodi : PBSD. B


Jenis-jenis Makna
 1.Leksikal, Gramatikal, dan Kontekstual

 - Makna leksikal
 leksikal adalah makna yang dimiliki atau ada pada leksem meski tanpa konteks apa pun. . Dengan contoh ini dapat juga dikatakan bahwa makna leksikal adalah makna yang sebenarnya, makna yang sesuai dengan hasil observasi indra kita, atau makna apa adanya.contoh:
Perut Nina kekenyangan karena terlalu banyak makan.
(bassoroki battangna i nina ka jai dudu nakanre)
(makan : kegiatan memasukkan makanan ke dalam mulut,yang kemudian di kunyah dan setelah itu ditelan)
Ibu sudah tiba dikantor pada pukul delapan pagi.
(ammakku anrapiki ri kantoroka waktungna tette sagantuju baribbasak)
(pagi :waktu setelah matahari terbit)

 - Makna gramatikal
 gramatikal adalah makna yang muncul sebagai akibat berfungsinya kata dalam kalimat. contoh:
Dini dan teman-temannya sedang bermain rumah-rumahan.
(dini siagang agangna akkarena ballak-ballaki )
(kata rumah-rumahan pada kalimat di atas bermakna menyerupai rumah.kata rumah-rumahan sendiri merupakan hasil gramatikalisasi dengan cara reduplikasi berimbuhan atau pengulangan kata yang dilakukan sembari memberi imbuhan pada kata yang telah diulang)
Tadi sore,ayahku melihatnya tengah berjalan di taman sendirian.
(rikaruengnga,bapakku naciniki akjappa ri tangngana tamangnga kale-kalenna)
(kata berjalan pada kalimat diatas bermakna bergerak dari satu titk ke titik lainnya.kata berjalan sendiri merupakan hasil gramatikalisasi dari kata jalan yang digramatikalisasi dengan cara afiksasi atau pemberian imbuhan ber-.

 - Makna kontekstual
 kontekstual adalah makna sebuah leksem atau kata yang berada di dalam satu konteks. Misalnya pada konteks situasi memaksa pembicara mencari kata yang maknaya berkaitan dengan situasi. contoh:
Badan perahu itu kini telah dicat dengan menggunakan cat berwarna putih.
(kalenna anjo biseangnga lekbakmi ri cek ammake cek kebo)
(pada kalimat ini,kata badan dimaknai sebagai bagian dari suatu benda)
Pompa yang baru dibeli Ayah itu digerakkan oleh motor listrik.
(kompa berua na balli bapakku ri pagioki ammakke motorok listrik)
(kata motor pada kalimat diatas adalah mesin penggerak suatu mesin)

 - Makna Referensial
Makna referensial adalah makna yang langsung berhubungan dengan acuan yang ditunjuk oleh kata. contoh:
Budi dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans.
(ri erangi budi mange ri ballak garringnga ammake ambulans)
(kata ambulans termasuk dalam kata bermakna referensial.arti kara ambulans berarti kendaraan yang digunakan untuk mengangkut orang sakit atau korban kecelakaan)
Pemerintah telah memutuskan akan membangun hunian sementara untuk para korban kebakaran .
(lekbakmi nakpaknassa pammarentaya na ambangungi kema lanri akkanrei ballakna)
(kata hunian termasuk ke dalam kata bermakna referensial.arti dari kata hunian adalah tempat tinggal atau kediaman yang dihuni.)

 - Makna Denotasi dan Makna Konotasi
Makna denotasi adalah makna kata atau kelompok kata yang didasarkan atas hubungan lugas antara satuan bahasa dan wujud di luar bahasa yang diterapi satuan bahasa itu secara tepat. Makna denotasi adalah makna polos, makna apa adanya. contoh:
Saya lebih suka kambing hitam dibanding kambing putih.
(kungaianging bembe lekleng na bembe keboka)
buah mangga harganya mahal di jakarta.
(kakjallangi anggakna taipaya ri jakarta)

Makna konotasi muncul sebagai akibat asosiasi perasaan pemakai bahasa terhadap kata yang didengar atau kata yang dibaca.contoh:
dia dituduh sebagai kambing hitam masalah proyek  tersebut.(kambing hitam yaitu orang yang disalahkan)
(ia ri sallang  ilalang niakna masalah proyekka anne)
kalau ke jakarta jangan lupa bawa buah tangan.(buah tangan yaitu oleh-oleh)
(punna mange ri jakarta teako kaluppai anggerang ole-ole)

 - Makna Konseptual dan Makna Asosiatif
Makna konseptual adalah makna yang dimiliki oleh sebuah leksem terlepas dari konteks atau asosiasi apa pun. Makna  konseptual dianggap sebagai faktor utama di dalam setiap komunikasi. contoh:
Kursi itu rusak.
(panraki anjo bangkoa)
Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah leksem atau kata berkenaan dengan adanya hubungan kata itu dengan sesuatu yang berada di luar bahasa.
Pak andi gulung tikar karena pegawainya melakukan korupsi.( maksud dari gulung tikar merupakan kiasan dari keadaan bangkrut)
(pusui pak andi ka pagawaina jai akcaribubbu)

 - Makna Kata dan Makna Istilah
Setiap kata atau leksem memiliki makna. Pada awalnya, makna yang dimiliki sebuah kata adalah makna leksikal, makna denotatif, atau makna konseptual. Namun, dalam penggunannya makna kata itu baru menjadi jelas kalau kata itu sudah berada di dalam konteks kalimatnya atau konteks situasinya. Kata ledo dan lima sebagai kata, maknanya lazim dianggap sama seperti pada contoh kalimat berikut:

Pergelangan tangan mina dijatuhi cicak.
(Natujui caccak ledona I Mina.)
Tangan mina dijatuhi cicak
( Natuju caccak limanna I Mina.)

      Jadi, kata ledo dan lima pada kedua kalimat di atas adalah bersinonim atau bermakna sama.Berbeda dengan kata, maka yang disebut dengan istilah mempunyai makna yang pasti, yang jelas, yang tidak meragukan, meskipun tanpa konteks kalimat. Oleh karena itu, sering dikatakan bahwa istilah itu bebas konteks, sedangkan kata tidak bebas konteks.

  - Makna Idiomatikal dan Peribahasa
Makna idiomatikal adalah makna sebuah satuan bahasa  (entah kata, frase, atau kalimat) yang menyimpang dari makna leksikal atau makna gramatikal unsur-unsur pembentuknya. Untuk mengetahui makna idiom sebuah kata (frase atau kalimat) tidak ada jalan lain selain mencarinya di dalam kamus.contoh:
Meskipun jauh di mata,tetapi aku dapat merasakan penderitaan penduduk desa.
(jauh di mata= terpisah jauh)
(manna bella sissalakta, ingka akkullei ku inji kukasia susahna tau desaya)
Kampung kedung seperti desa mati karena gelap gulita dan sunyi.(gelap gulita=gelap sekali)
(kampong kedung assingkamma desa mate ka sanna sassangna  )

Makna peribahasa masih dapat diramalkan karena adanya asosiasi atau tautan antara makna leksikal dan gramatikal unsur-unsur pembentuk peribahasa itu dengan makna lain yang menjadi tautannya. contoh:
Berat sama dipikul,ringan sama dijinjing.(artinya:bersama-sama dalam suka dan duka,baik buruk sama-sama ditanggung)
(battala singkamma ri pisang,ringang singkamma ritenteng)
Belum beranak sudah ditimang.(artinya:belum berhasil,tetapi sudah bersenang-senang lebih dahulu)
(tenapa nalassu na timangmi)


*RELASI MAKNA
   Dalam setiap bahasa,termasuk bahasa indonesia,makna kata saling berhubungan, hubungan kata itu disebut relasi makna. Relasi makna dapat berwujud bermacam- macam antara lain : sinonimi, antonimi dan oposisi, homonimi, homofoni,homografi, Hiponimi dan hipernimi, Polisemi, Ambiguitas, Redundansi.

1.Sinonimi
 Sinonim sering disebut dengan persamaan kata, maksudnya kata yang mempunyai makna sama atau hampir sama dengan kata lain.
Contoh :
buruk    =  jelek (kodi)
pintar   = pandai (caraddek)
tampan   = ganteng (gammarak)

2. Aantonimi dan oposisi
            Antonimi sering disebut dengan lawan kata, maksudnya maknanya kebalikan dari makna ungkapan lain.
Contoh :
Tipis    = tebal (tipisi = kapala)
Rajin   = malas (siga = kuttu)
Kaya   = miskin (kalumannyang = kasiasi)

3. Homonimi, Homofoni, Homografi
            Homonimi adalah suatu kata yang memiliki makna berbeda, tetapi memiliki ejaan atau lafal yang sama. Misalnya kata bulan yang berarti waktu dalam 30 hari, dengan kata bulan yang berarti nama satelit bumi. Contoh lain kata salak yang berarti buah, dengan kata salak yang berarti gonggongan anjing. Contoh lain kata genting yang berarti gawat, dengan kata genting yang berarti benda penutup rumah.

4. Hiponimi dan Hipernimi
            Hiponimi merupakan bagian dari makna suatu ungkapan lain. misalnya kata mawar berhiponim terhadap kata bunga, sebab makna kata mawar termasuk makna kata bunga. Mawar memang bunga tapi bunga tidak hanya mawar melainkan juga termasuk melati, tulip,anggrek,lidah buaya dan sebagainya.

5. Polisemi
            Polisemi adalah kata yang mempunyai makna lebih dari satu. Misalnya kata darah dalam bahasa indonesia memiliki makna (1) hubungan darah persaudaraan, (2) yang ada pada tubuh manusia. Jadi, darah pada kalimat di atas memiliki makna lebih dari satu.contoh lain kata mampu dalam bahasa indonesia memiliki makna (1) kuasa (bisa , sanggup), melakukan sesuatu, (2) kaya mempunyai harta yang berlebihan.

6. Ambiguitas
            Ambiguitas artinya kata yang bermakna ganda atau mendua arti. Umpamanya anak pejabat yang gemuk itu berasal dari surabaya. (1) yang gemuk adalah pejabat, (2) yang gemuk adalah anak pejabat. Contoh lain ; kucing makan tikus mati. (1) kucing memakan tikus yang mati, (2) kucing memakan tikus yang masih hidup lalu tikus itu mati.

7. Redundansi
            Redudansi artinya sebagai berlebih- lebihan pemakaian unsur segmental dalam suatu bentuk ujaran. Umpamanya ibu membuat kue, maknanya tidak akan berubah bila dikatakan kue dibuat oleh ibu. Pemakaian kata oleh pada kalimat yang kedua dianggap sebagai sesuatu yang redundansi, yang sebenarnya tidak perlu. Contoh lain ; petani mencangkul kebunnya, maknanya tidak akan berubah bila dikatakan  petani sedang mencangkul kebunnya. Pemakaian kata sedang pada kalimat yang kedua dianggap sebagai sesuatu yang redundansi, yang sebenarnya tidak perlu. Makna adalah sesuatu yang fononema dalam ujaran , sedangkan informasiadalah sesuatu yang diluar ujaran. Jadi yang sama antara kalimat pertama dan kalimat kedua di atas bukan maknanya melainkan informasi.


*Perubahan makna
faktor-faktor yang menyebabkan perubahan bahasa adalah sebagai berikut.

1.Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek)

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah salah satu faktor luarbahasa yang memengaruhi perubahan makna sebuah bahasa. Dengan adanyaperkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masyarakat pemakai bahasa, makasebuah kata yang tadinya memiliki konsep makna yang sederhana akan mengalamiperubahan makna sehingga menjadi lebih sempit atau lebih kompleks. Sebagai akibatperkembangan ilmu pengetahuan, perubahan makna terjadi karena adanya pandangan.contoh:
kata tangga (tuka) yang berarti “alat untuk memanjat atau naik ”
akan tetapi seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan,maknanya berubah menjadi
“peringkat atau urutan”(rangking)
 Contohnya: Penyanyi pendatangbaru itu memuncaki tangga lagu minggu ini.
Menabung (nyelengi)
Dulu menabung (nyelengi)  adalah menyimpan uang (koin)dalam kaleng yang terdapat lubang kecil. Akan tetapi saat ini menabung tidak hanyaberupa uang dan dapat dilakukan di bank tidak lagi disimpan di kaleng disebut menabung/ nyelengi

2. Perkembangan Sosial dan Budaya
Perkembangan dan perubahan kehidupan sosial dan kebudayaan dalam sebuah masyarakat mengubah makna dari sebuah kata. Misalnya: kata kakak adalah panggilan untuk  saudara kandung laki-laki berubah menjadi panggilan untuk semua orang (baik laki-laki atau perempuan) yang kita anggap sebaya atau untuk tujuan kesopanan/mengakrabkan diri. Contoh:
seorang pramuniaga memanggil pelanggannya yang muda dengan sebutan kakak.
(tau anjamaya ri kappalaka nisarei pakkiokkang siagang areng daeng)

3.Perbedaan Bidang Pemakaian
Pada bidang-bidang kegiatan atau keilmuan tertentu, terdapat kata-kata yangkhusus digunakan untuk menyatakan sebuah konsep tertentu. Kosakata tersebut hanyadikenal dan digunakan dengan makna tertentu dalam bidang tersebut. Kata-kata padabidang tertentu tersebut juga digunakan sehari-hari sebagai kata dalam bidang tersebutdan di bidang laing lain sebagai kata umum. Contohnya:
 kata ‘kebut ’ dalam bidang otomotif  berarti mengendarai kendaraan dengankecepatan tinggi. Kata tersebut juga digunakan dalam bidang lain, seperti bidang telekomunikasi, kata ‘kebut ’’ berarti kelancaran (kecepatan) akses dalam internet.Penggunaan kata-kata bidang tertentu pada bidang bidang lain bersifat metaforis atauperbandingan.

4.Adanya Proses Asosiasi
Akibat adanya proses asosiasi, perubahan makna berkaitan dengan hal atauperistiwa lain yang berkenaan dengan kata tersebut (Chaer, 2009:135). Makna barumuncul karena memiliki asosiasi (tautan) dengan makna lama.
asosiasi berkenaan dengan wadah:
Anak itu makan porsi ‘kobokan’(ianjo anakna angnganrei ammake pakbissa limang). Wadahyangdimaksud adalah ‘kobokan’ yaitu mangkuk kecil yang biasa digunakan untuk cuci tangan.
Asosiasi berkenaan dengan warna:
Habis gajian, uangmu merah semua.(lekbaka annarima,doekku eja ngasengngi) Merah yang dimaksud adalah uang dengan nominal Rp 100.000, 00 yangberwarna merah)

5.Adanya Pertukaran Tanggapan Indra
Manusia memiliki lima indra yang memiliki fungsi masing-masing. Kulit untukmerasakan sentuhan; mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, hidung untukmembaui/ mencium; serta lidah untuk merasakan rasa pahit, manis, asin, dll. Akantetapi, dalam penggunaan bahasa dengan tujuan tertentu banyak dilakukan pertukarantanggapan indra yang disebut sinestesia  berarti tampak sama (menyerupai).Misal: Telingaku geli mendengar rayuan manismu. Pada contoh tersebut terjadipertukaran indra pendengaran (telinga) dengan indra perasa (kulit) dan indra perasa(lidah) pada kata ‘geli’  dan ‘manis’ .


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ALAT UCAP PADA MANUSIA.

Modus, Aspek, Kala, Modalitas, Fokus beserta contohnya dalam bahasa Makassar

tugas ke 4 (Klasifikasi Bunyi)