Tugas modus,modalita,aspek,fokus
Nama: Nurkardiyanti
Nim: 1955042015
Prodi: PBSD Makassar
Nim: 1955042015
Prodi: PBSD Makassar
* Modus
Modus adalah pengungkapan atau penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran si pembicara atau sikap si pembicara tentang apa yang diucapkannya.adapun macam-macam modus yaitu:
1). Modus indikatif adalah modus yang menegaskan aktualitas, kepastian, atau realitas tindakan dari sudut pandang pembicara. Modus ini terdiri dari pernyataan fakta, tetapi juga dapat digunakan dalam kalimat pertanyaan ataupun negatif.
Contoh:
1.Riska minum air putih
( angnginungi riska jeknek kebok)
2. Bapak saya sakit gigi
(pakrisiki bapakku giginna)
2). Modus optatif, yaitu modus yang menunjukkan harapan.Modus ini mengekspresikan keinginan atau harapan agar suatu tindakan tercapai walaupun kepastiannya diragukan
Contoh:
1. Semoga dia memenangkan lomba berenang.
(barang ammeta laloji ri paklombang asselanga)
2. Saya berharap dia cepat pulang.
(barang tetterekji ammoterek)
3) Modus imperatif, yaitu modus yang menunjukkan perintah.Modus imperatif dipakai untuk memberikan perintah atau permintaan, dan mempertegas kemauan, serta menyatakan larangan. Modus ini menyatakan tindakan yang akan terwujud melalui penggunaan kehendak seseorang untuk memengaruhi kehendak orang lain.
Contoh:
1. Janganlah memukul adikmu!
(teaki bakji andikta)
2.Janganlah membuka pintu itu!
(teaki sungkei anjo pakkekbuka)
4). Modus interogatif, Sesuai dengan makna asal dari kata interogasi, yang berarti pertanyaan. Kalimat interogatif memiliki perngertian sebagai kalimat yang di dalamnya mengandung pertanyaan. Kalimat ini berfungsi untuk menanyakan suatu informasi kepada orang lain.
Contoh :
1. Apakah kamu yang memakan kue itu?
(ikau angkanrei kanrejawaya?)
2. Mengapa kamu tidak pergi ke sekolah?
(angngapa tena nu mange aksikolah?)
5.Modus obligatif, yaitu modus yang menyatakan keharusan.
Contoh:
1. Kamu harus pergi membelikan ibu baju!
(paralluko mange amballiangi amma baju)
2.Kamu harus pergi mengaji!
(paralluko mange angngaji)
6). Modus desideratif adalah modus yang menyatakan keinginan.
Contoh:
1. Semoga nanti engkau dapat mengabadikan pekerjaan ini.
(barang ikaupa angkullei ampakrannungangi anne jamaanga.)
2. Mudah-mudahan kita bisa ketemu lagi nanti.
(barang antekamma na kisibuntuluk inja ri allo ri boko.)
7).Modus kondisional yaitu modus yang menyatakan persyaratan.
Contoh:
1. Acara akan dimulai jika semua peserta telah berkumpul
(ripakarammulai acarayya punna niak ngasengmi anggotana)
2.Mereka akan pergi naik gunung kalau hari cerah
(naklampai naik ri buluka punna simbarak)
*Aspek
Aspek yaitu cara memandang pembentukan waktu secara internal di daam situasi, keadaan, kejadian, atau proses. Macam-macam aspek :
1). Aspek kontinuatif, menyatakan perbuatan terus berlangsung.
Contoh:
1. Fina sedang mencuci baju
(nasassai fina care-carenna)
2. Cika sedang memasak ikan
(appallui cika jukuk)
2). Aspek intensif, menyatakan peristiwa atau kejadian baru mulai.
Conoh:
1. Kita harus ke sekolah sekarang
(parallukik mange ri sikolayya kamma-kamma anne)
2. Baru kali ini kita berjumpa semua
(nampa-nampanna anne kisirapakang ngaseng)
3). Aspek progresif, menyatakan perbuatan sedang berlangsung.
Contoh:
1. Adik saya sedang mandi
(akjekneki andikku)
2. Saya sedang mengerjakan tugas
(ku jamai jamangku)
4). Aspek repetitif, menyatakan perbuatan itu terjadi berulang-ulang.
Contoh:
1. Adik saya bermain lagi
(akkarekkarena mi seng andikku)
2. Kakak saya tidak datang lagi
(tenamo seng kakangku na battu)
5). Aspek perfektif, menyatakan perbuatan sudah selesai dilaksanakan.
Contoh:
1. Alifah sudah membuat kopi
(Lekbakmi alifah akparek kopi)
2. Syifa sudah menyuci piring
(Lekbakmi syifa akbissa panne)
6). Aspek imperfektif, menyatakan perbuatan berlangsung sebentar.
Contoh:
1. Segera ikuti dia sebelum jauh
(pinawang memangmi ganting tenana nabella)
2. Pijit kepala saya
(picaki ulungku)
7). Aspek sesatif, menyatakan perbuatan berakhir.
Contoh:
1.Polisi telah menangkap pencuri itu.
(lebbakmi nijakkala anjo palukka ka siagang polisia)
2. Kakak saya sudah keluar dari tempat kerjanya
(Assulukmi kakangku battu ri tampak panjamamna)
*Modalitas
Modalitas, yaitu keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal yang dibicarakan, yaitu mengenai perbuatan, keadaan, dan peristiwa.Jenis- jenis modalitas yaitu:
1). Modalitas Intensional
Modalitas intensional merupakan modalitas yang menyatakan keinginan, harapan, permintaan, atau ajakan. Modalitas ini ditandai dengan unsur leksikal seperti ingin, mau, tolong, mari, ayo, dan silakan.
Contoh:
1. Sinta mau membeli pulpen.
(eroki Sinta ammalli pulupeng )
2.Tolong tutup jendela itu
( tongkok sai anjo jendelaya)
(2) Modalitas Epistemik
Modalitas epistemik adalah modalitas yang menyatakan kemungkinan, kepastian, dan keharusan. Modalitas ini ditandai dengan unsur leksikal seperti mungkin, bisa jadi, belum pasti, dan harus.
Contoh:
1. mungkin dia sakit jadi tidak bisa datang ke sekolah
(garringi kutaeng na tena nakkulle mange assikola)
2. kita harus membersihkan rumah
(paralluki antangkasi ballaka)
(3) Modalitas Deontik
Modalitas deontik adalah modalitas yang menyatakan keizinan atau keperkenanan. Unsur penandanya adalah unsur leksikan seperti izin dan perkenan.
Contoh:
1. Saya mohon izin tidak datang mengaji karena saya sakit.
(appalak isingnga tena mange angngaji na sabak garringa)
2. Kamu bisa pergi asal cepat pulang.8
(kulle jko aklampa ingka tippakko ammoterek)
*Fokus
Fokus, yaitu unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu.fokus kalimat dapat dilakukan dengan berbagai cara:
1. Memberi tekanan pada bagian kalimat yang difokuskan.
Contoh: Tina mengambil uang saya.
(na allei Tina doekku)
2.Memakai partikel: pun, yang, tentang, adalah.
Contoh: memasak nasi pun,aku belum bisa.
(manna akpallua kanre tenapa ku ngisseng)
Komentar
Posting Komentar