Tugas Modus Linguistik
PENGANTAR LINGUISTIK
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
NAMA : Husnul Khatimah Mutawakkal
NIM : 1955040008
PRODI: PBSD (B)
Sebutkan dan jelaskan macam-macam modus dan berikan masing-masing 2 contoh kalimatnya dalam bahasa Indonesia dan Makassar!
Modus adalah pengungkapan atau penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran si pembicara atau sikap si pembicara tentang apa yang diucapkannya.
Terdapat 7 macam modus antara lain yaitu:
Modus indikatif atau modus deklaratif, yaitu modus yang menunjukkan sikap objektif atau netral.
Contoh:
1). B.J. Habibie adalah Presiden ketiga Indonesia.
Parasideng makatallu Indonesia iamintu B.J.Habibie.
2). Setiap hari senin anak sekolah melaksanakan upacara bendera.
Punna allo sanneng upacara banderai anak sikolaya.
Modus optatif, yaitu modus yang menunjukkan harapan atau keinginan
Contoh:
1). Semoga kelak nanti saya bisa menjadi orang sukses.
Barang ammuko membarak akkullea akjari tau akmatu-matu.
2). Mudah-mudahan saya bisa diberi rezeki agar bisa membantu orang lain.
Barang akkullea disare dallek naakkullei kubali tau maraengnga.
Modus imperatif, yaitu modus yang menyatakan perintah, larangan, atau tegahan.
Contoh:
1). Janganlah durhaka kepada orang tua Anda!
Teaki dorakai mange ri tau toata!
2). Marilah kita bersama-sama meminta doa kepada Allah Swt!
Maeki nakissama-sama appalak doangang mange ri karaeng Alla Taala!
Modus interogatif, yaitu modus yang menyatakan pertanyaan.
Contoh:
1). Mengapa kamu bisa jatuh?
Angngapa nakikkulle ammattung?
2). Siapa yang meninggal kemarin?
Inai ammoterang ri subangngi?
Modus obligatif, yaitu modus yang menyatakan keharusan.
Contoh:
1). Kamu harus mengumpulkan tugasmu besok.
Paknassa memangmi jama-jamangta ammuko.
2). Kita harus saling menghormati sesama manusia.
Katte parangtak tau paralluki sipakalakbirik ngaseng.
Modus desideratif, yaitu modus yang menyatakan keinginan atau kemauan.
Contoh:
1). Saya ingin menaikkan haji orang tua saya.
Eroka nakke ampanaiki ajji tau toaku.
2). Saya ingin bertemu dengan teman baik saya.
Eroka nakke assibuntuluk siagang agang bajikku.
Modus kondisional, yaitu modus yang menyatakan persyaratan.
Contoh:
1). Anda akan selamat dunia akhirat jika berbakti kepada orang tua.
Salamakki lino aherak punna bajikki mange ri tau toata.
2). Anda akan menjadi sukses jika Anda rajin belajar dengan bersungguh-sungguh.
Akkulleki akjari tau akmatu-matu punna rajengki appilajarak attojeng-tojeng.
Sebutkan dan jelaskan macam-macam aspek dan berikan masing-masing 2 contoh kalimatnya dalam bahasa Indonesia dan Makassar!
Aspek adalah cara untuk memandang pembentukan waktu secara internal di dalam suatu situasi, keadaan, kejadian, atau proses.
Terdapat 7 macam aspek antara lain yaitu:
Aspek kontinuatif, yaitu aspek yang menyatakan perbuatan terus berlangsung.
Contoh:
1). Rini tetap semangat belajar meskipun ayahnya sudah meninggal.
Tetaki assumangak appilajarak i Rini manna ammoterangmi manggena.
2). Mila tetap iri kepada Dira.
Tetaki Mila kodi nyawana mange ri Dira.
Aspek inseptif, yaitu aspek yang menyatakan peristiwa atau kejadian baru mulai.
Contoh:
1). Fitri mulai berangkat ke sekolahnya.
Pakaramulami aklampa i Fitri mange ri sikolanna.
2). Mia mulai belajar fisika di kelasnya.
Pakaramulami appilajarak fisika i Mia ri kalasakna.
Aspek progresif, yaitu aspek yang menyatakan perbuatan sedang berlangsung.
Contoh:
1). Kami sekarang sedang menanam pohon mangga.
Kamma-kammaya anne aklamungki katte pokok taipa.
2). Ira sedang membersihkan di ruang kelasnya.
Annangkasi Ira ri kalasakna.
Aspek repetitif, yaitu aspek yang menyatakan perbuatan itu terjadi berulang-ulang.
Contoh:
1). Yuli terus memarahi Tiara hingga Tiara menangis.
Tarrusuki akmoro-moro i Yuli mange ri Tiara sanggena angngarruk i Tiara.
2). Andi bertengkar dengan Anto hingga mereka babak-belur.
Assibakji i Andi siagang i Anto sanggenna lokok ngaseng.
Aspek perfektif, yaitu aspek yang menyatakan perbuatan sudah selesai.
Contoh:
1). Kiki sudah membeli buku Linguistik.
Lekbakmi ammalli i Kiki bobbok Linguistik.
2). Rina sudah mengantar kue ke rumah neneknya.
Lekbakmi angngantarak kanrejawa i Rina mange ri ballakna datokna.
Aspek imperfektif, yaitu aspek yang menyatakan perbuatan berlangsung sebentar.
Contoh:
1). Risna melihat pemandangan indah di pantai.
Acciniki pamandangang kanang-kanang i Risna ri tamparanga.
2). Tika berada di sekolahnya mulai pukul 07:00 pagi hingga pukul 02:00 siang.
Niaki Tika ri sikolanna appakaramulai tette tuju ri barikbasaka sanggenna tette rua ri tangngallo alloa.
Aspek sesatif, yaitu aspek yang menyatakan perbuatan berakhir.
Contoh:
1). Tina telah memaafkan kesalahan temannya.
Napammopporammi i Tina kasalanna agangna.
2). Polisi telah menangkap penipu itu.
Nijakkalakmi ri polisi anjo patipua.
Sebutkan dan jelaskan macam-macam modalitas dan berikan masing-masing 2 contoh kalimatnya dalam bahasa Indonesia dan Makassar!
Modalitas adalah keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal yang dibicarakan, yaitu mengenai perbuatan, keadaan, dan peristiwa atau juga sikap terhadap lawan bicaranya.
Terdapat 4 macam modalitas antara lain yaitu:
Modalitas intensional, yaitu modalitas yang menyatakan keinginan, harapan, permintaan, atau juga ajakan.
Contoh:
1). Saya ingin melihat keluarga saya terus diberi kesehatan.
Eroka nakke anciniki bijangku tarrusuk disare kagassingang.
2). Semoga kelak nanti saya bisa menjadi seorang guru.
Barang ammuko membarak akkullea nakke akjari guru.
Modalitas epistemik, yaitu modalitas yang menyatakan kemungkinan, kepastian, dan keharusan.
Contoh:
1). Kalau tidak sakit Silvi pasti pergi bersekolah.
Punna tena nagarring i Silvi tantumi mange assikola.
2). Kita harus membantu orang yang terkena bencana.
Kibali memangmi katte anjo tau natabaya bala.
Modalitas deontik, yaitu modalitas yang menyatakan keizinan atau keperkenaan.
Contoh:
1). Kamu bisa meminjam buku saya sampai hatimu puas.
Akkullejaki angnginrangi bobbokku sanggenna assau atingta.
2). Anda boleh memakai baju saya sampai besok.
Akkullejaki ampakei bajungku sanggenna ammuko.
Modalitas dinamik, yaitu modalitas yang menyatakan kemampuan.
Contoh:
1). Dia bisa pintar jika dia rajin belajar.
Akkulleji caradde punna rajengi appilajarak.
2). Dia bisa menyelesaikan tugas itu kalau diberi waktu.
Akkulleji napaklekbak jama-jamangna punna disare wattu.
Jelaskan yang dimaksud dengan fokus dan berikan 2 contoh kalimatnya dalam bahasa Indonesia dan Makassar!
Fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu.
Contoh:
1). Dia memberi uang kepada pengemis itu.
Assarei doek mange ri anjo papalak-palaka.
2). Apa pun permasalahan yang muncul, dia tetap dapat menyelesaikan masalah itu dengan baik.
Manna apa passalak anjo ammumbaya, tetakji akkulle napaklekbak anjo passalaka bajik-bajik.
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
NAMA : Husnul Khatimah Mutawakkal
NIM : 1955040008
PRODI: PBSD (B)
Sebutkan dan jelaskan macam-macam modus dan berikan masing-masing 2 contoh kalimatnya dalam bahasa Indonesia dan Makassar!
Modus adalah pengungkapan atau penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran si pembicara atau sikap si pembicara tentang apa yang diucapkannya.
Terdapat 7 macam modus antara lain yaitu:
Modus indikatif atau modus deklaratif, yaitu modus yang menunjukkan sikap objektif atau netral.
Contoh:
1). B.J. Habibie adalah Presiden ketiga Indonesia.
Parasideng makatallu Indonesia iamintu B.J.Habibie.
2). Setiap hari senin anak sekolah melaksanakan upacara bendera.
Punna allo sanneng upacara banderai anak sikolaya.
Modus optatif, yaitu modus yang menunjukkan harapan atau keinginan
Contoh:
1). Semoga kelak nanti saya bisa menjadi orang sukses.
Barang ammuko membarak akkullea akjari tau akmatu-matu.
2). Mudah-mudahan saya bisa diberi rezeki agar bisa membantu orang lain.
Barang akkullea disare dallek naakkullei kubali tau maraengnga.
Modus imperatif, yaitu modus yang menyatakan perintah, larangan, atau tegahan.
Contoh:
1). Janganlah durhaka kepada orang tua Anda!
Teaki dorakai mange ri tau toata!
2). Marilah kita bersama-sama meminta doa kepada Allah Swt!
Maeki nakissama-sama appalak doangang mange ri karaeng Alla Taala!
Modus interogatif, yaitu modus yang menyatakan pertanyaan.
Contoh:
1). Mengapa kamu bisa jatuh?
Angngapa nakikkulle ammattung?
2). Siapa yang meninggal kemarin?
Inai ammoterang ri subangngi?
Modus obligatif, yaitu modus yang menyatakan keharusan.
Contoh:
1). Kamu harus mengumpulkan tugasmu besok.
Paknassa memangmi jama-jamangta ammuko.
2). Kita harus saling menghormati sesama manusia.
Katte parangtak tau paralluki sipakalakbirik ngaseng.
Modus desideratif, yaitu modus yang menyatakan keinginan atau kemauan.
Contoh:
1). Saya ingin menaikkan haji orang tua saya.
Eroka nakke ampanaiki ajji tau toaku.
2). Saya ingin bertemu dengan teman baik saya.
Eroka nakke assibuntuluk siagang agang bajikku.
Modus kondisional, yaitu modus yang menyatakan persyaratan.
Contoh:
1). Anda akan selamat dunia akhirat jika berbakti kepada orang tua.
Salamakki lino aherak punna bajikki mange ri tau toata.
2). Anda akan menjadi sukses jika Anda rajin belajar dengan bersungguh-sungguh.
Akkulleki akjari tau akmatu-matu punna rajengki appilajarak attojeng-tojeng.
Sebutkan dan jelaskan macam-macam aspek dan berikan masing-masing 2 contoh kalimatnya dalam bahasa Indonesia dan Makassar!
Aspek adalah cara untuk memandang pembentukan waktu secara internal di dalam suatu situasi, keadaan, kejadian, atau proses.
Terdapat 7 macam aspek antara lain yaitu:
Aspek kontinuatif, yaitu aspek yang menyatakan perbuatan terus berlangsung.
Contoh:
1). Rini tetap semangat belajar meskipun ayahnya sudah meninggal.
Tetaki assumangak appilajarak i Rini manna ammoterangmi manggena.
2). Mila tetap iri kepada Dira.
Tetaki Mila kodi nyawana mange ri Dira.
Aspek inseptif, yaitu aspek yang menyatakan peristiwa atau kejadian baru mulai.
Contoh:
1). Fitri mulai berangkat ke sekolahnya.
Pakaramulami aklampa i Fitri mange ri sikolanna.
2). Mia mulai belajar fisika di kelasnya.
Pakaramulami appilajarak fisika i Mia ri kalasakna.
Aspek progresif, yaitu aspek yang menyatakan perbuatan sedang berlangsung.
Contoh:
1). Kami sekarang sedang menanam pohon mangga.
Kamma-kammaya anne aklamungki katte pokok taipa.
2). Ira sedang membersihkan di ruang kelasnya.
Annangkasi Ira ri kalasakna.
Aspek repetitif, yaitu aspek yang menyatakan perbuatan itu terjadi berulang-ulang.
Contoh:
1). Yuli terus memarahi Tiara hingga Tiara menangis.
Tarrusuki akmoro-moro i Yuli mange ri Tiara sanggena angngarruk i Tiara.
2). Andi bertengkar dengan Anto hingga mereka babak-belur.
Assibakji i Andi siagang i Anto sanggenna lokok ngaseng.
Aspek perfektif, yaitu aspek yang menyatakan perbuatan sudah selesai.
Contoh:
1). Kiki sudah membeli buku Linguistik.
Lekbakmi ammalli i Kiki bobbok Linguistik.
2). Rina sudah mengantar kue ke rumah neneknya.
Lekbakmi angngantarak kanrejawa i Rina mange ri ballakna datokna.
Aspek imperfektif, yaitu aspek yang menyatakan perbuatan berlangsung sebentar.
Contoh:
1). Risna melihat pemandangan indah di pantai.
Acciniki pamandangang kanang-kanang i Risna ri tamparanga.
2). Tika berada di sekolahnya mulai pukul 07:00 pagi hingga pukul 02:00 siang.
Niaki Tika ri sikolanna appakaramulai tette tuju ri barikbasaka sanggenna tette rua ri tangngallo alloa.
Aspek sesatif, yaitu aspek yang menyatakan perbuatan berakhir.
Contoh:
1). Tina telah memaafkan kesalahan temannya.
Napammopporammi i Tina kasalanna agangna.
2). Polisi telah menangkap penipu itu.
Nijakkalakmi ri polisi anjo patipua.
Sebutkan dan jelaskan macam-macam modalitas dan berikan masing-masing 2 contoh kalimatnya dalam bahasa Indonesia dan Makassar!
Modalitas adalah keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal yang dibicarakan, yaitu mengenai perbuatan, keadaan, dan peristiwa atau juga sikap terhadap lawan bicaranya.
Terdapat 4 macam modalitas antara lain yaitu:
Modalitas intensional, yaitu modalitas yang menyatakan keinginan, harapan, permintaan, atau juga ajakan.
Contoh:
1). Saya ingin melihat keluarga saya terus diberi kesehatan.
Eroka nakke anciniki bijangku tarrusuk disare kagassingang.
2). Semoga kelak nanti saya bisa menjadi seorang guru.
Barang ammuko membarak akkullea nakke akjari guru.
Modalitas epistemik, yaitu modalitas yang menyatakan kemungkinan, kepastian, dan keharusan.
Contoh:
1). Kalau tidak sakit Silvi pasti pergi bersekolah.
Punna tena nagarring i Silvi tantumi mange assikola.
2). Kita harus membantu orang yang terkena bencana.
Kibali memangmi katte anjo tau natabaya bala.
Modalitas deontik, yaitu modalitas yang menyatakan keizinan atau keperkenaan.
Contoh:
1). Kamu bisa meminjam buku saya sampai hatimu puas.
Akkullejaki angnginrangi bobbokku sanggenna assau atingta.
2). Anda boleh memakai baju saya sampai besok.
Akkullejaki ampakei bajungku sanggenna ammuko.
Modalitas dinamik, yaitu modalitas yang menyatakan kemampuan.
Contoh:
1). Dia bisa pintar jika dia rajin belajar.
Akkulleji caradde punna rajengi appilajarak.
2). Dia bisa menyelesaikan tugas itu kalau diberi waktu.
Akkulleji napaklekbak jama-jamangna punna disare wattu.
Jelaskan yang dimaksud dengan fokus dan berikan 2 contoh kalimatnya dalam bahasa Indonesia dan Makassar!
Fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu.
Contoh:
1). Dia memberi uang kepada pengemis itu.
Assarei doek mange ri anjo papalak-palaka.
2). Apa pun permasalahan yang muncul, dia tetap dapat menyelesaikan masalah itu dengan baik.
Manna apa passalak anjo ammumbaya, tetakji akkulle napaklekbak anjo passalaka bajik-bajik.
Komentar
Posting Komentar